Monday, November 28, 2022

Rawat Persia

Rekomendasi

Saya ingin memelihara kucing persia. Yang ingin ditanyakan:

  1. Bagaimana cara memelihara persia yang baik?
  2. Apakah ada perbedaan merawat kucing lokal dan persia?
  3. Pakan yang paling baik untuk persia?
  4. Saya melihat persia milik seorang teman yang haid mengeluarkan darah dari dubur. Apa penyebabnya?
  5. Apakah berbahaya karena kucing menjadi suka tidur dan porsi pakannya lebih banyak?
Santi
Bekasi, Jawa Barat

Hery Marwanto

  1. Perlakukan persia seperti anggota keluarga Anda karena ia juga makhluk ciptaan Tuhan. Berikan pakan bergizi yang mengandung minimal 30% crude protein. Untuk ukuran kandang minimal panjang 90 cm, lebar 60 cm, dan tinggi 60 cm. Jangan lupa sediakan ruang bermain dengan ventilasi cukup supaya sirkulasi udara lancar. Pastikan suhu ruang berkisar 20—260C.
  2. Sediakan pula tempat kucing untuk membuang kotoran berupa litter box berisi pasir zeolit dengan ketebalan 2—3 cm. Agar sehat, berikan obat cacing sesuai dosis setiap 2—3 bulan dan secara teratur berkonsultasi dengan dokter hewan Anda untuk vaksinasi. Supaya penampilannya prima, mandikan pakai air hangat dengan sampo khusus untuk kucing minimal 1 kali setiap 2 minggu.
  3. Kucing lokal umumnya tidak pesek dan berbulu pendek. Berbeda dengan persia yang berbulu panjang dan berhidung pesek atau short nose. Karena pesek, hidung seolah berbentuk lekukan di antara kedua mata yang disebut break atau stop. Kondisi itu yang menyebabkan air mata kucing sering mengalir ke pipi dan menimbulkan noda berupa bercak-bercak cokelat bila tidak               segera dibersihkan.
  4. Berbagai macam merek pakan kucing tersedia di pet shop. Pakan itu ada yang berbentuk kering dan basah. Pakan kering sebaiknya diberikan sebagai menu utama karena mengandung protein minimal 30%. Pakan basah dipakai sebagai pakan ekstra. Pakan ekstra lain yang dapat diberikan adalah daging ayam atau daging sapi cincang yang sudah dioven atau dikukus. Jangan berikan daging mentah supaya kucing tidak terinfeksi toxoplasmosis.
  5. Umumnya pada masa estrus tidak akan terlihat gejala keluarnya cairan dari vulva. Bila keluar cairan seperti haid dari dubur, kemungkinan kucing terserang cacingan. Sebaiknya periksakan segera kepada dokter hewan.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id— “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari, Kecamatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img