Tuesday, November 29, 2022

Perjalanan Panjang Melawan Penyakit

Rekomendasi

Phytomedicine mengubah fungsi mereka: dari buah meja menjadi obat nan ampuhJohn Snow salah satu tokoh yang selalu dikenang oleh masyarakat Inggris.  Jasa dokter itu memang luar biasa, tidak hanya bagi masyarakat Inggris, tetapi juga dunia. Saat itu, pertengahan abad ke-18, London terserang wabah penyakit mematikan. Banyak penduduk yang mendadak keram perutnya, diare, muntah, dan beberapa hari kemudian meninggal. Ketakutan menghantui seluruh penduduk kota itu. John Snow yang saat itu berusia 30-an tahun mencoba mencari biang keladi epidemi. Nalurinya mengatakan bahwa wabah penyakit ditularkan melalui air.

Masalahnya, tidak semua penduduk di seputar lokasi epidemi itu terserang penyakit. Ada  penduduk yang aman sentosa tak tersentuh wabah mematikan, meskipun rumahnya bersebelahan dengan rumah korban.  John Snow berkeliling dari rumah ke rumah, mewawancarai keluarga korban, mendata jumlah penderita berikut lokasi rumahnya. Muncul benang merah dari kasus itu. Seluruh korban memakai air yang diambil dari pompa tangan di Broadwick Street. Penduduk yang tidak terserang penyakit ternyata memakai air dari sumber lain. Korban yang tinggal jauh dari Broadwick Street, setiap hari selalu mengambil air dari pompa itu. Kalkulasi John Snow meyakinkan pejabat berwenang, sehingga pompa tangan itupun dicabut. Wabah pun sirna dalam waktu singkat!

Naluri dan kalkulasi John Snow itu luar biasa penting bagi dunia kedokteran. Saat itu ada kepercayaan, wabah hanya ditularkan melalui udara. Tidak ada yang pernah berpendapat bahwa air bisa menjadi penyebab munculnya penyakit. Di zaman modern ini fakta itu sudah diketahui semua orang K. Namun pada masa John Snow, penemuan itu sangat spektakuler dan mennjadi landasan bagi perkembangan ilmu pengetahuan di dunia kedokteran. Sejak penemuan John Snow itu, Inggris tidak pernah lagi mengalami wabah diare akut mematikan yang disebabkan bakteri Vibrio cholerae, penyebab kolera. Sampai sekarang pompa tangan penyebab epidemi kolera pada pertengahan abad ke-18 itu masih terpasang di Broadwick Street.

 

Bertumpu masa lalu

Kemajuan pengobatan medis memang bertumpu pada pengalaman masa lampau. Di Indonesia, I Made Budi tertarik menyimak kebiasaan penduduk Papua yang ngemil buah merah waktu hidup di hutan. Penelitian intensifnya memunculkan fakta, buah merah mengandung antioksidan luar biasa banyak. Penelitian itu menjadi dasar penelitian berikut yang memunculkan keyakinan, buah merah ampuh menandingi kanker.

Ada lagi contoh lain. Dua dokter di Inggris mencoba cara ekstrem. Mereka tinggal selama 2 minggu di Alaska dan menyantap makanan sehari-hari suku Inuit. Hasilnya, menu harian suku Inuit yang berupa ikan laut, tanpa pernah menyantap sayuran, terbukti menjadi penyebab rendahnya tingkat kolesterol mereka. Kesimpulan lain yang muncul, kadar kolesterol bisa turun 30% dengan menyantap ikan laut terus-menerus selama 10 hari. Penelitian-penelitian seperti itu yang jumlahnya sangat banyak menjadi pendukung munculnya penelitian lain. Semua terakumulasi dalam sejarah perkembangan obat modern. Kutak-katik John Snow salah satu rangkaian sejarah itu.

