Monday, November 28, 2022

Sebutir Kacang Seribu Kelezatan

Rekomendasi

Pembeli dari berbagai bangsa menjadikan camilan lezat itu sebagai buah tangan ke tanah air. Banyak juga yang menikmati saat menunggu penerbangan.

Itu pula yang Trubus lakukan usai meliput di Bahrain (negeri di antara 2 lautan, red) beberapa waktu lalu. Setelah mencicipi dan pas gurihnya, 2 kg pistachio jadi buah tangan. Ahmed yang berjubah dan mengenakan kafi yeh, penjaga gerai, menyodorkan kacang setelah Trubus membayar sekitar Rp235.000. “Gila, mahal amat!” ujar seorang rekan ketika mengetahui harga itu.

Tak apalah. Di balik tempurung yang keras, rasa kacang pistachio memang lezat. Tak berlebihan jika fustuk halibi—sebutan di Bahrain—banyak dimanfaatkan untuk berbagai menu. Di Mesir Pistacia vera itu dijadikan bahan baku puding om ali. Sedangkan di Arab Saudi, pistachio kerap dimanfaatkan sebagai bahan pancake ataif.

Tertawa

Sebagai camilan ia cukup dipanggang dan ditaburi sedikit garam atau lemon. Saking enaknya sampai-sampai kacang pistachio dibuat belila, menu khusus untuk merayakan tumbuh gigi bagi anak-anak. Pun gigi para orang tua yang tak lagi kokoh. Sosok pistachio seperti melinjo. Ia tumbuh mengelompok di sebuah ranting. Kulit buah merah muda dan bertekstur halus. Tempurung berwarna cokelat keabu-abuan.

Tenaga ekstra tak diperlukan untuk mengeluarkan kacang dari tempurung. Ketika matang tempurung bakal membuka dengan sendirinya. Bentuknya jadi seperti wajah yang tengah tertawa. Mungkin karena itu masyarakat Iran menyebutnya khamdan yang berarti tertawa. Kacang pistachio mesti disimpan di wadah kedap udara agar enak dinikmati. Penggemar ngemil bakal kecewa bila tanaman asal Levant, Turki, jadi lembek lantaran ditempatkan di stoples terbuka.

Di Iran dan Turki, pistachio dijajakan dalam keadaan terkelupas dan utuh dalam tempurung. Kacang yang baru saja dipanggang hangat-hangat dipak dalam kotak yang dibungkus kertas. Itu saja belum cukup. Para penjaja di sana mempermanis dengan pita. Untuk kado, boleh juga. Sebutan pistachio dipinjam dari bahasa Persia: pesteh yang berarti kacang. Sejarah mencatat sejak 7.000 tahun SM ia sudah dikonsumsi. Pada abad pertama pistachio diintroduksi ke Eropa oleh orang-orang Romawi.

Rasa susu

Kacang beraroma tajam, juicy, dan rasanya mirip susu merupakan ciri khas hazelnut ketika muda. Al Rifai hanya menyediakan olahannya. Sekilo hazelnut dijual Rp107.000. Penganan yang kaya protein itu kian manis saat matang dan mengering. Corylus colurna itu dijajakan kupasan atau terbungkus tempurung. Dipanggang sesaat tempurung sudah terbuka.

Ahli kuliner Timur Tengah acap memanfaatkan bunduk—sebutan di sana—sebagai campuran roti, biskuit, dan nasi. Di Syria dan Lebanon hazelnut yang digoreng bersama bawang putih disajikan dengan ikan dan kerang-kerang. Menu itu populer sebagai toratorlu. Kacang gurih itu berasal dari Anatolia dan daerah pantai Laut Hitam.

Hingga saat ini di pantai Laut Hitam hazelnut masih tumbuh. Dari sana dituai 300.000 ton per tahun. Panen lazimnya jatuh pada Agustus—Oktober. Saat itu hazelnut mewarnai tepian jalan atau menumpuk di pinggir-pinggir ladang. Turki tercatat sebagai produsen terbesar hazelnut di dunia. Selain kacang yang gurih, kayunya dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pengobatan tradisional.

