Tuesday, May 5, 2026

Teknik Batang Ganda untuk Menjaga Kualitas Panen Kopi

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id – Teknik batang ganda merupakan salah satu cara menjaga kualitas hasil panen kopi. Pekebun di Pangalengan, Provinsi Jawa Barat, Wildan Mustofa, pernah menerapkan teknik tersebut.

Pekebun kopi sejak 2011 itu mengatakan, pemangkasan dengan teknik batang ganda dilakukan dengan menjaga 2—3 cabang ortotrop atau cabang tegak sebagai batang produksi. Menurut Wildan, kualitas buah di dekat batang primer jauh lebih bagus daripada buah pada batang sekunder atau tersier.

Sebab, pengangkutan nutrisi dari akar jauh lebih cepat melalui batang primer. “Ibarat jalan, batang primer seperti jalan tol, nutrisi cepat sampai ke buah; adapun batang sekunder seperti jalan kabupaten, dan tersier seperti jalan desa,” katanya.

Wildan mempertahankan tiga batang tegak sejak penanaman perdana pada 2011. Ia menjaga 2—3 batang ortotrop per tanaman dengan pola pemangkasan berjenjang.

“Tahun pertama memelihara batang ortotrop pertama, tahun kedua menambah batang ortotrop kedua, dan tahun ketiga mempertahankan batang ortotrop ketiga,” ujarnya. Tahun keempat, batang ortotrop tertua sudah berbuah dan bisa dipanen.

Setelah panen, alumnus Institut Pertanian Bogor itu memangkas batang ortotrop paling tua dan merawat batang ortotrop baru. Ia juga membuang batang yang tumbuh mendatar atau flagiotrop agar hanya tersisa tiga batang ortotrop per tanaman.

Pemangkasan ini tidak hanya menjaga struktur tanaman, tetapi juga mengatur jumlah buah. Tanpa teknik batang ganda, buah terlalu banyak dan kualitasnya sulit dipertahankan.

Buah berlebih membuat masa panen cepat habis dan buah mudah busuk. Dalam istilah masyarakat Sunda, buah kopi busuk disebut kalapetong, yakni buah matang terpaksa karena kekurangan air dan hara.

“Baru kuning buah kopi sudah matang terpaksa. Jika menggunakan batang ganda, sampai akhir panen buahnya selalu merah,” ujar Wildan.

Ia menyarankan jumlah maksimal 2.000 buah kopi per pohon dengan tiga batang ortotrop. Dengan bobot 2–3 gram per buah, maka 1 kg terdiri atas 400–500 buah berkualitas bagus.

Jika target panen per pohon 2 kg ceri—buah kopi segar—pekebun cukup mempertahankan 800 buah per tanaman. Wildan menekankan pentingnya mengejar ukuran buah sebesar mungkin sebagai tanda kecukupan nutrisi.

Menurut dia, buah besar menunjukkan kondisi tanaman sehat dan optimal. Ia juga membatasi jumlah cabang produktif karena terlalu banyak cabang menyebabkan persaingan hara dan menurunkan kualitas buah.


Artikel Terbaru

Cara Memilih Jeruk Manis di Pasar: Ciri Fisik, Aroma, dan Mutu

Menurut Said dan rekan dalam artikel Physicochemical Quality Indicators of Citrus Fruits, mutu jeruk manis ditentukan oleh kombinasi karakter...

More Articles Like This