Trubus.id—Penjualan kurban kini tidak hanya domestik, tetapi juga menyasar konsumen mancanegara. Cara pemasaran modern, budidaya baik, dan penanganan ternak profesional itu pun menjadi daya tarik konsumen mancanegara berkurban di Indonesia.
Peternak domba di Kecamatan Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, Zia Ul Haq, misalnya. Ia menerima pesanan hingga 800 domba untuk kebutuhan kurban dari satu yayasan asal Singapura pada 2023. Itu berkat promosi yang dilakukan secara daring.
“Permintaan mencapai 1.400 ekor, tetapi kami baru menyanggupi 800 ekor,” kata Zia kepada Trubus di tepi kandang dombanya.
Menurut Zia, harga penjualan daring lebih ekonomis karena memotong tata niaga. Ia berharap lebih bisa menjangkau berbagai kalangan untuk berkurban. Zia menuturkan pengelola yayasan hanya meminta foto dan video proses pemotongan hewan kurban dan pendistribusiannya.
Sementara itu Zia tak perlu mengirimkan daging domba ke Singapura, tetap membagikan di sekitar lokasi pemotongan. Sejak 2022 Zia juga mengalengkan daging domba untuk konsumen. Jika pelaku kurban di ranah domestik, ada berbagai pilihan mode.
Peternak domba di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Alwi Mahir Alaydrus mampu mengantar hewan hidup ke konsumen, mengirim dalam bentuk daging masak siap santap ke rumah, dan mendistribusikan daging langsung ke penerima kurban.
“Kurban sejatinya syiar, kami mendistribusikan daging ke daerah yang tidak terjangkau kurban dengan memanfaatkan jaringan pesantren di seluruh Indonesia,” kata Mahir.
Harap mafhum, Mahir Farm menjalin kemitraan dengan para peternak tersebar di beberapa provinsi di tanah air seperti Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Papua.
Selain itu Mahir juga berkerja sama dengan badan pemotongan atau pengolah ahli sehingga lebih efisien. Pemotongan di rumah potong hewan sehingga tidak mencemari lingkungan.