Raja kacang

Durian boleh saja menjadi raja buah. Gelar raja kacang-kacangan disematkan kepada walnut yang hidup sejak zaman prasejarah. Nama ilmiahnya Juglans regia berarti oak—sejenis pohon pinus—milik Jupiter. Jupiter dikenal sebagai mahadewa dalam mitologi purba yang berkembang di Romawi.

Kacang walnut kerap dimanfaatkan sebagai campuran roti atau puding seperti dalam menu kalburabatsi. Bolu walnut direndam dalam sirup sebelum disantap. Ada lagi menu fesenjan, kacang walnut dihancurkan dan dihidangkan bersama delima. Kehadiran sang raja kacang memperkuat cita rasa sebuah hidangan.

Saat muda kacang berwarna hijau dan amat masam. Begitu mengkal tanaman khas Timur Tengah itu mulai dapat dinikmati. Kacang matang sangat berminyak dan agak pahit. Ia dibungkus oleh tempurung berwarna kecokelatan. Tekturnya berlekuk-lekuk membentuk alur mirip otak. Itulah sebabnya masyarakat Afganistan menyebutnya charmargh alias 4 otak. Tak jelas duduk perkara mengapa angka itu dibawa-bawa.

Percepat tumbuh

Dibanding jenis kacang lain, kandungan minyak chestnut relatif rendah; pati, tinggi. Pantas ia dimanfaatkan sebagai bahan pangan pengganti kentang ketika musim dingin tiba. Ingin menikmati chesnut dengan nuansa berbeda? Di jalanan wilayah Mediterania kacang yang sudah terpisah dari cangkang dipanggang dengan arang membara.

Kastana—sebutan di Bahrain—kerap diolah dengan daging biri-biri. Campuran itu diletakkan di atas nasi yang dicetak menggunung. Itulah makloub, sebuah menu istimewa bagi masyarakat Palestina. Di Bursa, Turki, lahana dolmasi disajikan berupa chesnut rebus dibungkus daun kol. Rasanya lembut

Itu sebabnya para bangsawan Persia, seperti ditulis sejarawan Yunani Xenophon—acap memberikan Castanea sativa kepada anak-anaknya. Tujuannya, agar sang penerus generasi itu cepat tumbuh. Chestnut terbaik di dunia berasal dari Izmir dan Bursa. Buah berbentuk bulat, berwarna hijau, dan berbulu. Musim panen bertepatan pada Oktober—November.

Renyah

Almon merupakan kacang lain yang dijajakan Al Rifai’. Loz—nama lainnya—sebetulnya dapat juga dikonsusmsi ketika segar. Saat itu cangkangnya belum mengeras. Ekstrak kerabat persik dan aprikot itu kerap dibikin puding atau minuman. Sebelum dijajakan biasanya Prunus amygdalus itu direbus hingga mendidih. Lima menit berselang kulit kecokelatan yang membungkus kacang perlahan merenggang.

Di bawah aliran air, kulit digosok dengan tangan sehingga lebih mudah mengelupas. Kini kacang yang tampak putih itu selama 10 menit dioven pada suhu 200oC. Diberi sedikit garam, kacang yang berubah kecokelatan telah menjadi kudapan renyah yang gurih.

Selain kacang-kacang khas Timur Tengah seperti di atas, Al Rifai’ juga menyediakan penganan yang populer di Indonesia. Contohnya kacang jambu mete yang dibandrol Rp167.000 per kg. Hampir 3 kali lipat dari harga di tanah air. Bisra abbad al shams alias biji bunga matahari, biji waluh, dan melon pun tersedia. Indonesia sebetulnya pun kaya kacang seperti melinjo, kedelai, atau ketapang. Sayang, industri belum sepenuhnya melirik mereka. (Sardi Duryatmo)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id— “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari, Kecamatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img