Friday, August 19, 2022

Pasar Menunggu Kutu Bermutu

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Potongan cabang yang diselimuti resin lakKegiatan panen lak cabangLak merupakan hasil sekresi kutu lak yang hidup pada cabang tanaman inang seperti kesambi Schleichera oleosa, jamuju Cuscuta australis, kaliandra Calliandra calothyrsus, lamtoro merah Acacia villosa, ploso Butea monosperma, dan bidara Zizyphus mauritiana. Lak banyak manfaat, antara lain sebagai pelitur, bahan dasar cakram padat alias compact disc, isolasi listrik, tinta cetak, semir sepatu, penyamak kulit, farmasi, plat barang elekronik, pemerah bibir, pelapis permen, sampai permen cokelat.

Singkat kata, ”Lak banyak gunanya,” kata Ir Budy Zet Mooy MSc, instruktur di Balai Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sayangnya, kondisi cuaca yang tak menentu saat ini menyebabkan produksi dan mutu lak anjlok.

Menurut Budy, banyak pekebun menjual lak dalam keadaan menggumpal dan mengandung kotoran kulit kayu, getah, dan sisa larva kutu yang membusuk. Itu karena pekebun tak langsung mengolahnya. Akibatnya saat mereka membawa ke tempat pengolahan, produsen kesulitan membersihkan lak sehingga kualitas turun.

Panen cabang

Pekebun siap panen setelah kutu lak berumur 150 – 160 hari. Menurut Ira Taskirawati SHut MSi, tanda-tanda utama lak siap unduh adalah embun madu yang menetes dari tularan sudah berhenti, benang lilin putih berkurang, warna stok lak kecokelatan, permukaan  dan tonjolan-tonjolan merata sepanjang cabang. Jika tanda-tanda itu tampak, pekebun memangkas batang sejauh 15 cm dari pangkasan pada panen sebelumnya. Panjang potongan cabang 10 – 20 cm. Satu pohon lazimnya terdiri atas 20 kg lak cabang alias lak yang masih menempel di cabang.

Langkah berikutnya menyeleksi lak.Sortir lak cabang hasil panen. Lak cabang  berkualitas baik menjadi lak bibit untuk produksi pada musim berikutnya. Pekebun membawa cabang yang tidak berisi banyak kutu ke tempat pengolahan. Menurut Budy lak bibit biasanya 30% dari total hasil panen. Pekebun menularkan lak bibit ke pohon inang. Kemudian 21 hari berselang, pekebun dapat mengambil cabang itu ketika kutu telah berpindah ke pohon inang.

Pekebun mulai mengambil lak cabang dari paling atas, kemudian turun ke cabang di bagian bawah.  Saat ini harga jual lak cabang di tingkat pekebun mencapai Rp5.000 – Rp7.000 per kg.

Jangan gumpal

Di tempat pengolahan, para pengolah mengerok lak cabang. Tujuannya  untuk memisahkan resin lak dari cabang dengan mesin. Langkah berikutnya, menyaring hasil kerokan memakai ayakan berdiameter 6 – 8  mm. Hasilnya, berupa butiran lak yang masih bercampur dengan kotoran dan serpihan ranting. Untuk membersihkannya, pekebun merendam butiran lak kasar itu dalam air bersih untuk melunakkan kotoran.

Pemanfaatan soda api dalam perendaman mempercepat proses pengolahan lak karena mampu melunakkan kotoran. Untuk 1 ton lak butiran memerlukan minimal 500 g soda api, bila terlalu sedikit warna lak butir kurang cerah. Lama perendaman minimal 12 jam. Warna merah terkadang muncul pada perendaman, merupakan endapan darah dari kutu dan sel kutu yang belum tua. Pengolah lantas mencuci bersih butiran lak dengan air tawar dan merendam ulang dalam air garam.

Untuk merendam 1 ton butiran lak perlu 400 kg garam. Tujuan perendaman  selama 15 menit itu untuk melarutkan kotoran. Butiran lak mengapung di permukaan air. Pengolah menetralkan  rasa asin, dengan mencuci lak butir dengan air tawar. Ia baru mengangkat lak butir bila sudah tidak saling menggumpal. Pengeringan lak dengan mesin atau kering angin. Tahap berikutnya, barulah pengolah mengayak lak butir yang sudah kering sehingga bebas dari kotoran kayu.

Mutu lak butir terbagi dua, mutu P dan D. Mutu P lebih baik daripada D, karena butiran lak kuning kecokelatan kering tanpa gumpalan, bersih dari ranting, debu, dan kotoran lain, serta berdiameter 0,2 – 0,5 cm. Sedangkan lak butir yang kering, tetapi masih memiliki gumpalan, ada sedikit kotoran, berwarna cokelat kehitaman, dan ukurannya tidak beraturan ciri mutu D. Harga lak butiran yang bersih mencapai Rp25.000­ – 30.000 per kg.

Bandingkan dengan harga lak kerokan, yang hanya Rp10.000­ – Rp15.000 per kg. Dari 1 kg lak cabang, pekebun memperoleh 600 gram lak kerokan atau 400 gram lak butir. Wildan yang memasarkan produknya ke Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan itu memiliki cara sendiri menentukan bahan baku lak butir yang baik. Ia melelehkan lak dengan korek api lalu merenggangkan. Jika panjang lak mencapai 25 – 30 cm, maka kualitasnya  baik, di bawah 5 cm termasuk buruk. Cara lain, melarutkan dalam alkohol. Lak yang baik akan larut sempurna. (Susirani Kusumaputri/Peliput: Faiz Yajri)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img