Monday, August 8, 2022

Raja Rempah Tetap Sentosa

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Dr Ir Dyah Manohara sarankan pengendalian penyakit busuk batang secara terpadu
Dr Ir Dyah Manohara sarankan pengendalian
penyakit busuk batang secara terpadu

Beragam cara ampuh mengatasi serangan busuk pangkal batang pada lada.

Maut itu datang perlahan. “Awalnya daun menguning, rontok, dan lama-kelamaan batang membusuk,” kata pekebun lada di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, Slamet Riyadi. Daun menguning hingga batang membusuk itu ulah serangan cendawan Phytophthora capsici. Infeksi pada pangkal batang mengakibatkan perubahan warna kulit menjadi hitam. Sebanyak 1.000 tanaman lada di lahan 1 ha itu hampir semuanya terkena serangan busuk batang.

Rekan Slamet, Agus Utoyo, menghadapi persoalan serupa. Akibat serangan itu tanaman lada berumur 15 tahun di kebun Utoyo mati. “Meski menggunakan pestisida, serangan penyakit itu tidak berkurang,” tutur Utoyo. Slamet masih beruntung, memanen 500 kg lada. Padahal, lazimnya ia menuai 1.000 kg. Harga lada saat serangan terjadi, pada 2010, Rp25.000 per kilogram. Piper nigrum yang terserang busuk batang memang masih bisa berbuah, tetapi bobot berkurang hingga setengahnya, sehingga bobotnya ringan. Padahal harga lada normal saati ini mencapai Rp50.000 per kg.

Mudah menyebar

Saat ini busuk pangkal batang tengah mewabah di berbagai sentra. Di Provinsi Lampung, misalnya, tercatat 2.539,83 ha lahan terserang busuk pangkal batang. Total luas lahan lada di provinsi berjuluk Sang Bumi Ruwajurai itu 63.945 ha.

Menurut ahli lada dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Dr Ir Dyah Manohara, spora cendawan Phytophthora capsici dapat bergerak dan berenang aktif pada lapisan air yang terdapat di dalam tanah. Itu sebabnya ia mudah tersebar melalui tanah yang terkontaminasi, bagian tanaman yang terserang atau terbawa aliran air. Kerusakan tanaman lada akibat busuk batang berkisar 10—15% per tahun.

Kepala Bagian Pelindungan Tanaman, Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Ir Jabuk MTA,  menjelaskan, busuk pangkal batang merupakan penyakit utama pada lada. Akibat penyakit itu petani bisa merugi hingga 80%. “Jika serangan fatal  bisa berujung pada kematian,” ungkapnya. Penyakit busuk batang pertama kali dilaporkan terjadi di Sekampung (Kampong Pempen), Provinsi Lampung, pada 1885 dan dikenal dengan “voetrot”.

Lalu penyakit menyebar ke sentra lada laiinya seperti Bangka, Bengkulu, Nanggroe Aceh Darussalam, Kalimantan Timur, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Jawa Tengah, dan Kalimantan Selatan. “Penyebarannya saat ini sudah di seluruh Indonesia,” tutur Dyah Manohara, alumnus Fitopatologi Institut Pertanian Bogor itu. Gejala awal biasanya daun layu yang diikuti dengan membusuknya batang. Pangkal batang yang terserang menjadi berwarna hitam. Jika lingkungan lembap, tampak lendir berwarna kebiruan.

Cegah saja

Untuk mengatasi busuk batang Slamet memberikan agen hayati Glio­cladium sp dan Trichoderma sp. Pemberiannya 1 gram per tanaman yang dibenamkan di dalam tanah. Dengan cara itu serangan berkurang 70%. Dyah menjelaskan, jika serangan busuk batang masih di bagian akar, tanaman masih bisa diselamatkan. Indikasi serangan cendawan di akar, jika dilipat tulang daunnya menjadi lemas. Penanganannya, semprotkan fungisida sistemik berbahan aktif fosetyl-Al atau golongan fosfonat. Dosis dan frekuensi sesuai label di kemasan.

Penyemprotan fungisida juga dilakukan pada tanaman di sekitarnya. Setelah 2 pekan, benamkan Trichoderma harzianum yang diberikan bersamaan pupuk kandang atau kompos 5—10 kg. “Trichoderma merupakan cendawan pengurai yang bersifat antagonis terhadap phytophthora,” ujar Jabuk. Jabuk menggunakan  1 sendok makan Trichoderma sp yang ditumbuhkan dalam 5—10 kg kompos atau pupuk kandang. Lalu fermentasikan selama satu minggu. Benamkan 5—10 kg per tanaman.

Namun, jika serangan sudah di pangkal batang yang ditandai dengan membusuknya pangkal batang tanaman anggota famili Piperaceae itu tak bisa diselamatkan. Oleh karena itu segera bongkar tanaman beserta akar, lalu bakar di tempat. Untuk mencegah serangan busuk pangkal batang meluas, siramkan 10 liter bubur bordo di bekas lubang tanam. Bahan bubur bordo 100 gram terusi, 100 gram kapur tohor atau gamping,  dan 10 liter air bersih.

Selang 3 pekan berikan agen hayati Trichoderma yang diberikan bersamaan dengan kompos. Berakan lahan selama 6 bulan tanpa penanaman. Dengan cara itu, busuk pangkal batang menjauh dari tanaman kerabat sirih itu.

Menurut Dr Ir Dyah Manohara, untuk mengendalikan penyakit busuk batang pada lada perlu pengendalian terpadu. Ia menyarankan penanaman kacang babi Arachis pintoi  sebagai penutup tanah untuk mengurangi penguapan pada musim kemarau. Hasil penelitian Dyah membuktikan bahwa kebun lada yang disiangi bersih mengalami kerusakan 50—80% lebih parah dibanding kebun yang ditanami Arachis pintoi. Sementara untuk rambatan tanaman, gunakan batang gamal Gliricidiae maculata.

Di sekitar komoditas berjuluk raja rempah-rempah itu tanamlah bawang kucai, bawang putih, atau kencur. Eksudat dari akar tanaman itu mampu menghambat perkecambahan zoospora P. capsici.Cendawan busuk pangkal batang bakal menyingkir dari raja rempah.  (Desi Sayyidati Rahimah)

Previous articleTrubus di Flona 2013
Next articleEmas Hijau Berkilau
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img