Tuesday, July 23, 2024

Sembilan Strategi Panen Padi Empat Kali Setahun

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Program indeks pertanaman (IP) 400 kian diminati petani di Indonesia. Program intensifikasi penanaman 4 kali setahun merupakan solusi dari berkurangnya sawah karena alih fungsi lahan serta pertambahan penduduk. Berikut strategi panen padi 4 kali setahun.

  1. Pola tanam 4 kali padi per tahun menggunakan varietas unggul sangat genjah (VUSG) berumur < 90 hari dari semai hingga panen. VUSG yang dianjurkan antara lain Silugonggo, Dodokan, Inpari 1, dan Inpari 32. Pilihan lain menggunakan varietas genjah berumur 90—105 hari dari semai hingga panen. Contohnya Ciherang, Mekongga, Cigeulis, Situ Bagendit.
  2. Pergiliran varietas dilakukan setiap musim tanam. Contoh MTI menanam varietas Silugonggo, sedangkan pada MT II membudidayakan varietas Ciherang. Tujuannya mencegah ledakan hama dan penyakit tertentu dan juga menyesuaikan kapan produksi tertinggi.
  3. Semai dengan sistem culikan atau dapog yang dilakukan 15—20 hari sebelum panen. Lokasi semai di luar sawah dengan luasan 5% dari luas rencana penanaman padi berikutnya . Persemaian dapog dibuat dalam kotak dengan media tanah dan pupuk organik perbandingan 1:1. Benih yang digunakan sekitar 20 kg per hektare.
  4. Pengolahan dilakukan 7 hari setelah panen. Pengolahan lahan dilakukan untuk membalik tanah agar bersih dari gulma dan hama dalam tanah. Pengolahan tanah sama dengan pengolahan tanah pada umumnya.
  5. Pengairan tersedia sepanjang tahun.
  6. Pemupukan berimbang, diaplikasikan 3 kali salam satu musim tanam. Pemupukan berimbang sesuai rekomendasi yaitu 250 kg/ha Urea, 250 kg/ ha NPK, serta 500 kg/ ha pupuk organik dibagi menjadi tiga dosis sama rata. Waktu aplikasi saat olah tanah; 7—10 hst, dan 21—25 hst.
  7. Pengendalian hama dan penyakit dengan mengendalikan gulma atau penyemprotan insektisida jika populasi hama terlalu banyak. Pengendalian hama terpadu, bukan daerah endemik hama atau penyakit serta perlindungan tanaman dilakukan secara intensif.
  8. Pemanenan yang baik yaitu dengan memotong 20 cm padi dari bawah agar tanah dapat segera ditanami. Panen harus dilakukan dengan memperhatikan umur padi. Idealnya pemanenan saat gabah matang fisiologis ditandai dengan kadar air gabah 22—26% atau 90-95% gabah dari malai sudah kuning. Agoes menggunakan sabit bergerigi sebagai alat panen karena itu salah satu kunci penting yang meningkatkan kapasitas pemanenan dan menekan kehilangan hasil. Panen dengan sistem “keroyokan” perlu dihindari karena banyak mengalami kehilangan hasil. Umur panen yang belum optimal dan tidak seragam akan menurunkan mutu beras dan rendemennya.
  9. Pascapanen dilakukan dengan menggunakan mesin untuk merontokkan padi agar hasil panen tidak terbuang banyak. (Sumber: Agoes dan kelompok tani (poktan) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur)
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Pakai IoT di Kebun Jeruk, Hasil Panen Optimal

Trubus.id—Penggunaan internet of things (IoT) untuk pertanian turut membantu meningkatkan hasil panen dan kualitas produk. Pekebun jeruk di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img