Wednesday, August 10, 2022

Surga di Timur

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Penghuni Indonesia TimurKeluarga Psittacidae yang menghuni tanahair itu terdiri dari jenis nuri (nuri ara, nuri raja, nuri macan, dan nuri kate), kasturi, perkici, kakatua, serindit, serta kring-kring. Sebanyak 12 jenis paruh bengkok endemik di Maluku. Kakatua putih Cacatua alba, misalnya, endemik di Kepulauan Maluku Utara meliputi Halmahera, Tidore, Ternate, dan Bacan. Begitu juga kakatua besar jambul kuning Cacatua goffini dari Pulau Tanimbar.

Yang paling terkenal adalah kakatua maluku Cacatua moluccensis. Kakatua berjambul besar dengan warna merah muda saat tegak, hanya ditemukan di Maluku Selatan seperti Pulau Seram, Ambon, Pulau Haruku, dan Saparua. Kakatua lain yang terdapat Indonesia timur adalah kakatua rawa Cacatua sanguinea di Papua, kakatua koki Cacatua galerita (Papua), dan kakatua-kecil jambul-kuning Cacatua sulphurea (Sulawesi dan Bali).

Total ada 7 jenis kakatua di tanahair dari 13 jenis yang tersebar di berbagai negara. Dari ketujuh jenis kakatua itu penampilan kakatua raja Probosciger aterrimus paling menarik. Kakatua sepanjang 60 cm asal Papua itu memiliki bulu hitam, kontras dengan warna pipi merah merona. Paruh kakatua raja besar dan panjang sehingga dapat memecahkan biji-bijian berkulit keras seperti biji ketapang.

Warna-warni

Beragam jenis nuri berwarna mencolok pun tumpah ruah di belahan timur Indonesia. Salah satunya nuri pelangi Trichoglossus haematodus yang menghuni kandang berukuran 1,5 m x 1,5 m milik Anak Burung Tropicana (ABT) di Bali. Kandang besi berongga tak dapat menghalangi keindahan bulu kombinasi merah, hijau, biru, dan kuning yang membalut tubuh nuri sepanjang 25 – 30 cm itu.

Sosok serupa dimiliki nuri papua Charmosyna placentis. Bedanya, bulu nuri papua didominasi warna hijau kekuningan. Menurut Dewa Asnawa, manajer ABT, nuri yang memiliki bobot 38 – 48 g itu termasuk langka. ‘Populasi di habitat aslinya semakin sulit ditemukan,’ kata Dewa. Meski demikian International Union for Conservation of Nature (IUCN) menilai populasi red flanked lorikeet – sebutan international – belum mengkhawatirkan.

Keluarga paruh bengkok lain yang menggoda mata adalah serindit Sangihe atau kasturi raja Psittrichas fulgidus dan bayan aru Electus roratus. Kasturi endemik Papua itu tampak gagah dengan balutan bulu kombinasi merah, hitam, dan putih yang tegas. Menurut Don Wells, praktikus paruh bengkok di Bali, sejatinya paruh bengkok menyukai biji-bijian dan buah. ‘Terutama biji matahari dan jagung,’ ujar Don.

Dari semua paruh bengkok di tanahair ada 14 jenis yang dilindungi. Itu lantaran populasinya di alam terbatas. Selain karena genetis, penangkapan liar menjadi salah satu penyebab terbatasnya populasi paruh bengkok. Pengamatan Burung Indonesia di Bogor menunjukkan Indonesia menduduki peringkat pertama tentang jumlah jenis yang terancam punah. Penyebab utamanya: eksploitasi berlebihan.

Terancam punah

Burung Indonesia mencatat terdapat 3 jenis kakatua terancam punah, yakni kakatua maluku, kakatua alba, dan kakatua tanimbar. Sedangkan kakatua kecil jambul kuning masuk dalam status keterancaman tinggi critically endangered (CR). Bahkan kakatua raja masuk dalam Appendix I. Artinya hanya boleh diperdagangkan bila berasal dari hasil tangkaran.

Musabab lain, alih fungsi hutan. Laju deforestasi mencapai 31-juta ha setiap tahun dari 2006 – 2009. Itu sebabnya Birdlife International mengembangkan program konservasi berdasarkan important bird area (IBA) atau daerah penting bagi burung.

Di Indonesia ada 227 kawasan IBA, belum termasuk Papua. Di Jawa – Bali ada 53 IBA, NTT (43 IBA), Sumatera (40 IBA), Maluku (36 IBA), Sulawesi (32 IBA), dan Kalimantan (23 IBA). Jumlah itu terbanyak di Asia Tenggara. Filipina berada di posisi kedua dengan 117 IBA, lalu Vietnam 63 IBA. Adanya pembagian daerah penting bagi burung diharapkan dapat menjaga kelestarian burung khusus yang ada di tanahair. (Lastioro Anmi)

 

Eos reticulata yang ditemukan di Pulau Tanimbar senang bermain dengan kerintingan

 

Penghuni Indonesia Timur

1. Nuri kabare, kasturi raja Psittrichas fulgidus

– Endemik di bukit dan pegunungan Papua

– Appendix II

2.. Nuri papua Charmosyna placentis

– Endemik Papua

– Appendix II

3. Kakatua besar jambul kuning Cacatua galerita

– Ditemukan di Papua dan Australia

– Dapat hidup sekitar 70 tahun

4. Nuri pelangi rainbow lorikeet Trichoglossus haematodus

– Tersebar di Maluku dan Papua

5. Nuri kepala hitam Lorius lory

– Endemik Papua

6.. Nuri hitam Chalcopsitta atra Rajah Lory or Red-quilled Lory

– Endemik Papua

7. Nuri black wings Eos cyanogenia

– Endemik di hutan dan pesisir pantai Biak

– Appendix II

8. Kakatua maluku Cacatua moluccensis

– Endemik Maluku Selatan

9. Kakatua tanimbar Cacatua goffini

– Endemik Pulau Tanimbar

– Terancam punah

10. Nuri Tanimbar Eos reticulata

– Terdapat di Pulau Tanimbar

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img