Wednesday, June 3, 2026

Pro Kontra Diet Tinggi Lemak

Rekomendasi
- Advertisement -

Masyarakat mulai menerapkan diet ketogenik. Ada yang sukses, ada pula yang gagal.

Bahan-bahan makanan yang mengandung lemak sehat dan dapat dikonsumsi sehari-sehari.
Bahan-bahan makanan yang mengandung lemak sehat dan dapat dikonsumsi sehari-sehari.

Masyarakat mulai menggemari diet ketogenik untuk menjaga kesehatan tubuh. Diet ketogenik mengatur pola makan dengan menerapkan konsumsi tinggi lemak, konsumsi protein dalam jumlah rendah sampai sedang, serta karbohidrat rendah. Sebanyak 75—90% kebutuhan kalori harian dipenuhi dari lemak, 6—20% dari protein, dan konsumsi karbohidrat maksimal 5%. Pola makan itu sejatinya bukan hal baru.

Penemu diet itu dr RM Wilders dari Maryland, Amerika Serikat, pada 1920. Pada 1921 diet ketogenik digunakan sebagai terapi kejang pada penderita epilepsi. Beberapa bahan atau metabolit pada diet itu memiliki efek antikejang. Lemak yang jumlahnya lebih banyak berperan sebagai sumber energi utama. Kadar keton yang tinggi di dalam darah dapat mengontrol kejang. Idealnya konsumsi lemak dan protein bagi anak-anak antara 4 : 1.

Salam paham
Diet ketogenik dimulai dengan puasa selama 12—48 jam atau sampai keton urine positif kuat, dan retriksi cairan sampai 80% kebutuhan harian. Terdapat 3 tahap dalam diet ketogenik. Fase awal atau induksi, idealnya hanya mengonsumsi 20 g karbohidrat per hari dalam 1—2 pekan. Fase lanjutan atau konsolidasi, meningkatkan kadar karbohidrat sampai 50 g. Parameter lain dapat dilihat dari tidak ada lonjakan gula darah ketika konsumsi karbohidrat.

Daging mengandung 15 g lemak dan  42—78 mg kolesterol per 100 g. Sangat baik untuk menu diet ketogenik.
Daging mengandung 15 g lemak dan 42—78 mg kolesterol per 100 g. Sangat baik untuk menu diet ketogenik.

Pada fase itu bobot badan mulai turun signifikan setelah hari ke-20—30. Adapun fase terakhir diet ketogenik berupa mempertahankan pola makan dan berusaha menjaga bobot tubuh ideal, pada bulan ke-2. Pada fase itu sudah dapat mengonsumsi buah-buahan dan sayuran, tetapi tidak lebih dari 50 g per hari. Diet seperti itulah yang dijalani oleh Bobby Halim. Bobot tubuh Bobby Halim di Jakarta turun 22 kg setelah menerapkan diet ketogenik dalam 45 hari.

“Turun bobot badan hanyalah bonus yang saya dapatkan,” tutur pria 35 tahun itu. Semula anggota Komunitas Ketogenik Indonesia itu mengalami masalah dalam tubuhnya seperti buang air besar tidak lancar, keringat selalu mengalir dari tubuhnya, serta sulit tidur pada malam hari. Saat itu Bobby lazim mengonsumsi karbohidrat seperti nasi, jagung, kentang, dan roti gandum hingga 60% per hari.

Selama ini muncul pemahaman bahwa lemak menyebabkan penyakit kolesterol. Menurut dosen Kardiologi dan Vaskuler, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran, dr Rien Indra Dewi, SpJP, penyakit kolesterol timbul bukan karena banyak mengonsumsi lemak. Namun, penyakit itu muncul karena konsumsi sumber kolesterol dan karbohidrat bersamaan. Contoh seseorang yang mengonsumsi nasi, satai kambing, dan es teh manis dalam waktu bersamaan.

Dr Rien Indra Dewi SpJP dari Universitas Padjdajaran.
Dr Rien Indra Dewi SpJP dari Universitas Padjdajaran.

Karbohidrat dan kolesterol menghasilkan glukosa jika sudah masuk dalam tubuh. Metode diet ketogenik mengurangi asupan karbohidrat pada tubuh. Sifat gula mudah sekali berubah sehingga menyumbat aliran darah dalam tubuh. “Sebagian besar orang selalu berada dalam keadaan glukosis, artinya membakar glukosa dari karbohidrat untuk mendapatkan energi,” tutur Rien. Jika terus mengonsumsi glukosa dalam jumlah berlebih, maka menimbulkan penyakit-penyakit lain yang lebih mematikan.

