Trubus.id— Peneliti dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) melakukan pemuliaan selama 20 tahun demi mendapatkan varietas robusta unggul. Itu dilakukan oleh Dr. Ir. Retno Hulupi, S.U., dan rekan di Puslitkoka.
Aktivitas pemuliaan itu membuahkan hasil dengan merilis lima kopi hibrida biklonal robusta—disingkat hibiro—pada 2019. Kelima kopi robusta itu di antaranya Hibiro 1 Puslitkoka, Hibiro 2 Puslitkoka, Hibiro 3 Puslitkoka, Hibiro 4 Puslitkoka, dan Hibiro 5 Puslitkoka.
Retno mengisahkan perjalannya dalam proses pemuliaan hibiro. Persilangan Hibiro dilakukan sejak 1999. Retno bersama tim peneliti Puslitkoka menyilangkan 9 tetua sehingga memperoleh kombinasi 72 genotipe. Pengujian hasil silangan dilakukan pada pembuahan pertama saja.
Menurut Retno, pembuahan pertama mencerminkan potensi sesungguhnya yang belum terpengaruh faktor lingkungan. Tim pemulia mengambil 15 genotipe untuk pengujian selanjutnya termasuk uji multilokasi.
Pengujian tahap awal dilakukan di Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Uji multilokasi dilakukan di tiga lokasi, yakni Kebun Kalibendo Banyuwangi, Kebun Pijiombo Blitar, dan Kebun Sumberasin, Malang.
Hasil akhir diperoleh lima genotipe unggul yang dilepas sebagai Hibiro. Semula tim peneliti menggunakan BP308 untuk memunculkan karakter tahan nematoda. Namun, tidak ada satu pun silangan yang berhasil mewarisi sifat itu.
“Salah satu sumber tetuanya kami masukkan BP308 yang selama ini dikenal tahan nematoda. Tujuannya sebetulnya kami ingin mendapatkan hibrida yang cocok di daerah iklim basah dan tahan nematoda. Ternyata, tidak ada satupun yang tahan nematoda,” tutur Retno.
Petani di daerah endemik nematoda tetap dapat membudidayakan Hibiro dengan cara menyambung. Retno merekomendasikan penggunaan batang bawah dari varietas tahan nematoda seperti BP308.
Selain itu, ia juga menganjurkan budidaya robusta secara polikultur untuk meningkatkan keuntungan. Petani dapat menumpangsarikan Hibiro dengan lada, cengkih, bahkan avokad.
Adapun untuk potensi produksi kopi robusta Hibiro Puslitkoka mencapai 2,5 ton/hektare/tahun. Bahkan produksi Hibiro 1 hingga 2,8 ton/hektare/ tahun. Itu melampaui produktivitas kebun kopi robusta di Indonesia yang rata-rata 810 kg per hektare per tahun.
