Sunday, January 25, 2026

Teknologi Mikroalga untuk Atasi Perubahan Iklim

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Guru Besar Teknik Kimia Fakultas Teknik, Prof. Ir. Arief Budiman, D.Eng., dan dosen Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Eko Agus Suyono menginisiasi teknologi Microforest 100 berbasis mikroalga.

Peneliti di  Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUIPT) Microalgae Biorefinery UGM itu  berhasil merancang prototipe Algaetree—teknologi dekarbonisasi untuk mengatasi produksi karbon (CO2) di udara terbuka.

MelaLui program dana pendampingan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui Kedaireka pada 2022 dan hasil kerja sama dengan PT Algatech Nusantara, itu berhasil membuat prototipe menjadi produk jenama Microforest 100.

Mengutip pada laman UGM Chief Executive Officer Algatech Nusantara, Rangga Wishesa menuturkan bahwa cara kerja Microforest 100 berfungsi untuk menyerap karbon di udara dengan teknologi fotobioreaktor.

Lebih lanjut ia menuturkan sistem pada Microforest 100 akan menyerap karbon dioksida dalam jumlah besar. “Setara dengan 5 pohon dewasa berumur sekitar 15 tahun.”

Menurut Rangga hal itu berdasarkan kemampuan mikroalga yang dapat menyerap karbon dioksida 30—50 kali lipat dari tanaman terrestrial. Penempatan pertama Microforest 100 itu di Masjid Raya Syeikh Zayed, Surakarta, Jawa Tengah. Letaknya di ruang terbuka agar menyerap CO2 yang dihasilkan pengunjung.

Eko menuturkan bahwa mikroalga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi ragam olahan lain seperti bioenergi. Ia menuturkan pengurangan emisi karbon dapat berlangsung masif dalam mengatasi perubahan iklim.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img