Sunday, August 14, 2022

Tiga Tahun Berbuah

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Kelapa genjah entog kebumen berbunga perdana pada umur 3 tahun setelah tanam. (Foto: Dok. Distapang Kab. Kebuman)

TRUBUS — Varietas genjah entog kebumen berbatang pendek, cepat berbuah, dan manis.

Pohon kelapa Cocos nucifera setinggi atap rumah satu lantai itu berbuah lebat. Satu tandan rata-rata terdiri atas 7 buah dengan bobot 1,35 kg per buah utuh. Ukuran buah tergolong besar untuk jenis genjah. Menurut Kepala Seksi Perbenihan dan Perlindungan Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Distapang) Kabupaten Kebumen, Ashari S.P., ukuran buah bisa lebih besar menyamai kelapa lokal.

Menurut Ashari syaratnya bila tanaman anggota famili Arecaceae itu tumbuh di dekat sumber air. Pekebun dapat memperoleh total sekitar 96 buah dari satu pohon selama setahun. Kelapa genjah entog asal Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, itu berkembang dengan baik pada lahan kering dengan ketinggian kurang dari 500 meter di atas permukaan laut. Lokasi itu identik beriklim kering dengan curah hujan berkisar 1.000—1.500 mm per tahun.

Berbunga umur 3,5 tahun

Tanaman setinggi 0,5 meter sudah berbuah.

Kelapa dengan tinggi hanya mencapai 2—7 meter itu dapat berbunga pada umur 4—5 tahun. Ada pula yang sudah berbunga pada umur 3,5 tahun dengan pemupukan. Pada umur tersebut tingginya baru mencapai 3 meter. Bahkan ada yang umurnya baru 2 tahun sudah keluar manggar. Tingginya baru sekitar 0,5 meter. Itu lantaran lokasi tumbuhnya di pesisir selatan.

Tak heran bila peneliti Balai Penelitian Tanaman Palma (Balit Palma), Dr. Ismail Maskromo, menyebut genjah entog kebumen (GEK) sebagai kelapa eksotis lantaran pertumbuhannya lambat. Sementara itu, jenis kelapa dalam rata-rata baru berbunga pada umur 7 tahun dengan tinggi rata-rata lebih dari 5 meter.

Tingkat kemanisan air buah GEK rata-rata 60 briks sedangkan kelapa lokal biasanya hanya mencapai 4,50—50 briks. Warna buah hijau muda. Ashari mengatakan, ciri khas bentuk buah menyerupai prisma. Ada tiga sisi dengan salah satu sisi lebih lebar. Ciri lain, Ashari menuturkan, genjah entog memiliki bunga jantan dan betina dalam satu rumah sehingga mampu menyerbuk sendiri. Itu berbeda dengan jenis lain yang berpeluang penyerbukan silang tinggi.

Salah satu penyedia bibit GEK di Kebumen, Purnomo, mengatakan sejatinya jenis itu dikenal masyarakat sejak 2013. Namun, lantaran Kebumen sohor sebagai daerah penghasil buah kelapa dalam, popularitas genjah entog tak terlalu tinggi. “Petani kelapa di Kebumen masih suka kelapa lokal untuk dijual butiran kelapa tua,” kata laki-laki yang akrab disapa Mas Pur itu.

Permintaan bibit tinggi

Bibit genjah entog minimal berdaun 2 helai.

Sejak dirilis sebagai varietas unggul lokal, genjah entog mulai naik daun. Permintaan bibit cukup tinggi. Dalam sebulan, Purnomo mampu menjual 100—200 bibit. Jumlah itu di luar bibit inden. Pada 2019, ia pernah menerima pesanan inden sekitar 5.000 bibit untuk penanaman di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Purnomo perlu waktu 6 bulan untuk memenuhi permintaan itu. Harap mafhum, kapasitas produksinya sebenarnya hanya 500 bibit per bulan.

Purnomo lazimnya menjual bibit berdaun 2—3 helai yang termasuk kategori ukuran pramuka. Sebelum pandemi, permintaan terlalu banyak dibandingkan dengan kemampuan produksi penangkar bibit sejak 2015 itu. Tak heran bila bibit yang baru bertunas sudah ada yang meminta.

Ashari menuturkan, minat pembeli cukup tinggi apalagi yang berada di luar Kabupaten Kebumen baik di Pulau Jawa atau luar Jawa. Menurut Ashari dahulu buah genjah entog di pasar hanya dihargai Rp1.000 per butir. Musababnya daging buah mudah pecah saat dicungkil sehingga kurang cocok untuk dibuat santan atau kopra. Setelah dirilis sebagai varietas unggul, harga buah GEK mencapai Rp10.000 per butir di tingkat kelompok tani.

Menurut Ashari ada sekitar 228 pohon induk terpilih (PIT) yang tersebar di Kecamatan Alian, Kebumen, Ambal, dan Mirit. Syarat PIT yakni umur tanaman minimal 5 tahun, terdapat 10 tandan per tanaman, dan setiap tandan memiliki 8—15 buah. Saat ini PIT yang ada dapat menghasilkan sekitar 41.000 bibit dalam setahun. Itu masih belum mencukupi kebutuhan nasional. Ashari mengatakan, permintaan bibit inden hingga 2—3 tahun. Itu menandakan perlunya kebun induk sebagai sumber bibit.

Tim peneliti kelapa genjah entog kebumen.

Purnomo mengamati saat ini penanaman genjah entog khususnya di Pulau Jawa dan Sumatera masih untuk dipanen buah muda. Panen kelapa muda biasanya sekitar 3,5—4 bulan sejak muncul manggar sedangkan kelapa dalam 5—6 bulan. (Sinta Herian Pawestri)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img