Sejarah pemakaian sumberdaya alam seperti tanaman dan hewan untuk pengobatan sama panjangnya dengan kehadiran manusia di muka bumi.  Cina, India, Mesir, dan Assyria adalah komunitas dengan budaya pengobatan herbal yang kental. Assyria, kerajaan di Timur Tengah, berdiri sejak 2400 SM. Setua itu pulalah pemanfaatan obat tradisional menjadi kebiasaan sehari-hari di sana,

Di sejumlah tempat budaya obat tradisional tersebut dibukukan oleh para cerdik cendekia.  Catatan pengobatan tradisional di Cina sudah didokumentasikan sejak 2.500 tahun lalu. Ibnu Sina menulis tanaman obat  di bukunya yang terkenal, Canon of Medicine pada 1020. Catatan lebih tua lagi dan sampai sekarang masih dipakai adalah karya Pedanius Dioscorides dengan bukunya, De Materia Medica. Semua mengulas pengalaman ratusan tahun pemanfaatan tanaman untuk pengobatan. Dari sumbangsih pemikiran masa lalu itu, pada abad ke-18 kebiasaan memakai tanaman untuk pengobatan dialihrupakan menjadi pengobatan modern sekarang.

 

Onny UntungPhytomedicine

Jejak pemakaian tanaman menjadi obat sulit dideteksi. Phytomedicine pun tidak menggambarkan awal mula tanaman berubah fungsi menjadi obat. Phytomedicine adalah ilmu yang mengkaji manfaat tanaman untuk obat secara ilmiah. Berkat ilmu itu muncullah aspirin yang berasal dari senyawa aktif asam salisilat di kulit batang pohon willow. Ditemukan pula inulin dari akar dahlia, morfin dan kodein dari poppy, dan quinin dari cinchona. Di Indonesia, yang paling terkenal barangkali asetogenins dari sirsak dan xanthone dan kulit buah manggis.

Paling menarik jika tanaman memiliki dua fungsi. Di Taiwan, misalnya, anggrek daun menjadi industri yang menggiurkan. Bukan industri florikultura, tetapi justru untuk obat. Saat berkunjung ke nurseri anggrek daun itu, sang pemilik dengan sengaja dan demonstratif mempertontonkan cara mengonsumsinya. Dicabutnya anggrek dari media tanam, akarnya dibuang, dan hap… daunnya langsung dikunyah. Anggrek daun itu ampuh mengobati demam, tetapi indah pula dipajang di atas meja.

Dua fungsi itu pula yang dialami oleh jambu biji. Sudah sejak lama jamnbu biji Psidium guajava dikenal sebagai obat diare. Berbagai penelitian ilmiah di banyak negara membuktikan manfaatnya untuk mengatasi gangguan perut. Semua penelitian itu mempunyai kesimpulan yang sama:  efektif mengatasi diare, disentri, dan mengurangi batuk. Phytomedicine pun turut campur di sini, sehingga ekstrak daun jambu biji kini sudah menjadi obat modern, lulus uji, dan diresepkan oleh para dokter.

Fungsi kedua tentu saja buahnya. Varietas yang sedang naik daun sekarang adalah jambu kristal yang renyah dan sedikit berbiji. Seorang sahabat yang setiap hari bergelut dengan bisnis tanaman buah, Eddy Soesanto, dengan yakin berujar, ”Bisnis kebun buah yang paling menguntungkan sekarang ini ya jambu kristal. Posisi kedua srikaya new varietas.”

Ekstrak daun jambu biji untuk mengobati diare dan disentri tak akan lekang sepanjang sejarah manusia; bisnis jambu kristal jambu biji terpopuler saat ini mungkin saja akan sirna dilanda varietas baru yang lebih baik. Dua fungsi berbeda dengan dua cerita berbeda dalam satu komoditas:  jambu biji!*** (Onny Untung)

*) Onny Untung, Koordinator Pengembangan Agribisnis dan redaktur senior Trubus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img