Monday, March 27, 2023

Peluang Berkebun Mangga Agrimania Nunuk

Rekomendasi

Trubus.id — Peluang berkebun mangga lokal masih terbuka. Pasar masih kekurangan pasokan mangga premium hasil hibrida Indonesia, yaitu agrimania. Urip Ibrahim, petani di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, baru bisa memasok 25% dari seluruh permintaan.

Urip baru sanggup memenuhi permintaan 300—500 kg mangga agrimania nunuk per pekan. Harga jual mangga itu mencapai Rp40.000 per kg, sehingga memberikan omzet Rp12 juta—Rp20 juta per pekan.

Permintaan yang belum terpasok 2 ton karena produksi terbatas. Potensi kehilangan omzet Rp80 juta per pekan. Urip berupaya membudidayakan agrimania pada 2016 untuk memenuhi permintaan pasar. Luas penanaman agrimania 9 hektare berpopulasi total 10.000 tanaman.

Urip menggunakan jarak tanam 2,5 m × 3 m. Namun, yang produktif baru 3.000—4.000 tanaman yang kini berumur sekitar 6 tahun. Produksi hanya 600 kg per tanaman per tahun.

Petani 55 tahun itu mengatakan, agrimania magori atau panen perdana pada umur 4 tahun sejak tanam. Frekuensi panen tiga kali setahun. “Begitu buah dipetik, bunga langsung bermunculan,” ujar Urip.

Pohon-pohon lain di kebun Urip baru berumur 3 tahun, karena penanaman bertahap. Itulah sebabnya, ia mencari mangga agrimania ke petani mitra di Indramayu untuk memenuhi tingginya permintaan pasar, terutama di luar musim buah.

Sayangnya, sulit mendapatkan pasokan agrimania. Jangankan di luar musim, saat musim panen pun agrimania terbatas. Urip mengatakan, beberapa petani di Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang—keduanya di Provinsi Banten, serta Kalimantan ada yang mengebunkan mangga itu.

Namun, produksinya terbatas sehingga rugi dalam pengiriman. Menurut Urip permintaan agrimania sebenarnya lebih dari 2 ton. Beberapa pasar swalayan dan toko buah di Jakarta dan daerah penyangga (Bodetabek) juga meminta pasokan rutin. Mereka meminta surat kontrak pemenuhan barang.

“Saya belum berani jika terikat kontrak,” ujar Urip.

Menurut Urip kelebihan agrimania, harga relatif stabil meski panen raya. Bandingkan dengan harga mangga jenis lain lazimnya anjlok saat musim panen hingga Rp10.000 per kg di tingkat petani.

Padahal, semula masyarakat tidak mengenal mangga agrimania. Namun, setelah Urip mengikutkannya pada Lomba Buah Unggul Nasional (LBUN) pada 2014 agrimania pun sohor.

Mangga salah satu komoditas prospektif pada 2023. Ketika diskusi terpumpun (focus group discussion) dengan redaksi Trubus, Manajer Pengembangan Bisnis PT Laris Manis Utama, Vendy Tri Suseno, S.T.P. mengatakan bahwa potensi buah lokal seperti mangga cukup bagus.

Menurut Vendy problem pasar domestik berkaitan arus distribusi karena merupakan negara kepulauan. Sudah begitu buah tropis yang klimakterik cepat rusak, terutama ketika pengiriman jarak jauh. Jika kendala itu teratasi, peluang berkebun mangga pun semakin tinggi.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Mengolah Singkong Menjadi Gula

Trubus.id — Gula cair dapat mudah dibuat dari hidrolisis pati. Sumber pati pun melimpah seperti singkong. Mengapa singkong? Singkong...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img