Trubus.id–Siswa Konsentrasi Keahlian Teknik Kimia Industri SMKN 2 Bangkalan, Jawa Timur, berinovasi menciptakan sabun berbahan dasar daun kelor (Moringa oleifera). Mula-mula pembuatan sabun itu dengan mengolah daun kelor menjadi ekstrak alami.
Selanjutnya ekstrak itu dikombinasikan dengan bahan organik lainnya. Proses produksi secara mandiri oleh siswa di bawah bimbingan guru program keahlian.

Menurut jurnal Moringa oleifera (drumstick tree)—nutraceutical, cosmetological and pharmacological value in the most nutrient-rich plant, daun kelor mengandung senyawa aktif seperti protein (dengan asam amino seperti arginin dan serin), asam lemak omega-3 dan omega-6, vitamin A, B, C, dan tokoferol, serta mineral seperti kalsium, magnesium, natrium, dan kalium.
Selain itu, Marta Klimek dan rekan dalam jurnal Frontiers In Pharmacology mencatat daun kelor juga kaya akan senyawa polifenol, seperti asam galat, asam ferulat, dan flavonoid seperti mirisetin dan rutosida. Kandungan itu memberikan berbagai manfaat seperti antioksidan, perlindungan hati, antiinflamasi, dan antimikroba.
Nur Hazizah, Kepala SMKN 2 Bangkalan, menyatakan bahwa program itu bertujuan membentuk siswa yang tidak hanya terampil secara teknis tetapi juga peduli terhadap lingkungan.
“Kami ingin membentuk generasi yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga peduli terhadap lingkungan dan mampu melihat peluang usaha dari potensi lokal,” ujarnya pada laman Ditjen Vokasi.
Guru Teknik Kimia Industri, Apriliyati Widiyastuti, menambahkan bahwa proyek itu untuk mendorong siswa untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam menciptakan produk bernilai jual.
Menurut Apriliyati proses produksi ini sekaligus mengajarkan siswa untuk pelestarian lingkungan.
“Kami berharap sabun daun kelor ini menjadi produk unggulan daerah yang tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan,” katanya.
