Sunday, August 14, 2022

Sambilata Lawan Korona

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Seduhan daun sambilata bisa menjadi cara lain mendapatkan khasiat tanaman obat itu.

 

Bukti empiris dan klinis mengungkapkan sambilata berkhasiat antivirus. Cocok sebagai terapi pelengkap pasien Corona virus disease 2019 (Covid-19).

Ekstrak dan senyawa dalam sambilata Andrographis paniculata prospektif dikembangkan sebagai antivirus SARS-CoV-2.

Ina Kencana—yang bersangkutan enggan disebutkan nama aslinya—muram mengetahui dirinya menderita corona virus disease 2019 (Covid-19) pada Agustus 2020. Tes usap (swab test) di 2 rumah sakit berbeda menunjukkan hasil positif. “Saya tidak menyangka menderita penyakit korona,” kata warga Mampangprapatan, Jakarta Selatan, itu. Musababnya hasil laboratorium bagus dan tes rapid negatif. Kebetulan flu berat dan demam yang diderita selama beberapa hari hilang sebelum menjalani serangkaian tes itu.

Namun, foto toraks menunjukkan ada sedikit penumonia, ia tidak bisa mencium apa pun, dan badan linu. Saat itu ia merasakan firasat terkena penyakit korona. Setelah dinyatakan positif, Ina mendatangi 2 rumah sakit swasta untuk menjalani perawatan, tapi ditolak. Akhirnya ia pun melakukan isolasi mandiri di rumah. “Sebisa mungkin pola pikir saya positif. Tidak mau sakit dan mau sembuh,” kata perempuan berumur lebih dari 40 tahun itu.

Sesuai riset

Oleh karena itulah Ina mengonsumsi beragam herbal dan suplemen alami demi meraih kesembuhan. Atas anjuran dokter sekaligus praktisi herbal, dr. Prapti Utami, M.Si., Ina mengonsumsi 2 kapsul sambilata Andrographis paniculata 1 jam sebelum makan. Ia pun menggodok kencur, jahe, temulawak, dan serai dengan api kecil hingga mendidih. Kemudian Ina memasukkan air perasan lemon dan madu ke dalam ramuan yang masih hangat dan meminumnya. Frekuensi minum 3 kali sehari.

Ia selalu menggunakan bahan baku baru setiap membuat rebusan. Selang 30 menit setelah makan, Ina melahap beragam suplemen berbahan alam. “Saya juga banyak mengonsumsi buah dan sayuran,” kata karyawan swasta di Jakarta itu. Selain itu, Ina mengonsumsi obat dari dokter berupa obat antivirus dan aneka vitamin. Berjemur sambil senam pun dilakoni. Dua pekan kemudian, hasil tes usap menunjukkan negatif. Ia pun senang dengan hasil itu. Perjuangan Ina menerapkan gaya hidup sehat membuahkan hasil.

Tambahkan madu secukupnya jika seduhan daun sambilata terlalu pahit.

Kini ia tetap mengonsumsi aneka suplemen dan kapsul sambilata. Ina tidak lagi meminum air rebusan aneka rimpang karena sudah mulai bekerja sehingga tidak sempat membuat rebusan. Dosen dan peneliti bidang obat bahan alam di Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, Dr. apt. Aty Widyawaruyanti, M.S., mengatakan, “Saya rasa sudah tepat jika saat ini masyarakat menggunakan sambilata untuk adjuvan Covid-19.”

Aty mengacu pada riset ilmiah di dalam dan luar negeri yang membuktikan ekstrak dan senyawa dalam sambilata prospektif dikembangkan sebagai antivirus SARS-CoV-2. Riset teranyar guru besar Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga, Prof. Dr. apt. Sukardiman, M.S., dan rekan bertujuan mengungkap potensi fitokonstituen sambilata sebagai penghambat virus korona menggunakan metode molecular docking dan toksisitas in silico untuk membandingkan profil keamanan senyawa itu.

