Trubus.id — Bunga telang biasa digunakan sebagai tanaman hias dan tanaman pagar sejak zaman dahulu. Dalam budidaya bunga telang pemupukan menjadi hal penting guna menunjang pertumbuhannya.
Menurut Junaidi Abd Karim, alumnus Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Khairun, Ternate, pupuk organik perlu diberikan untuk tanaman telang. Alasannya, agar bunga telang aman dan sehat saat dikonsumsi.
Junaidi meneliti pengaruh pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi bunga telang. Pupuk organik itu bernutrisi lengkap seperti 3,69% nitrogen (N) total, 3,43% difosfor pentoksida (P₂O₅) sebagai sumber fosfor, dan 3,58% kalium oksida (K₂O) sebagai sumber kalium.
Nutrisi lain berupa 6,14% karbon (C) organik, 813 ppm besi (Fe), 613 ppm mangan (Mn), 311 ppm tembaga (Cu), 471 ppm seng (Zn), dan 10 ppm timbel (Pb). Pupuk itu juga mengandung 9 ppm kobalt (Co), 130 ppm boron (B), dan 5 ppm molibdenum (Mo).
Parameter penelitian meliputi tinggi tanaman, jumlah bunga muncul, waktu keluar bunga pertama, bobot bunga basah, dan bobot bunga kering. Penelitian itu terdiri atas 6 perlakuan dan diulangi sebanyak 4 kali sehingga terdapat 24 unit perlakuan.
Keenam perlakuan itu yakni tanpa perlakuan (kontrol), pemberian pupuk organik cair (POC) dengan konsentrasi 2 ml POC per liter air, 4 ml POC per liter air, 6 ml POC per liter air, 8 ml POC per liter air, dan 10 ml POC per liter air.
Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk 10 ml POC per liter air menghasilkan tinggi tanaman tertinggi pada umur 2–9 pekan setelah tanam. Hasil pengamatan tinggi tanaman itu dapat diasumsikan, dengan perlakuan pemberian pupuk organik cair dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi tanaman.
Pasalnya, POC mengandung berbagai unsur hara makro dan mikro, seperti N, P, K, Ca, Mg, S, B, Fe, Cu, Cl, Mn, dan Mo. Unsur hara yang paling berperan dalam proses vegetatif adalah unsur nitrogen (N) dan fosfor (P).
Menurut Junaidi, unsur N dan P sangat baik untuk menopang pertumbuhan tanaman. Hasil pengamatan jumlah cabang pada umur 2–9 pekan, rata-rata perlakuan dengan konsentrasi 8 ml dan 10 ml POC per liter air menghasilkan nilai tertinggi.
Hal itu membuktikan pemberian POC meningkatkan jumlah cabang. Musababnya dalam POC terdapat beberapa unsur hara yang sangat baik, salah satunya adalah unsur N.
Hasil analisis waktu bunga muncul menunjukkan POC memberikan pengaruh nyata. Itu karena pupuk organik cair mengandung unsur hara seperti fosfor, kalium, dan mangan. Ketiga nutrisi itu menopang dan mempercepat kemunculan bunga.
Dari hasil pengamatan bobot 100 bunga basah dan kering, rata-rata perlakuan dengan konsentrasi 10 ml POC per liter air menghasilkan nilai tertinggi. Dengan kata lain, pemberian POC meningkatkan bobot basah dan kering bunga.
Tembaga dalam POC berperan membantu metabolisme karbohidrat dan protein pada bunga. Junaidi menyatakan kandungan karbohidrat, protein, dan senyawa lain dalam bunga memengaruhi bobot bunga.
Jadi, pemberian POC pada tanaman telang berpengaruh nyata terhadap parameter penelitian. Perlakuan dosis pupuk organik cair dengan kosentrasi 10 ml per liter air memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan vegetatif dan generatif. Dengan begitu, bunga telang tumbuh lebih optimal bila mendapatkan pupuk organik.
