Saturday, January 24, 2026

Pekebun Kecil Ikut Panen Laba dari Pisang Cavendish

Rekomendasi
- Advertisement -

Pisang cavendish menjadi salah satu komoditas buah yang prospektif dikembangkan pada 2026. Jika sebelumnya budidaya cavendish identik dengan perusahaan besar, kini pekebun skala kecil mulai menikmati peluang ekonominya.

Muhammad Irwan, pekebun asal Desa Gading, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, membudidayakan pisang cavendish di lahan seluas 1 ha dengan populasi sekitar 2.000 tanaman. Panen dilakukan rutin setiap dua pekan dengan produksi rata-rata 200—300 kg. “Panen berlangsung dua minggu sekali,” ujar Irwan.

Sebagian besar hasil panen diserap tengkulak yang kemudian melakukan pencucian menggunakan air dan tawas, pelabelan, serta pengemasan dengan merek dagang mereka. Produk tersebut selanjutnya dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia.

Selain melalui tengkulak, Irwan juga menjual langsung kepada konsumen lokal. Pisang cavendish dimanfaatkan untuk konsumsi segar maupun bahan baku olahan. Di Desa Gading terdapat tiga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mengolah cavendish menjadi keripik dan kue bolu. Harga jual pisang cavendish mencapai Rp6.000 per kg atau sekitar Rp80.000 per tandan berisi 8—9 sisir. “Omzet per panen berkisar Rp10 juta—Rp15 juta per kuintal,” katanya.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img