Hasil uji in silico dari 45 senyawa dalam sambilata sebagai antivirus SARS-CoV-2 dengan molekul target 3 Cymotrypsin Like Protease (3CL) menunjukkan terdapat 3 senyawa paling aktif dengan ikatan paling.rendah. Ketiga senyawa itu termasuk golongan flavonoid dan diterpenlakton. Ketiga senyawa itu yakni 5,4’-dihydroxy‑7‑O‑β ‑D‑pyran‑glycuronate butyl ester, 3‑O‑β‑D‑glucopyranosyl‑andrographolide, dan 7,8 dimethoxy-2’-hydroxy-5-O-β-D-glucopyranosyloxyflavon.

Sediaan kapsul sambilata praktis sehingga mudah dikonsumsi.

Aman

Kekuatan ketiga senyawa itu hampir sama dengan obat antivirus Indinavir dan Remdesivir. “Yang menggembirakan hasil uji toksisitas ketiga senyawa aktif itu termasuk relatif aman atau tidak toksis,” kata Sukardiman yang kini juga menjabat sebagai Direktur Pendidikan, Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga. Ia menuturkan perlu dilakukan uji aktivitas antivirus SARS-CoV-2 secara in vitro atau in vivo dari ketiga senyawa itu.

Saran lainnya yakni perlu dilakukan kajian pengembangan produk sambilata menjadi bentuk sediaan obat modern asli Indonesia (OMAI) dalam sediaan obat herbal terstandar (OHT) atau fitofarmaka. Tentunya semua itu berdasarkan hasil kajian in silico yang menunjukkan senyawa aktif antivirus SARS-CoV-2 berbentuk glikosida. Bahkan hasil riset Khanit Sa-ngiamsuntorn dari Fakultas Farmasi, Mahidol University, Thailand, mengungkapakan senyawa utama sambilata andrografolid terbukti antivirus SARS-CoV-2.
Dosen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Dr. dr. Nyoman Suci Widyastiti, M.Kes., Sp.PK., meyakini betul sambilata bersifat antivirus. Suci merasakan dan membuktikan langsung khasiat tanaman anggota famili Acanthaceae itu sejak 2011. Saat itu ia terdiagnosis hiperplasia endometrium. Banyak terapi alternatif untuk mengatasi gangguan kesehatan itu, tapi Suci memilih terapi natural. Ia pun menghubungi Prapti untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.

Buah dan sayuran pilihan tepat untuk menjaga imunitas tubuh.

Kebetulan Suci dan Prapti berkawan sejak lama. Prapti memberikan 3 kapsul herbal yaitu kunir putih, pegagan, dan sambilata. “Saya kerap lupa meminum herbal itu,” kata Suci. Pada 10 tahun lalu mewabah virus yang gejalanya kulit memerah, gatal, dan jari membengkak. Kejadian itu berbarengan dengan haid yang sangat banyak, ia pun meminum 3 kapsul herbal dari Prapti. Tiga puluh menit berselang, tubuh Suci gatal luar biasa terutama di kulit yang memerah.

Setelah itu diameter lesi pada kulit berkurang dan tubuh terasa nyaman. “Saya penasaran dari 3 kapsul herbal itu yang mempunyai efek terhadap lesi. Jawabannya sambilata,” ujar Suci. Ia meminum kapsul sambilata itu sesuai obat antivirus yakni setiap 5—6 jam. Hasilnya lesi di kulit menghilang dengan cepat. Asisten rumah tangga yang tertular virus itu pun merasakan khasiat sambilata. Sejak saat itulah Suci menyadari king of bitters—sebutan sambilata di Inggris—berefek antivirus. Kapsul sambilata pun selalu tersedia di rumah hingga kini.

Pelengkap

Suci menyarankan kawan dan kenalan yang terserang Covid-19 untuk mengonsumsi kapsul sambilata sebagai ikhtiar pelengkap selain obat dari dokter. Ia pun merasakan khasiat sambilata untuk Covid-19. Buktinya hasil tes usap Suci negatif. Padahal saat itu 11 dari10 dokter residen yang selalu berinteraksi dengan Suci di ruang tertutup setiap hari positif korona. Suci menyarankan para dokter residen mengonsumsi kapsul sambilata. Tidak ada paksaan, hanya bagi yang mau.

