Sunday, November 27, 2022

Siaga Satu Musuh Bersama

Rekomendasi

Peringatan itu datang melalui mesin faksimili. Tentang prediksi hama dan penyakit yang mengintai padi, cabai, dan kacangpanjang sepanjang 2012.

 

Para periset di Klinik Tanaman, Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, memprediksi penggerek batang, wereng cokelat, dan penyakit kresek menjadi perusak utama tanaman padi pada 2012. Patek dan virus kuning musuh pekebun cabai. Sementara petani kacangpanjang bersiap-siap menghadapi serangan virus bean common mosaic virus (BCMV) (lihat ilustrasi). Prediksi itu berdasarkan data serangan pada 2011, hasil pemantauan para periset ke lapang di Pulau Jawa, dan prakiraan iklim pada 2012. Surat serupa juga beredar di dunia maya.

Benar saja, pada Januari 2012 penggerek batang padi menyerang sebanyak 750 m2 sawah di Desa Sukahaji, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Duriat, si pemilik lahan, menuturkan serangan menyebabkan tanaman kerdil dan batang memerah. Beruntung pria kelahiran 1969 itu langsung menyemprotkan insektisida berbahan aktif fipronil sehingga serangan tidak meluas.

Musuh padi

Terdapat enam spesies hama penggerek batang padi di Indonesia. Di antara mereka, penggerek batang padi kuning Scirpophaga incertulas musuh utama pada 2012. Petani juga mesti mewaspadai serangan wereng cokelat dan penyakit kresek. Pada periode 2010 2011, wereng menjadi musuh paling merusak. Serangan wereng cokelat pada periode itu menyebabkan 50 hektar sawah di Desa Kanigoro, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, gagal panen.

Sejatinya Nilaparvata lugens itu bukan termasuk hama sebelum 1960-an. “Perubahan sistem budidaya padi seperti penggunaan insektisida berlebihan menjadi pemicu serangan wereng cokelat,” ujar buru besar Ilmu Hama Tanaman Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Ir Aunu Rauf MSc.

Penyemprotan insektisida berlebih tidak tepat sasaran. Bukan saja wereng mati, musuh alami seperti laba-laba, kepik, dan kumbang menemui ajal. Petani lazim memanfaatkan pestisida berbahan aktif buprofezin, imidakloprid, atau fipronil untuk membasmi wereng cokelat. Menurut Peneliti Utama Hama dan Penyakit Tanaman Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Prof Dr Ir Baehaki Suherlan Effendi hama wereng pada padi merupakan siklus 12 tahunan.

Sekali tanaman terserang wereng, petani bagai sudah jatuh tertimpa tangga pula. Sebab hama itu juga menularkan penyakit virus kerdil rumput dan kerdil hampa. Harapan Gafur menuai 30 ton gabah basah di lahan seluas 2 hektar pupus saat wereng menyerang pada April 2011. Akibatnya hasil panen kurang dari 2 ton gabah basah. Saat itu ia menanam padi varietas ciherang. Petani padi sejak 1995 itu sudah 2 kali merugi karena wereng.

Baihaki menyarankan penggunaan padi tahan wereng seperti inpari 13. Tidak hanya tahan hama dan penyakit, varietas hasil rakitan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) itu berproduktisi tinggi, mencapai 8 ton per ha, dan nasinya pulen. Penanaman sebaiknya serempak. Sebab dengan menanam serempak, berarti waktu panen bersamaan juga. Itu mengurangi pakan wereng sehingga populasi wereng terkendali.

Ancaman cabai

Nun di Kaningbukit, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat, Hendra Rusdi merugi karena antraknosa atau penyakit patek menyerang tanaman cabai Capsicum annuum pada Juni 2011. Serangan cendawan Colletotrichum capsici dan C. gloesporioides itu membuat buah terserang berwarna kuning kecokelatan, mengerut, dan mengering.

Cendawan itu berkembang pesat saat kelembapan udara tinggi dan suhu rendah terutama di musim hujan. Hendra menyemprotkan pestisida berbahan aktif fluopikolid 6% dan propineb 66,7%. Ia mencampur 15 sendok makan pestisida ke dalam 300 liter air untuk 0,5 hektar lahan. Penyemprotan setiap 4 hari sekali sebanyak 4 kali. Apa lacur, upaya itu gagal, “Antraknosa malah semakin merajalela,” kata pria kelahiran 1982 itu.

Hendra hanya bisa menuai 3 ton cabai; setengah dari hasil panen seharusnya yang bisa mencapai 56 ton. Serangan patek kembali datang setelah panen ke-18 pada penanaman kedua pada Desember 2011. Untuk mengatasi patek, “Cabut dan bakar tanaman sehingga tidak menyebar ke tanaman lain,” ucap Kepala Klinik Tanaman Institut Pertanian Bogor, Dr Ir Suryo Wiyono MScAgr.

Dr Ir Widodo MSi, mantan kepala Klinik Tanaman IPB, menuturkan serangan patek bisa dicegah sejak awal tanam. “Pilih benih yang sehat dan rendam selama 12 jam dalam larutan plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) atau bakteri perakaran pemacu pertumbuhan tanaman (BP3T),” kata Widodo. Pekebun bisa memanfaatkan akar rumput gajah, gula merah, kapur sirih, dan terasi atau kedelai untuk membuat PGPR. (lihat ilustrasi) PGPR juga bisa diaplikasikan dengan menyiramkan campuran 1.600 cc PGPR dalam 160 liter air ke lahan. Pengulangan pada 15 hari setelah tanam. PGPR berfungsi menekan perkembangan penyakit (bioprotectant), memproduksi fitohormon (biostimulant), dan meningkatkan ketersediaan nutrisi bagi tanaman (biofertilizer).

Petani kacangpanjang di Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Daud Supiandi, hanya memanen 5 ton polong Vigna sinensis itu. Mestinya ia bisa menuai 10 ton kacangpanjang dari lahan seluas 1 hektar. Daud gagal panen karena muncul karat cokelat pada daun dan buah pada pertengahan 2011. Selain karat cokelat, bean common mosaik virus (BCMV) merupakan momok bagi petani kacangpanjang.

Menurut Suryo Wiyono, untuk mencegah serangan pekebun perlu menyehatkan lingkungan. Penggunaan bahan organik di lahan memacu berkembangnya predator dan meningkatkan keragaman mikroba tanah. “Jika tanah sehat, tanaman jadi kuat,” ujar dosen di Departemen Proteksi Tanaman Institut Pertanian Bogor itu. Dengan begitu tanaman aman, petani nyaman. (Riefza Vebriansyah)


Keterangan foto

  1. Serangan BCMV berawal di Karawang pada 2009
  2. Kelembapan tinggi memicu serangan patek
  3. Dr Ir Suryo Wiyono MSc Agr: pada 2012 padi, cabai, dan kacangpanjang rawan serangan hama dan penyakit

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Empat Gabus Hias yang Cocok untuk Pemula

Trubus.id — Pehobi pemula perlu memahami jenis gabus hias atau channa. Hal ini karena masing-masing gabus hias memiliki tingkat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img