Monday, November 28, 2022

Scottish Terrier Si Hitam Beruban dari Scotlandia

Rekomendasi

Sekujur tubuh pun dipenuhi bulu hitam kasar. Jika dilihat lebih dekat lagi, ternyata ia beruban. “Masih muda lho. Memang dari 1800 tahun lalu bentuknya begitu,” ujar Jully Cheung, pemilik pet shop. Itulah scottish terrier, ras asal dataran tinggi Skotlandia.

Scottish boleh jadi kesohor di Scotlandia, tanah tumpah darahnya. Namun di Indonesia popularitas itu tidak menggema. Perkin, Persatuan Kinologi Indonesia, mencatat pada 1980-an scottish terrier masuk ke Indonesia untuk pertama kalinya. Setelah itu, sepanjang era 1990-an, tak terdengar kabar beritanya. Kini namanya muncul kembali setelah Jully mendatangkannya dari Korea pada Maret 2005.

Bersama Christine Widjaya dari kennel Legacee, Jully memboyong scottish brindle—campuran cokelat, kuning dan perak—dan hitam. Scottish kuning ditinggal di tempat asalnya. Warna boleh berbeda, tapi sifatnya sama. Kepala panjang, tidak proporsional dengan tubuhnya yang kecil. Kaki pendek. Saat menatap, matanya yang bulat hitam terlihat sayu. Kupingnya yang pendek akan terangkat ketika ia melihat ada obyek yang menarik. Meski bertubuh kecil scottish bertulang kuat.

Sosok unik

Sosok seperti itulah yang menggoda Jully. Saking terpesonanya ia langsung memboyong anjing aberdeen itu sebanyak 6 ekor: 1 jantan dewasa, 4 betina dewasa, dan 1 anak jantan. Umur mereka berkisar 1,5— 3 tahun. Dua di antaranya dibawa Jully ke pet shop-nya. Hanya dalam waktu 5 bulan, 2 anak laku terjual Rp30-juta/ekor.

Seperti saudaranya, west higland terrier dan crain, scottie—sebutan scottish terrier—memiliki naluri berburu. Awalnya ia dipakai untuk memburu binatang penggali liang seperti tikus. Ketika buruannya masuk ke lubang, ia akan menggali lubang itu sambil menggonggong terus-menerus. Gonggongannya berhenti setelah buruan tertangkap. Seiring perubahan zaman, berubah pula fungsi scottie. Kini ia dipelihara sebagai anjing rumah.

Kegemarannya bermain membuat ia cocok dengan anak-anak. ”Malah Bugsy (nama anjing milik Jully, red) yang takut sama anak saya. Ia yang lari dikejar anak saya,” ujar Jully. Scottish terrier tak memerlukan lahan luas untuk bermain. Ia hanya membutuhkan kawan bergulat.

Cara rawat

Seperti daerah asalnya, scottie membutuhkan suhu dingin. Bila kepanasan ia cepat lelah dan membutuhkan banyak minum. Kendala lain bulu akan mudah rontok. ”Itu terjadi pada jenis brindle. Terpaksa semua bulunya saya cukur,” ujar Jully. Beberapa jenis scottie mudah terserang kejang, penyakit willebrand, alergi kutu, kulit, dan sakit rahang, yang menyulitkan pergerakan mereka. Untuk itu perlu diperhatikan kebersihan dan kondisi lingkungan. Sampai saat ini Jully masih menempatkan keenam scottish-nya dalam ruangan ber-AC.

Soal perawatan, jenis itu tergolong tidak rewel. Paling penting diperhatikan adalah cara grooming. Scottie berbulu kasar sebaiknya dua kali disisir selama s e m i n g g u . Apalagi sebelum dimand i k a n . “Supaya tidak jimbet—kusut ,” ujar Jully. Bulu halus yang menutupi bulu dalam harus dibuang agar bulu terlihat rapi dan menjaga keaslian dasar bulu. Jully sengaja membeli pisau stripping k h u s u s yang harus diimpor dari Th ailand. “Ini pisau khusus yang biasa dipakai untuk anjing berbulu kasar. Saya juga baru tahu dari teman,” katanya.

Bulu halus di-stripping, sampai bulu luar yang kasar bertekstur lebih halus dan terlihat rapi. Selanjutnya dikikis lagi dengan batu apung yang juga masih diimpor dari Th ailand. Itu untuk mengambil akar yang tidak tercabut saat kikisan pertama. Grooming sebaiknya dilakukan seminggu sekali. Untuk menjaga agar bulu tak terus tumbuh panjang, setahun dua kali dilakukan pemangkasan.

Perawatan lain, seperti pemberian pakan dilakukan dua kali sehari. Saat kuku mulai panjang harus segera dipotong. Ini perlu karena scottie suka menggali. Pembersih kuping dilakukan setelah mengikis bulu halus.

Dengan perawatan yang baik, Jully sukses meraih prestasi. Bugsy, scottie kesayangannya mendapat gelar 1 BOB (best of breed) dan 1 CC (challenge certifi cate) mayor. Pada September di Surabaya, ia merenggut gelar Ina. Ch. Harapan sang pemilik, scottishnya menghasilkan anakan lokal yang mampu bersaing dengan saudaranya dari luar negeri. (Lastioro Anmi Tambunan)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img