Monday, May 4, 2026

Peluang Menjanjikan Budidaya Padi Organik

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id-Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dikenal sebagai daerah penghasil beras berkualitas, terutama varietas pandan wangi yang memiliki aroma khas, tekstur pulen, dan rasa yang lezat. Seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya pertanian berkelanjutan, beberapa kelompok tani di wilayah ini mulai beralih ke sistem pertanian organik.

Saat ini, terdapat tiga gabungan kelompok tani (gapoktan) di Kabupaten Cianjur yang membudidayakan padi dengan sistem organik. Ketiga gapoktan tersebut telah mengantongi sertifikasi sistem pertanian organik dari INOFICE. Masing-masing kelompok terdiri dari sekitar 10 petani organik, dengan luas lahan garapan rata-rata 1.000 meter persegi per petani.

Meskipun menjanjikan dari segi hasil dan nilai jual, budidaya padi organik tidak lepas dari tantangan. Menurut Ujun, salah satu pelaku budidaya organik, salah satu kendala utama muncul saat tanaman padi mulai mengeluarkan malai. Pada fase ini, burung liar sangat menyukai tanaman padi organik. Jika tidak ditangani dengan tepat, serangan burung dapat menyebabkan petani gagal panen. Untuk mengatasi hal ini, petani biasanya memasang jaring pelindung atau menggunakan boneka sawah sebagai pengecoh.

Dibandingkan dengan sistem konvensional, budidaya padi organik memang memerlukan perawatan ekstra dan ketelatenan. Sistem ini tidak hanya menghindari penggunaan pupuk kimia, tetapi juga menuntut pengelolaan lahan dan tanaman secara berkelanjutan serta ketat. Hal inilah yang sering membuat sebagian petani enggan beralih ke sistem organik.

Namun, menurut Yanto, S.P., Sekretaris Perlindungan Hukum Indikasi Geografis Beras Pandanwangi Cianjur, sistem pertanian organik justru menjadi solusi jangka panjang terhadap kerusakan tanah yang semakin meluas. “Saat ini sudah banyak tanah yang rusak. Tanah yang tidak subur memengaruhi hasil budi daya padi,” ujarnya. Ia menekankan bahwa beralih ke pertanian organik tidak hanya menyelamatkan tanah, tetapi juga meningkatkan kualitas dan nilai jual hasil panen.

Varietas pandan wangi, yang merupakan unggulan Kabupaten Cianjur, memiliki masa panen sekitar 6 bulan, atau dua kali lebih lama dibandingkan varietas padi biasa. Namun, kualitas berasnya sangat tinggi dan harga jualnya pun premium, mencapai Rp25.000 per kilogram. Bila varietas ini dibudidayakan dengan sistem organik, maka nilai jualnya bisa meningkat lebih tinggi lagi.

Yanto juga mengungkapkan bahwa budidaya organik untuk varietas pandan wangi pernah dilakukan melalui demplot penelitian oleh mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi di Jawa Barat. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa panen dari sistem organik setara dengan sistem konvensional dalam hal kuantitas, namun kualitas beras yang dihasilkan jauh lebih baik.

Beberapa petani di Cianjur bahkan sudah mempraktikkan budidaya kombinasi, yakni menggunakan sebagian lahan untuk sistem organik dan sebagian lainnya untuk sistem konvensional. Melihat tren ini, Yanto menilai bahwa pengembangan budidaya padi pandan wangi organik memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih luas. Selain menjaga lingkungan, sistem ini juga membuka peluang baru yang menguntungkan secara ekonomi bagi petani.


Artikel Terbaru

Minuman Bunga Telang VETA Cocok Jadi Alternatif Sehat Pengganti Kafein

Tren minum kopi harian memang menjanjikan efek melek yang instan. Namun, di balik itu, asupan kafein sering kali memicu...

More Articles Like This