Ternyata semuanya mengonsumsi 2 kapsul herbal itu setiap 5—6 jam. Pada hari ke-4 atau ke-5 mereka menjalani tes usap evaluasi pertama dan hasilnya semua negatif. “Saya terkejut dengan hasil itu,” kata Suci. Hasi tes usap sebuah tim analis laboratorium yang mengerjakan tes usap dan PCR rutin negatif. Mereka rutin mengonsumsi kapsul sambilata. Hanya 2 orang kawan mereka yang hasilnya positif dan memang tidak mengonsumsi kapsul sambilata.

Untuk pencegahan dan daya tahan tubuh, Suci menyarankan masyarakat mengonsumsi 2 kapsul sambilata sehari setelah pulang kerja. Menurut Prapti imunitas tubuh yang baik mampu menangkal Covid-19. “Saya menggunakan sambilata dan meniran untuk imunostimulan sejak 2000. Keduanya juga memang berefek antivirus,” kata perempuan kelahiran Wonosobo, Jawa Tengah, itu. Selain kapsul, masyarakat pun bisa mengolah sambilata sendiri. Caranya rebus 10 g sambilata dan 10 g meniran bersamaan hingga mendidih.

Olahraga juga penting untuk menjaga kekebalan tubuh.

Selanjutnya geprek temulawak seukuran 2 jari, 2 keping temulawak, dan kunyit seukuran 2—3 jari ke dalam rebusan. Boleh ditambahkan serai. Setelah mendidih, kecilkan api dan tunggu 20 menit. Setelah itu ramuan siap disajikan. Minum 1 gelas ramuan itu 3 kali sebelum makan. Usahakan bahan baku yang dipakai selalu baru setiap hari agar khasiatnya maksimal. Konsumsi ramuan itu selama 2 pekan secara rutin bagi penderita korona. Setelah itu lakukan tes usap.

Jika negatif, terapi ramuan itu bisa dilanjutkan untuk pencegahan. Frekuensi minum 2 hari sekali. “Jangan lupa vitamin, mineral, dan suplemen. Sambilata menjadi bagian terapi. Pengobagan tapi herbal,” kata ibu 3 anak itu. Meski terbukti antivirus, orang yang memiliki tekanan darah rendah mesti hati-hati mengonsumsi sambilata. Alasannya roi des amers—sebutan sambilata di Prancis—berefek hipotensi. Tekanan rendah terlalu lama sangat tidak baik bagi tubuh. Sambilata juga tidak dianjurkan untuk ibu hamil dan menyusui.

Standardisasi

Menurut Aty senyawa andrografolid dalam sambilata tergantung dari bagian yang digunakan dan tempat tumbuh. Untuk menjamin khasiat fa thalaai­—sebutan sambilata di Thailand—kita harus memperhatikan bahan mentah simplisia. “Oleh karena itu, harus ada standardisasi agar produk obat herbal tradisional bisa terjamin kualitas dan keamanannya,” kata Aty. Suci menyarankan untuk membeli produk kapsul sambilata yang terdaftar di Badan Pengawas, Obat, dan Makanan (BPOM).

Bukti empiris menunjukkan hasil tes usap evaluasi pertama negatif setelah mengonsumsi kapsul sambilata dan obat dari dokter selama 4—5 hari.

Prapti menuturkan penanaman dan pascapanen menentukan kualitas sambilata. Ia hanya menggunakan daun green chireta—sebutan sambilata di Inggris—kering tapi tetap berwarna hijau. Meski batang mengandung andrografolid, tapi kandungan dalam daun paling banyak. Ia mendorong masyarakat menanam sambilata karena bisa tumbuh di mana-mana. Masyarakat bisa memanfaatkan daun segar sambilata selain sediaan kapsul.

Caranya cuci bersih daun sambilata, iris seperti teh, lalu seduh dengan 200 cc air mendidih. Konsumsi sekali sehari tergantung dari tekanan darah. Minum ramuan saat sore jika tekanan darah rendah. Dengan begitu kita bisa tidur jika kepala terasa melayang. Seduhan sambilata bisa dicampur madu atau stevia untuk mengurangi pahit. Jadi kapsul atau seduhan tergantung dari kemudahan masyarakat menjangkaunya. (Riefza Vebriansyah)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img