Trubus.id-Keberadaan moringa di tangan Imanina Salwa Adani menjadi ragam olahan yang bermacam-macam. Tanaman yang semula hanya lazim sebagai sayur bening itu berubah menjadi camilan lezat dan bergizi. Seperti moringa milk, moribites nugget, morincies, dan mori la mian.
Imanina bersama 3 rekannya Aisy Fitri Rusmawati, Yunita Cahyani Fatikasari, dan Bryan Zake Haryanto dari Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS), Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, sengaja mengolah daun moringa menjadi aneka olahan yang menarik.
Imanina dan rekannya ingin mengenalkan kepada masyarakat cara menikmati kelor dengan olahan yang berbeda. Aneka olahan produk berbahan dasar daun moringa semakin yang berkembang, membuat konsumen gemar mengonsumsi tanaman kaya manfaat itu.
Untuk mendapatkan Moringa Milk konsumen harus melakukan pemesanan terlebih dahulu. Waktunya memang tidak menentu. Biasanya Imanina dan tim membuat pengumuman di media sosial apabila akan membuka pre-order (PO).
Waktu produksi tidak menentu lantaran keterbatasan kesibukan tim yang masih menjalankan tugas sebagai mahasiswa juga. Ditambah ketersediaan bahan baku jauh dari lokasi produksi.
Ia dan rekannya memproduksi olahan moringa di Kota Semarang. Sementara ketersediaan bahan baku daun moringa ada di Kabupaten Blora. Keduanya masih ada di Provinsi Jawa Tengah.
Tanaman kaya manfaat itu biasanya tumbuh di pekarangan rumah dengan jumlah yang tidak terlalu banyak. Kendala itu menyebabkan biaya produksi tinggi. Akibatnya harga jual juga ikut tinggi.
Namun, dengan nilai jual yang ditetapkan itu membuat Imanina semakin komitmen untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Imanina menjual moringa milk dengan harga Rp12.000 per kemasan 100 ml. Ada juga kemasan 250 ml tersedia dengan harga Rp15.000 per botol.
