Sunday, August 14, 2022

Serama Jawara di 3 Kota

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Klangenan milik Edy Yuwono dari Kediri itu tampil istimewa. Gayanya atraktif di atas catwalk berdiameter 1,5 m. Begitu menjejak karpet merah, dadanya langsung membusung dan lehernya kadang bergetar. Serama itu seringkali mengangkat satu kaki sambil mematung yang mengundang tepuk tangan penonton. Pantas saja kedua juri dari negeri jiran itu jatuh hati. Panji Laras sukses mengalahkan 10 kampiun dari kelas berbeda.

Di kelas jantan dewasa A berbobot kurang dari 360 g, Rising Star milik SP Serama, Sidoarjo, Jawa Timur, sukses menyabet tempat terhormat dengan mengalahkan Kombang Ali-ali milik Agus Suharti dari Yogyakarta. Di kelas jantan dewasa B berbobot 360—500 g, Joyo Pusoko, masih klangenan Agus Suharti, menyabet tempat terhormat dengan mengalahkan Cobra milik Idank dari Pamekasan, Madura, dengan selisih satu suara.

Pertarungan seru juga tampak di kelas tanpa lawi. Panji Laras yang dinobatkan sebagai BOB sukses menyingkirkan Spirit Stopa asal Malaysia milik Mustofa. “Stopa kalah lincah dan kurang aktif di catwalk,” tutur Sahasdi.

Meriah

Gelaran ISC 2011 di pendopo Keraton Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada 2—3 April 2011 berlangsung meriah. Kontes yang digelar atas kerja sama Said Abullah Institute, Kelab Pengadil Serama Kelantan, Malaysia, Seramadura Klub, dan Tabloid Agrobis itu membludak diikuti 166 peserta dari Madura, Surabaya, Medan, Jakarta hingga Malaysia. Lomba dibuka oleh Bupati Sumenep KH Drs Abuya Busyro Karim Msi dan Sahasdi bin Yusoff sebagai Pegurus Ayam Serama Kelantan, Malaysia, memberi sambutan.

Menurut Januar Herwanto, ketua panitia ISC 2011, kontes bertujuan menggairahkan serama Indonesia, juga ajang bertukar informasi antarhobiis Indonesia dan Malaysia. “Acara ini juga dirangkai dengan diklat penjurian yang diikuti 23 peserta,” kata Januar.

Sahasdi begitu terkesan dengan antusiasme hobiis serama di Indonesia dan berharap dapat bekerja sama memajukan serama di kedua negara. Sahasdi pun turut menyumbang saran untuk kemajuan kontes. Menurutnya, pemakaian gelang kaki tak perlu dilakukan karena akan merusak konsentrasi ayam. Hal lain, “Yang perlu diperhatikan pada lomba, selain faktor gaya adalah aksesori seperti lawi dan bulu bagian paha sehingga performa ayam terlihat menonjol,” ungkap ketua Pengurus Ayam Serama Kelantan itu.

Meriah

Nun di Bekasi, Jawa Barat, juga digelar kontes ayam serama Bekasi Cup I pada 27 Maret 2011. Acara yang digawangi oleh Persatuan Ayam Serama Indonesia Raya (Pasir) itu diikuti lebih dari 100 peserta. Pada kelas

jantan utama (bobot di bawah 400 g) Legacy Galaxy milik Don Ralls sukses menyabet juara pertama. Di kelas jantan madya berbobot di atas 400 g, tempat terhormat dikuasai Jenggo milik Sugi dari Jakarta.

Pada lomba itu muncul kelas baru yaitu kelas jawara. Menurut H Tafsirudin Nuretan, panitia, kelas ini dikhususkan bagi serama yang pernah juara. “Supaya distribusi pemenang merata dan tidak hanya dikuasai ayam tertentu,” tutur Tafsirudin. Kelas yang diikuti 12 peserta itu, menabalkan Zeus sebagai BOB. Pesaingnya kebanyakan berguguran lantaran meloncat dari meja.

Maraknya kontes serama juga terlihat di Kota Gudeg Yogyakarta, yang menggelar Suharti Cup 2011 pada 17 April 2011. Acara yang disponsori oleh Rumah Makan Ayam Goreng Suharti itu diikuti sekitar 300 peserta. “Ini di luar perkiraan kami bahwa animo peserta luar kota juga besar,” ujar Tomo Megiri, panitia lomba.

Pada lomba di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta itu, Tsunami klangenan milik Edy Sebayang dari Jakarta sukses merengkuh tempat pertama di kelas jantan dewasa A dengan mengandaskan Chivas Regal dari Kudus. Sementara di kelas dewasa betina, Cleopatra milik Yusuf Dori dari Jakarta mampu mepertahankan gelar setelah sebelumnya sukses menyabet juara pertama di Kontes Bekasi Cup I pada 27 Maret 2011.

Di partai puncak gelar terhormat BOB menjadi milik James Bond, jawara kelas muda jantan milik SP Serama, Surabaya. “Penampilannya atraktif di panggung,” tutur Ir Rudiasfie Sjofinal salah seorang juri. Ia sukses menyingkirkan 7 jawara kelas lain. (Faiz Yajri/Peliput: Tri Istianingsih)

Keterangan foto

  1. Tanpa lawi, Panji Laras BOB di Madura
  2. Para pemilik serama jawara kontes Madura
  3. James Bond, BOB di Yogyakarta
  4. Legacy Galaxy, jawara kelas utama kontes Bekasi
  5. Zeus, BOB di kontes Bekasi
  6. Jenggo, jawara kelas madya kontes Bekasi
  7. Rising Star, jawara kelas dewasa B di Madura
  8. Joyo Pusoko, jawara kelas dewasa B di Madura
  9. Mayangsari, jawara kelas betina di Madura
  10. Oscar, jawara kelas muda di Madura
  11. Spirit Stopa, juara II tanpa lawi di Madura
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img