Masalah pencernaan
Menurut ahli nutrisi dalam bidang olahraga di Medan, Provinsi Sumatera Utara, Rudy Mawer, metode diet ketogenik merupakan cara baik untuk menurunkan bobot tubuh pada penderita obesitas dengan efek samping kelelahan yang minimal. Rudy mengatakan, terdapat banyak keuntungan ketogenik seperti hasil cepat. Diet keto memiliki konsep sederhana dengan mengeliminasi satu golongan makanan (karbohidrat) dan mudah memahaminya.

Nia Deviyana di Jakarta mengatakan, selama menjalani diet ketogenik ia menghadapi masalah pencernaan. Masalah itu timbul karena kurang mengonsumsi serat atau karbohidrat. “Selain itu, saya juga mengalami kemerosotan kesehatan seperti lelah, linglung, dan sakit kepala hingga 4—5 jam per hari,” ujar Nia. Zat keton mengambil peran glukosa dalam tubuh. Hal itu menguras sumber energi yang tersedia dalam tubuh dan otak manusia.

Menurut dosen Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga, Prof Dr dr Boerhan Hidajat MKes, diet ketogenik sangat tidak dianjurkan pada penderita penyakit ginjal atau diabetes mellitus. Asupan protein akan memberatkan fungsi ginjal. Mengonsumsi makanan dengan karbohidrat tinggi sudah menjadi kebiasaan warga Indonesia. Metode diet itu akan memberikan efek “kaget” pada tubuh yang berpengaruh pada kondisi fisik dan psikologis.

Beberapa contoh kacang-kacangan yang mengandung lemak sehat 40—60 g per 110 g.
Beberapa contoh kacang-kacangan yang mengandung lemak sehat 40—60 g per 110 g.

Ia mencontohkan gangguan itu seperti sakit kepala, gangguan emosional, gangguan metabolisme tubuh, dan ketidakseimbangan hormon. “Jika ingin tetap melakukan diet itu, sebaiknya konsultasi dahulu dengan ahli gizi,” kata Boerhan. Selain itu minumlah air putih minimal 10 gelas atau 3 liter per hari. Karena keton memiliki efek diuretik yang mengakibatkan sering buang air kecil.

Pengawasan dokter
Direktur Lifestyle Medicine Clinic di Universitas Duke, Dr Eric Westman yang menjalani diet itu merasa lemas, mual, muntah-muntah. Beberapa pasiennya yang melakukan diet keto mengatakan bahwa tubuh tidak merespons makanan dengan baik. “Salah satu pasien saya mengalami kekurangan gizi yang cukup serius,” ujar Eric. Bagi perempuan, menurunkan asupan karbohidrat yang cukup drastis menyebabkan efek negatif berupa siklus menstruasi tidak teratur.

Sebagian pasien berpikir bahwa metabolisme tubuh tidak teratur selama ketosis itu bekerja. Selain itu, diet ketogenik juga dapat menurunkan kadar testosteron pada pria dalam plasma darah, tidak mendapatkan asupan mineral dan vitamin yang cukup, serta mengurangi tingkat kerja otak yang membuat pelaku hilang konsentrasi. Lazimnya orang diet dengan mengurangi jumlah makanan yang mengandung kadar lemak tinggi.

Mengurangi asupan karbohidrat menyebabkan terjadinya pemecahan lemak dalam tubuh untuk mendapatkan energi. Lemak yang dimaksud yaitu lemak sehat seperti daging, minyak ikan, dan telur. Minyak nabati dari avokad, zaitun, biji bunga matahari, serta kacang-kacangan juga menyehatkan.  Diet ketosis tidak dapat dikatakan sebuah metode yang baik atau buruk. Untuk itu harus dalam pengawasan ahli gizi atau dokter. (Tiffani Dias Anggraeni)


Artikel Terbaru

Smoothie Microgreens Brokoli untuk Menu Sarapan Praktis

Microgreens brokoli dapat menjadi pilihan tambahan sayuran segar dalam menu sarapan. Salah satu cara paling praktis mengonsumsinya ialah dengan...

More Articles Like This