Tuesday, November 29, 2022

Tepat Olah Avokad

Rekomendasi
Daun avokad diolah menjadiseperti teh celup sehinggapraktis. Cukup seduh denganair mendidih, siap dikonsumsi
Daun avokad diolah menjadi seperti teh celup sehingga praktis. Cukup seduh dengan air mendidih, siap dikonsumsi

Beragam cara menjemput khasiat avokad: konsumsi kapsul ekstrak, air rebusan, dan seduhan daun kering.

Herbalis di Koja, Jakarta Utara, Ning Harmanto, menyarankan pasien mengonsumsi kapsul daun avokad untuk mendapatkan khasiat dari tanaman asal Amerika Tengah itu. “Bubuk hasil ekstraksi yang dikemas dalam bentuk kapsul lebih mudah diserap tubuh. Konsumsi dalam bentuk kapsul juga lebih terukur,” ujar Ning. Ia bekerja sama dengan sebuah pabrik farmasi di Jakarta untuk melakukan proses ekstraksi dan pengapsulan.

Untuk pengobatan, pasien dapat mengonsumsi sehari tiga kali satu kapsul. Sementara untuk pencegahan, konsumsi cukup sehari sekali. Menurut ahli farmasi Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Dr Elin Yulinah Sukandar ekstraksi salah satu cara mendapatkan zat aktif dari tanaman obat. Tubuh lebih mudah menyerap herbal hasil ekstraksi karena ukurannya lebih kecil sehingga tubuh mudah dan cepat menyerap.

Syarat daun

Dr Ir Raffi Paramawati MSi mengekstrak daun avokad sejak 2011
Dr Ir Raffi Paramawati MSi mengekstrak daun avokad sejak 2011

Menurut Lukas Tersono Adi, herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, penggunaan kapsul daun avokad praktis. Sebab, “Pasien tidak perlu menyeduh dan merebus daun avokad,” ucap Lukas. Pasien dengan aktivitas padat disarankan untuk mengonsumsi daun avokad dalam bentuk kapsul. Lebih lanjut Elin menuturkan proses ekstraksi memerlukan teknologi yang rumit dan mahal. Oleh sebab itu belum banyak produsen ekstraksi daun avokad.

Dr Ir Raffi Paramawati MSi, produsen kapsul daun avokad mulai mengekstraksi daun avokad sejak 2011. Raffi tertarik mengolah daun avokad karena berkhasiat menurunkan kolesterol dan darah tinggi.  Dalam sebulan ia mampu menghasilkan 2.000—3.000 kapsul dengan berat masing-masing 0,5 g. Jumlah kapsul itu berasal dari 25—30 kg daun segar. Raffi memperoleh daun Persea americana dari daerah Ciseeng dan Rumpin, Kabupaten Bogor.

Tidak semua daun avokad ia olah. “Daun avokad yang diekstrak mesti berkualitas bagus,” ucap perempuan kelahiran Yogyakarta itu. Raffi mensyaratkan daun segar dan utuh, tidak berlubang. Ia khawatir zat aktif pada daun berlubang berkurang. Selain itu, ia meminta pengepul memanen daun avokad beserta batang. “Itu untuk menjaga kesegaran daun hingga tiba di tempat produksi,” ucap Raffi. Ning memperoleh daun avokad dari Magelang, Jawa Tengah. Syarat daun alpukat yang ia gunakan, daun tua, tidak cacat, dan kondisi daun masih bagus (tidak dimakan ulat).

Ia menerima dari petani berupa daun kering. Menurut Ning kapsul tahan hingga 2 tahun. Ujang Edi, pengobat tradisional di Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memilih daun yang tidak terlalu muda dan tua. “Pada daun muda kandungan zat aktif belum maksimal. Sementara kandungan zat aktif pada daun tua sudah mulai berkurang,” ucap Abah Edi, sapaan akrab Ujang Edi. Abah Edi menuturkan cara mengolah daun avokad oleh orang tua dahulu dengan sekarang sedikit berbeda.

“Nenek dan kakek saya mengombinasikan daun avokad, kumis kucing, dan daun teh untuk menjaga kesehatan dan tubuh tetap fit,” kata Abah Edi. Caranya daun avokad, kumis kucing, dan daun teh dicampur rata dan dijemur selama 2 jam. Setelah itu campuran herbal tadi disangrai. Cara penyajiannya segenggam campuran herbal itu dimasukkan ke dalam teko. Selanjutnya tuang air panas ke dalam teko. Setiap pagi sebelum ke sawah mereka mengonsumsi ramuan itu. “Tidak ada keluhan sakit pinggang dan kelelahan dari nenek dan kakek,” kata Abah Edi.

Rebusan segar

Pilihan lain selain kapsul, daun avokad diolah menjadi teh. Ning menyarankan pasien menyeduh 2 gram daun avokad kering dalam segelas air hangat. Salah satu produsen teh daun avokad, Gede Ngurah Wididana, mengolah daun avokad sejak Januari 2012. Gede memilih bentuk sediaan teh karena proses produksinya lebih mudah. Selain itu, “Masyarakat Indonesia sudah terbiasa mengonsumsi obat tradisional dalam bentuk jamu seduh seperti teh,” ucap pria kelahiran Singaraja itu.

Ia mengombinasikan daun avokad dengan daun teh Camelia sinensis. Tujuannya agar teh bertahan lama dan beraroma kuat. Menurut Ning teh kering tahan hingga 3 bulan. Selain seduhan teh kering, daun alpukat dapat dikonsumsi dengan cara merebus. Menurut herbalis di Yogyakarta, Lina Mardiana, perebusan cara sederhana mendapatkan khasiat daun avokad.

Caranya didihkan air terlebih dahulu menggunakan api besar hingga keluar buihnya. Setelah itu kecilkan nyala api. Baru masukkan daun avokad segar dan didihkan sekitar 15 menit. Jika menggunakan simplisia alias daun avokad kering proses pendidihan bersama air menjadi 30 menit. Memperoleh khasiat daun avokad memang mudah. Asal mengetahui cara olah yang tepat maka  manfaat pun didapat. (Riefza Vebriansyah/Peliput: Desi Sayyidati Rahimah dan Nurul Aldha Mauliddina Siregar)

 

  1. Penggunaan ekstrak daun avokad dalam bentuk kapsul praktis dan lebih berkhasiat
  2. Daun avokad diolah menjadi seperti teh celup sehingga praktis. Cukup seduh dengan air mendidih, siap dikonsumsi
  3. Dr Ir Raffi Paramawati MSi mengekstrak daun avokad sejak 2011
  4. Pilih daun avokad yang tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua untuk mendapat khasiat optimal

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img