Monday, August 15, 2022

Pelipur Lara Bernama Pippo

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Ia menyalak seolah memperkenalkan diri. Dengan penuh kelembutan Marissa menggendong dan memeluk hangat anjing betina itu. Sebuah ciuman dihadiahkan untuk Pippo. Anjing itu melompat dari pangkuan Marissa dan kembali berlari. Ia memang energik.

Itulah Pippo, anjing kecil kesayangan bintang iklan sampo itu. Tingkahnya energik membuat ia tak mau diam. Namun, justru perilaku aktif itulah yang membuat Marissa jatuh hati. Rasa lelah sepulang syuting mendadak hilang ketika melihat Pippo. “Dengan gayanya yang nakal ia bisa mengobati rasa capaiku,” kata sulung dari 2 bersaudara itu.

Tak hanya dirinya yang tergoda oleh keceriaan Pippo. Gillbert Marciano, adik semata wayangnya yang juga bintang sinetron dan iklan sangat menyukai Pippo. Tak jarang ia mengajak anjing berkulit cokelat itu bermain. Pippo juga termasuk anjing pintar. “Saat disuruh menangkap bola yang dilemparkan, dengan cekatan ia mengejar dan mengembalikannya,” ujarnya

Anjing kecil itu terbilang disiplin saat buang air. Layaknya manusia ketika hendak buang air ia sibuk mencari toilet. Kalau pintu toilet tertutup, ia tak kehilangan akal mencari tempat lain. “Pasti ia berlari ke selokan depan rumah,” kata Ibet, panggilan akrab Gillbert.

Kepincut anjing

Menurut Icha, panggilan akrab Marissa Jeff reyna, rasa suka pada anjing tumbuh saat ia berusia 12 tahun. Waktu itu seorang kolega Jeff rey Tulaar, sang ayah, memberi anjing chihuahua berumur 4 bulan yang diberi nama Boy. Dia cepat akrab dengan siapa pun yang baru dikenalnya. Misalnya, ketika ada saudara berkunjung ke rumah, ia yang pertama menyambut. Dengan lincah anjing itu berlari sambil menyalak. Tak ada maksud menyakiti di balik gonggongannya itu. Buktinya ia langsung menggosokgosokkan kepalanya dengan manja.

Rumah yang terletak di jalan Buanamekar, Bandung itu makin ramai setelah hadirnya 6 ekor anjing lagi. Jadi waktu itu Icha-Ibet memiliki 7 anjing. Sayang, kebersamaan mereka hanya berlangsung 3 tahun. Satu per satu klangenan-klangenan itu mati, termasuk Boy karena sakit.

Sejak kematian ketujuh anjingnya, kedua anak pasangan Jeff rey Tulaar dan Ninna Marina itu berhenti memelihara anjing. Selain trauma karena kematian anjing-anjing kesayangannya, mereka pun sibuk. “Maklum kami harus bolak-balaik Bandung-Jakarta untuk syuting. Namun, sebetulnya kerinduan memelihara anjing tetap masih ada,” kata Marissa.

Sampai akhirnya 3 tahun kemudian, seorang teman ayah bintang sinetron Big’s is Beautifull itu memberinya seekor anjing. “Saya tidak tahu jenis anjingnya, tapi sosoknya mirip golden retriever,” ujar penyantap kwetiau goreng itu. Hewan sahabat manusia itu diberi nama Woddy. Tak lebih dari 1 tahun menemani, anjing itu pun harus mengakhiri hidupnya. “Mungkin kami belum terlalu mengerti bagaimana merawat anjing yang benar ditambah jadwal kami yang sangat padat,” kata Gillbert.

Pascakematian Woddy, seorang sahabat Marisa memberi seekor anjing yang kemudian diberi nama Pippo. Enggan nasib buruk menimpa Pippo, anjing lincah itu dipelihara dengan penuh perhatian dan kasih sayang.

Mesti dirawat

Kehadiran Pippo di tengah-tengah keluarga Marissa Jeff reyna dan Gillbert Marciano sama sekali tidak mengganggu kesibukkan mereka. “Jika kami pergi syuting, Pippo tetap dirawat oleh pembantu. Kadang-kadang anjing trah kecil itu diajak ke lokasi syuting. Saat rehat, bercanda dengan Pippo pilihan tepat untuk refreshing. “Tingkah lucunya itu bisa membuat saya tersenyum dan tertawa lepas,” ujar bintang video klip Sekali Ini Saja yang dinyanyikan Glen Fredly itu.

Agar Pippo bisa terus diajak bermain, kondisinya pun harus dijaga agar tetap prima. Tak heran jika gadis berpostur 172 cm dan berbobot 47 kg itu telaten merawatnya. “Paling tidak, memberi pakan, vitamin, dan memandikannya,” ujar pengagum akting Julia Robert dan Tom Cruise itu.

Seakan tak mau kalah dengan sang kakak, Gillbert pun memberikan perhatian serupa. Bintang iklan sepatu kasual itu acap memberi pakan 3 kali sehari. Pakan berupa dogfood atau tulang ayam dan sapi pun dilahapnya. “Malah sekarang tampaknyaPippo lebih senang menyantap tulang daripada dogfood,” jelasnya.

Beri pendidikan

Awalnya, baik Icha maupun Ibet sempat kesal dibuatnya. Itu lantaran Pippo terlampau aktif. Tak sedikit barang-barang kepunyaan Icha hancur. Misalnya, sprei sering menjadi sasaran keisengannya. Benda itu robek-robek karena digigit dan dicakar.

“Akhirnya, kami berinisiatif untuk mendidiknya terlebih dahulu. Pippo dibiarkan hidup di halaman rumah. Di sanapun ia tak mau diam. Bahkan kandang yang sengaja kami buat pun, akhirnya hancur. “Agar lebih jinak, Pippo sering diajak main dan dielus-elus. Hasilnya, setelah 2 bulan kemudian, Pippo tampak lebih tenang.

Menurut kakak-adik itu, untuk menjinakkan anjing, frekuaensi pertemuan, kasih sayang, dan perhatian adalah kuncinya. Mereka selalu menyempatkan untuk berinteraksi dengan sang klangenan di sela-sela kesibukannya. Tak heran jika kini Pippo berubah menjadi anjing manis dan penurut. Hari-hari jadi ceria dengan kehadiran si kecil. Tak hanya mereka, seluruh anggota keluarga yang lain pun turut menyukainya. (Hawari Hamiduddin)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img