Friday, May 24, 2024

Petani Kakao Di Kabupaten Soppeng Panen Biji Kakao Kering 1 Ton Per Hektare

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Petani kakao di Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Aris, menuai panen biji kakao kering 1 ton per hektare (ha). Hasil panen itu lebih tinggi dibndingkan dengan produktivitas nasional yakni hanya 0,6 ton per ha. Apa rahasianya?

Aris memanfaatkan bahan tanam unggul antara lain varietas MCC 02, MCC 01, ICCRI 09, dan Sulawesi 2. Ia juga menerapkan pemupukan berimbang antara pupuk anorganik dan organik. Selain itu menerapkan pengelolaan penaung yang baik agar pertumbuhan tanaman optimal.

Menurut Peneliti Madya di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia Fakhrusy Zakariyya, S.P., M.Sc., good agricultural practices (GAP) dapat meningkatkan produksi kebun kakao di tengah fenomena perubahan iklim.

Prinsip–prinsip penerapan GAP antara lain pemilihan bahan tanam unggul. Misal klon MCC 02, Sulawesi 1, Sulawesi 2, dan ICCRI 09. Adapun klon hibrida unggul seperti ICCRI 06 H dan ICCRI 08H.

Pemupukan berimbang secara tepat baik pupuk organik dan anorganik. Adapun pengendalian organisme pengganggu tanaman seperti hama, penyakit, dan gulma mesti secara rasional. Artinya tepat dosis dan tepat guna.

Pemangkasan tepat serta pengelolaan tanaman penaung dan tanaman sela juga mesti diperhatikan. Konservasi tanah melalui drainase dan pembuatan rorak menunjang pengoptimalan pengairan di kebun.

Adapun pemilihan bahan tanam yang tepat dan sesuai lokasi memberikan pengaruh utama terhadap produksi. Serangkaian penerapan GAP itu terbukti bisa meningkatkan produksi kebun kakao di tengah fenomena perubahan iklim.

Fakhrusy menuturkan saat ini implementasi GAP pada kakao juga dapat dipadukan dengan sistem polikultur dengan tanaman lain, baik precropping dan intercropping. Langkah penerapan sistem polikultur dapat memberikan nilai tambah ekonomis dan ekologis.

Contoh di Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara, yang menerapkan polikultur dengan tanaman jagung dan pisang sebagai tanaman sela selama tanaman kakao belum menghasilkan (berumur 0—2 tahun).

Baca selengkapnya pada Majalah Edisi 653 April 2024 mengupas tuntas Harga Meroket: Bisnis Kakao Bergairah. Dapatkan Majalah Trubus Edisi 653 April 2024 di Trubus Online Shop atau hubungi WhatsApp admin pemasaran Majalah Trubus.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Panen Cuan dari Berbisnis Domba Menjelang Hari Raya Idul Adha

Trubus.id—Peternak asal Desa Lampeji, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur, Mohammad Huda Khairon dapat menjual 4.000 domba menjelang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img