Friday, January 16, 2026

Sri Rejeki Sumber Rezeki

Rekomendasi
- Advertisement -

Pasar menunggu pasokan aglaonema. Saat ini waktu yang tepat untuk memperbanyak si ratu daun.

Aglaonema pictum tricolor disukai pasar mancanegara karena berwarna eksotis. (Dok. Trubus)

Trubus — Tren aglaonema tengah menguat sejak beberapa tahun belakangan. Terutama ketika pandemi. Banyak nurseri dan pehobi yang kehabisan stok tanaman kerabat anthurium itu. Pasar lokal dan mancanegara memburu aglaonema. Konsumen menyukai aglo—sebutan beken aglaonema—lantaran memiliki ragam warna dan corak. Pembeli mancanegara menyukai aglaonema berwarna hijau, sedangkan pasar lokal menghendaki kelir cerah seperti merah.

Pasar dalam negeri menyenangi aglaonema berwarna cerah seperti merah. (Dok. Trubus)

Aglaonema pictum ‘tricolor’ yang berhabitat di Indonesia salah satu aglo favorit pehobi di negara empat musim. Hingga kini pasar global menunggu pasokan pictum meski stoknya makin menipis. Oleh karena itu, perbanyakan aglaonema seperti pictum salah satu usaha yang menjanjikan saat ini. Lazimnya indukan aglaonema menghasilkan 2—4 anakan setiap dua bulan. Sekitar 10 hari kemudian anakan yang sudah dipindah ke pot bisa dijual.

Direktur Utama CV Minaqu Indonesia, Ade Wardhana Adinata, S.E., M.M., mengatakan, kelebihan berkebun aglaonema antara lain mudah dikembangkan, tidak memerlukan lahan luas, dan modal yang diperlukan relatif terjangkau. Ade menjual pictum US$30 per tanaman setara Rp420.000 jika kurs $1=Rp14.000 kepada konsumen mancanegara. Berikut ini hitung-hitungan usaha perbanyakan aglaonema. (Riefza Vebriansyah)

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img