Sunday, August 14, 2022

Kristal Penuh Aral

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

-	Mengatur waktu panen salah satu kunci mendapat jambu kristal berkualitasBeragam hambatan menghadang para pekebun jambu kristal. Di balik kesulitan, terbentang jalan keluar.

Isto Suwarno girang bukan main melihat buah-buah jambu kristal menggelayut di sekujur pohon. Tiga ratus pohon di kebunnya tengah berbuah serempak. Buah tumbuh optimal, kulit tampak mulus. Terbayang laba besar di pelupuk mata pekebun jambu kristal di Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, itu. Namun, apa lacur ketika ia memetik sebuah jambu dan membelahnya, tampaklah larva alias ulat yang bersemayam di dalam daging buah.

Panen perdana pada 2011 itu, sebanyak 50% dari  1,2 ton buah yang dipanen terserang lalat buah. Buah terlihat mulus dari luar, tapi setelah dibelah ternyata banyak ulat. Potensi kerugian Isto Rp6-juta. Lalat buah Bactrocera sp. menyerang buah anggota famili Myrtaceae itu karena Isto lalai membungkus. “Buah yang terserang lalat buah terpaksa dibuang sebab tidak layak makan,” kata Isto. Sebanyak 450 kg buah normal ia jual dengan harga Rp10.000 per kg, sisa 150 kg dibagikan kepada calon pekebun binaan.

 

Pekebun baru seperti Muhamad Nur Ali (kiri) dan Anom Wiratmoyo mulai tertarik mengebunkan jambu kristal Bungkus

Pada musim panen kedua, Isto membungkus buah menggunakan kantung plastik transparan. Pembungkusan mengurangi intensitas serangan menjadi 10%. “Namun, kantung plastik saja ternyata tidak cukup,” kata pehobi bulutangkis itu. Pembungkusan dengan plastik transparan menghasilkan buah kusam. Pekebun jambu kristal di Desa Cikarawang, Kabupaten Darmaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Muhamad Nur Ali, mempunyai pengalaman serupa.

Barulah pada musim berikutnya, Isto dan Ali membungkus buah dengan jaring stirofoam dan plastik transparan. “Warna kulit buah menjadi lebih cerah,” katanya. Menurut Chiu Wen Chi, ahli jambu kristal dari Misi Teknik Taiwan di Bogor, Jawa Barat, jaring stirofoam berfungsi meredam sinar matahari yang menimpa buah. Pembungkusan dengan plastik transparan dan jaring stirofoam menghasilkan buah berwarna hijau muda dan mulus. Hindari penggunaan plastik hitam karena menghalangi sinar matahari masuk ke buah. Aktivitas klorofil terhambat sehingga rasa buah kurang manis.

Chiu Wen Chi, spesialis jambu kristal dari Misi Teknik Taiwan di IndonesiaAnjuran Chiu Wen Chi itu cukup jitu. Sebab, kualitas buah meningkat signifikan, kulit mulus dan warna seragam. Selama setahun, Ali memanen 5 ton dari 250 tanaman berumur 4 tahun. Ali memperoleh 40% buah kualitas A yang harganya Rp15.000 per kg, 30% kelas B (Rp8.000), dan 30% kelas C. Buah kelas A jika ukuran seragam, berbobot 300 gram, mulus, dan berwarna hijau muda. Buah B berbobot 250 gram, lecet maksimal 5%. Kedua kelas buah itu terserap pasar Misi Teknik Taiwan.

Ali menjual buah kelas C ke warga sekitar kebun Rp5.000 per kg. Aral lain berupa buah malformasi, lecet, dan rasa hambar di musim hujan yang harus segera diatasi. (Andari Titisari/Peliput: Riefza Vebriansyah)

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img