Trubus.id—Hilirisasi produk perkebunan kelapa kian digaungkan. Pasalnya pasar kelapa seperti gula berprospek cukup bagus. Burhannuddin Rafik membuktikan hal itu. Semula Burhan—sapaan akrab Burhannuddin Rafik—mempekerjakan satu orang yang menghasilkan 12 kg gula kelapa per hari pada 2019. Kini 8 pekerja membantu Burhan memproduksi 54 kg gula kelapa sehari.
Usaha Burhan kian berkembang. Gula kelapa produksi Burhan berbeda dengan kebanyakan petani. “Saya tidak menggunakan bahan pengawet kimia sehingga harga jual kami lebih tinggi dan pasarnya juga berbeda,” kata produsen gula kelapa di Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, itu.
Ia memasarkan gula kelapa di dalam negeri dan ke Malaysia. Hanya 10% dari hasil produksi yang dijual di tanah air, sisanya 90% ekspor ke negeri jiran. Produktivitas gula kelapa Burhan sebanyak 54 kg sehari kadang masih belum bisa memenuhi kebutuhan pasar.
“Kadang pasokan kita kurang, kadang berlebih. Fluktuatif. Tergantung daya beli masyarakat di Malaysia,” tutur petani kelapa sejak 2002 itu.
Pembeli di Malaysia pernah meminta 2 ton gula kelapa per bulan. Namun Burhan hanya menyanggupi 1 ton per bulan. Ada lagi produk olahan kelapa yang tak kalah menguntungkan yaitu kelapa parut kering (desiccated coconut).

Direktur Utama PT Royal Coconut, Harry Azhar, S.E., memproduksi 1.300 ton kelapa parut kering saban bulan. Sementara permintaan yang datang sangat besar. “Saya baru bisa mencukupi 30% saja,” kata Harry.
Ia menjual 99% kelapa parut kering ke pasar mancanegara seperti Jerman, Prancis, Belanda, dan Turki. Konsumen di sana memanfaatkan kelapa parut kering sebagai pastry dan topping campuran cokelat.
Menurut Periset Ahli Madya di Pusat Riset Hortikultura dan Perkebunan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Ir. Ismail Maskromo, M.Si., pasar kelapa di mancanegara terbuka lebar.
“Semua produk kelapa potensinya masih besar. Kelapa kita memiliki banyak keunggulan di bandingkan dengan negara lain, baik dari kualitas maupun kuantitasnya,” tutur Ismail. Beberapa produsen komoditas asal tanah air masih sedikit, sedangkan permintaan tinggi.
