


Pemandangan menawan di baobab alley alias jalan baobab – 20 km sebelah utara Morondova, pantai barat Madagaskar – itulah yang membuat orang dari berbagai penjuru dunia datang. Mereka kerap terlihat berlalu-lalang di antara raksasa bisu itu demi mengabadikan keindahannya. Waktu terbaik mengunjunginya saat senja. Ketika itu siluet kaku baobab sangat kontras dengan warna matahari terbenam yang lembut.
Hingga kini Jalan Baobab menjadi tempat unik di Madagaskar. Ia seolah sebuah bulevar dengan barisan pohon unik di negeri antah berantah. Pantas baobab alley menjadi salah satu tempat di Madagaskar yang paling banyak diabadikan lensa. Gambarnya muncul dalam brosur, buku panduan perjalanan hingga majalah terkemuka dunia. Bagi pencinta tanaman, Jalan Baobab juga istimewa karena di sanalah satu-satunya tempat di mana sekelompok baobab tumbuh dalam kelompok teratur.
Grandidieri
Lazimnya baobab tumbuh menyendiri di tengah gurun atau dataran tandus. Di jalan itu baobab tumbuh berdekatan seperti ditanam dengan jarak tanam tertentu. Renala – sebutan baobab yang berarti ibu hutan dalam bahasa Malagasy – itu diduga sisa-sisa hutan lebat yang dulu ada. Baobab di jalan itu semula tumbuh di tengah belantara hutan. Namun, seiring pertambahan penduduk hutan dibuka untuk lahan pertanian. Hingga kemudian hutan itu tak bersisa dan hanya meninggalkan tegakan baobab. Baobab dipertahankan masyarakat lokal karena menjadi bahan makanan sangat berharga, terutama buahnya yang kaya vitamin C dan kalsium.
Nama baobab merujuk pada 8 jenis tanaman yang termasuk dalam genus Adansonia dan keluarga Bombacaceae. Enam di antaranya ditemukan di Madagaskar. Sisanya masing-masing 1 jenis ada di Australia dan Afrika. Tiga jenis yang paling banyak tumbuh di pantai barat Madagaskar: fony, grandidieri, dan za. Mereka dinamakan sesuai bentuknya. Fony menyerupai botol, dengan sisi-sisi lurus makin menyempitdi pucuk. Grandidieri biasanya lebih besar daripada fony, memiliki cabang-cabang yang ‘mekar’ pada ketinggian sama. Pohon di Jalan Baobab itu berjenis grandidieri.
Meski tingginya jarang mencapai 20 m, tapi lingkar batangnya bisa lebih dari itu. Butuh lebih dari 10 orang untuk merangkul batang baobab Adansonia grandidieri. Bagian bawah batangnya halus dan keperakan. Ia tumbuh lurus dan baru bercabang dekat puncak, membuat orang susah memanjat. Cabang besar di puncak itu seolah mekar tak beraturan, menyerupai rambut tokoh kartun yang berantakan.
Namun, yang paling aneh dari ketiga jenis itu mungkin za. Penampilannya benar-benar menyerupai pohon terbalik dengan akar menyeruak di udara. Sementara di Afrika tumbuh A. digitata; di Australia, A. gregorii.
300 liter
Rahasia kesuksesan baobab bertahan hidup di lingkungan tandus seperti di gurun pasir terpencil Australia, Afrika, dan Madagaskar terletak pada batangnya. Batangnya yang menggembung mengandung sedikit serat kayu tetapi mampu menyimpan banyak air. Setiap pohon dapat menyimpan hingga 300 liter air yang menjadi cadangan untuk hidup dalam waktu lama meski tanpa hujan. Siklus hidupnya pun panjang – kebanyakan bisa mencapai 500 tahun. Beberapa spesimen di Afrika bahkan diduga berumur lebih dari 5.000 tahun. Pantas ia disebut pula pohon panjang umur.
Karena sebagian besar baobab tumbuh menyendiri dan rentan terkena embusan angin kencang, akarnya tumbuh menghujam dalam ke tanah. Tak heran baobab mampu berdiri kokoh sekalipun di tengah amukan badai siklon. Di habitat aslinya baobab hanya berdaun sesaat di musim hujan. Saat itu pohonnya juga menghasilkan bunga besar merah jambu atau putih. Bunga-bunga itu diserbuki kelelawar dan menghasilkan buah unik seperti pohonnya.
Buah baobab berselimut bulu, menutupi cangkang keras serupa labu yangmelindungi daging buah halus di dalamnya. Di dalam daging buah yang disebut roti monyet itu terdapat biji kaya asam sitrat dan minyak. Bentuk buah bulat atau oval, menyerupai hiasan di pohon natal. Buah kaya vitamin C dan kalsium itulah yang bernilai sebagai bahan makanan bagi penduduk Madagaskar. Mereka sangat menyukainya sehingga sering membuat lubang di pohon baobab agar bisa memanjat dan merontokkan buahnya.
Masyarakat Madagaskar juga menggunakan daun baobab untuk obat. Kulit kayunya untuk membuat kain dan tali. Kayunya yang lunak untuk membuat kertas. Batang berlubang dari pohon baobab mati juga digunakan sebagai penjara, toilet, dan makam. Di beberapa wilayah Afrika, orang percaya bahwa penyair dan musisi dirasuki setan, sehingga tubuhnya akan mengotori bumi jika dimakamkan secara normal. Mereka lantas dimasukkan ke dalam pohon baobab mati sebagai makamnya.
Keunikan dan arti penting baobab juga membuatnya dijadikan bagian mitos dan legenda. Di pinggiran Morondova, spesimen luar biasa yang disebut ’baobab suci’ dipercaya tumbuh tepat di tempat seorang putri yang meninggal 800 tahun silam. Baobab suci itu kini dikelilingi vegetasi rimbun sehingga hanya bagian atasnya yang tampak menyembul di antara rerimbunan. Ada pula 2 baobab yang dijuluki ’the lovers’ atau sepasang kekasih. Itu karena terlihat batang keduanya bertautan satu sama lain layaknya berpelukan selama lebih dari 600 tahun. Kehadiran baobab suci, ’the lovers’, dan baobab alley melengkapi keindahan Madagaskar sebagai surga baobab yang terkenal di dunia.***
Siluet baobab sangat kontras dengan warna matahari terbenam yang lembut
Barisan pohon baobab di jalan berdebu sebelah utara Morondova membentuk bulevar nan indah bak di tengah negeri antah berantah, dikenal sebagai baobab alley. Lazimnya baobab tumbuh menyendiri di tengah gurun atau dataran tandus. Di jalan itu baobab tumbuh berdekatan seperti ditanam dengan jarak tanam tertentu
Cabang baobab dengan buahnya yang unik tampak seperti pohon natal dan hiasannya
Lingkar batang baobab bisa mencapai lebih dari 20 m. Batang yang menggembung itu mampu menyimpan hingga 300 liter air
Dua baobab yang dijuluki ’the lovers’ atau sepasang kekasih
Baobab suci dipercaya tumbuh tepat di makam seorang putri yang meninggal 800 tahun silam
Foto-foto: Ron Emmons
Ron Emmons
Penulis dan fotografer asal Inggris yang tinggal di Chiang Mai, Thailand. Menulis buku serta artikel seputar alam dan perjalanan diterbitkan di sejumlah media internasional
