Saturday, April 13, 2024

Pemupukan Kopi Tepat Jenis dan Tepat Waktu Rahasia Produksi Tinggi

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Produksi kopi milik pekebun di Sukamakmur, Bogor, Jawa Barat, Hendiarto Djuwandi mengalami peningkatan. Ia memanen 600 kg green beans atau kopi beras segar per hektare (ha) dengan populasi 800 tanaman.

Padahal lazimnya Hendiarto hanya memanen 100 kg per hektare. Lonjakan produksi itu berkat tepat pemupukan kopi miliknya. Menurut Hendiarto menghasilkan kopi unggul perlu perlakuan tepat, baik saat budidaya, panen, hingga pascapanen.

Tepat budidaya antara lain, tepat penyiangan dan pemupukan. Penyiangan penting dilakukan, karena gulma bisa menghambat kopi menyerap unsur hara. Penyiangan bisa dilakukan berbarengan dengan pemupukan.

Hendiarto menyiangi dan memupuk 2 kali setiap tahun, saat awal musim hujan dan akhir musim hujan. Hendiarto memberikan 1 sendok Urea per pohon menjelang musim hujan dan 1 sendok phonska per pohon saat akhir musim hujan.

Mula-mula ia membuat lubang melingkar sedalam 10 cm di bawah tajuk kopi. Di lubang itulah ia menaburkan pupuk lalu memendam dengan tanah. Hendiarto mengatakan, dengan budidaya intensif kualitas tanaman lebih baik.

Itu terlihat dari daun yang berwarna hijau cerah, dan lebat. Pada fase generatif, tanaman juga berbunga dan berbuah lebat. Menurut Hendiarto jika perawatan tepat didukung iklim hasil panen kopi tinggi bukan mustahil. Bukan hanya Hendi yang merasakan hasil panen besar berkat perawatan intensif.

Pekebun kopi di Desa Kancediwe, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan, Darjo juga mengalami peningkatan panen. Darjo menggunakan pupuk hayati produksi PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.

Dosis pupuk hayati relatif rendah, hanya 12 kilogram per hektare. Pekebun kopi sejak 1977 itu melarutkan 1 liter pupuk hayati dalam 20 liter air.  Darjo mengaduk rata, memasukkan ke dalam tangki, dan menyemprotkan ke sekujur tanaman.

Menurut Darjo waktu penyemprotan pupuk hayati pada sepekan sebelum pemupukan kimia. Frekuensinya 2 kali setahun. Total panen Darjo 2,4 ton green beans per hektare. Bandingkan dengan panen sebelumnya ketika tanpa pupuk hayati, Darjo hanya memetik 2 ton per hektare. Peningkatan produksi 400 kilogram green beans.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Rawat Si Engkong : Durian Tua Berumur 100 Tahun

Trubus.id— Pohon durian setinggi 40 m itu berdiri kokoh di lokasi penanaman durian populer seperti super tembaga, bawor, musang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img