Saturday, April 25, 2026

Ragam Herbal Redakan Diabetes

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Pada akhir 2021, International Diabetes Federation (IDF) dalam Atlas edisi ke-10 mengonfirmasi bahwa diabetes termasuk salah satu kegawatdaruratan kesehatan global. Sekitar 537 juta orang di seluruh dunia hidup dengan diabetes.

IDF mencatat bahwa diperkirakan populasi diabetes dewasa berusia 20—79 tahun di Indonesia sebanyak 19,4 juta orang pada 2021. Prevalensi diabetes pada usia itu 10,6%.

Sebagai alternatif untuk menurunkan kadar gula darah. Para periset meneliti tanaman obat yang berpotensi menurunkan kadar gula darah.

Wahyu Agnata Surya dan rekan dari Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas, Padang, Sumatra Barat meriset Kemangi (Ocimum basilicum).

Periset membandingkan kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan. Hasil riset menunjukkan pemberian ekstrak kemangi dengan dosis 100 mg dan 200 mg per kg bobot badan berpengaruh terhadap ekspresi gen IL-6 leukosit pada tikus model DMG.

Rasio rerata penurunan kadar ekspresi IL-6 pada kelompok perlakuan pemberian ekstrak kemangi dosis 100 mg/kgBB sebesar 0.99 mg/dl dan dosis 200 mg/ kg sebesar 0,76.

Adapun rasio rerata pada kelompok kontrol positif sebesar 1,08 mg/dl. Kemangi mengandung flavonoid dan steroid yang berperan menghambat inflamasi sehingga menurunkan ekspresi Interleukin-6.

Periset lain, Laila Sholehah dari Universitas Sebelas Maret Surakarta, meneliti potensi buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) dan belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi). Kedua buah itu mengandung flavonoid, saponin, dan tanin.

Dosis konsumsi 750 mg ekstrak buah mahkota dewa dan 375 mg ekstrak buah belimbing wuluh—semua per kg bobot badan per hari. Percobaan dilakukan pada tikus selama 21 hari.

Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan 77,25% kadar MDA——senyawa toksik—yang berbahaya untuk penderita diabetes melitus. Flavonoid dan saponin pada kedua buah menurunkan kadar MDA pada penderita diabetes melitus.

Tanaman yang berpotensi menurunkan kadar gula darah lain yakni jengkol. Riset Livia Syafnir dan rekan dari Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Universitas Islam Bandung membuktikannya.

Ekstrak etanol kulit jengkol dosis 1,5 g/ kgBB memiliki aktivitas antidiabetes yang sama dengan pembanding glibenklamid dosis 0,09 mg/200 g BB. Hasil penapisan fitokimia menunjukkan simplisia kulit jengkol mengandung alkaloid, flavaloid, tanin, kuinon, dan polifenol.


Artikel Terbaru

Kemegahan Macfrut 2026: Pameran Buah dan Sayur Internasional Resmi Dibuka, Soroti Daya Saing dan Kemitraan Global

Pameran internasional rantai pasok buah dan sayuran, Macfrut 2026, akhirnya resmi membuka pintu untuk edisi ke-43. Berlokasi di Rimini...

More Articles Like This