Trubus.id–Rasa nyeri, panas, bahkan pembengkakan pada sendi. Itulah diantaranya gejala yang kerap dirasakan penderita asam urat. Asam urat merupakan sisa metabolisme zat purin.
Purin salah satu komponen asam nukleat yang terdapat pada inti sel semua makhluk hidup. Selain itu purin juga dapat bertambah dari asupan makanan yang dikonsumsi setiap hari.
Penyakit asam urat terjadi karena kadar asam urat dalam tubuh berlebih batas. Tubuh manusia sudah menyediakan 85% senyawa purin sehingga kebutuhan purin dari makanan hanya 15%.
Dalam kondisi normal tubuh akan membuang asam urat sisa metabolisme melalui urine.
Namun jika gagal dikeluarkan maka akan berkumpul di persendian sehingga penderita asam urat akan merasakan nyeri, panas, bahkan pembengkakan pada sendi. Terdapat beberapa penawar yang berpotensi meredakan asam urat.
Rosela
Dalam penelitian Arif Rahman Sadad, Astika Ermayanti, dan Dwi Hadi Setya Palupi dari Universitas Diponogoro dan Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi, Semarang, Jawa Tengah, pemberian air seduhan bunga rosela mampu menurunkan kadar asam urat pada hewan uji.
Dalam penelitian itu Arif dan rekan menggunakan hewan uji 25 tikus putih jantan galur wistar yang dibuat hiperurisemia–meningkatnya kadar asam urat dalam darah sehingga menyebabkan penyakit asam urat.
Ia memberikan air seduhan bunga rosela ke semua kelompok perlakuan selama 3 pekan dengan mengukur kadar asam urat setiap pekan. Dari hasil penelitian diketahui efek penurunan kadar asam urat tertinggi terjadi pada pengukuran pekan ketiga.
Pada kelompok perlakuan dosis pemberian air seduhan bunga rosela 0,315 g mampu menurunkan kadar asam urat dari 4,71 mg/dl menjadi 0,92 mg/dl.
Binahong
Dalam penelitian Nida Ghania Lidinilla dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, ekstrak binahong mampu menurunkan kadar asam urat hewan uji.
Dalam penelitian itu Nida menggunakan hewan uji 36 tikus putih jantan yang diinduksi kafein secara intrapersonal dengan dosis 3 mg per 200 g bobot tubuh.
Hasil penelitian diketahui efek penurunan kadar asam urat tertinggi terjadi pada pengukuran hari ke-15. Pada kelompok perlakuan dosis pemberian ekstrak daun binahong, persentase tertinggi 91,83% pada dosis 200 mg.
Putri malu
Berdasarkan hasil penelitian Maulida Hayani dan Wahyu Widyaningsih masingmasing dari Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Farmasi, Universitas Ahmad Dahlan, putri malu menjadi obat alternatif untuk membantu mengobati asam urat.
Dalam penelitian itu Maulida dan Wahyu menguji pengaruh ekstrak daun putri malu terhadap penurunan kadar asam urat mencit jantan galur swiss yang diinduksi jus hati ayam. Maulida dan Wahyu lalu membagi 25 mencit jantan yang mengalami hiperurisemia.
Hasil penelitian menunjukkan, kadar asam urat kelompok mencit yang mengonsumsi ekstrak putri malu berdosis 0,25 g turun 0,860 mg/dl pada hari pertama dan 1,105 mg/dl pada hari ketiga.
Adapun kadar asam urat pada kelompok yang mengonsumsi ekstrak putri malu berdosis 0,5 g turun 0,658 mg/dl pada hari pertama dan 1,4 mg/dl pada hari ketiga.
Menurut Maulida dan Wahyu penyebab turunnya kadar asam urat mencit berkat kandungan flavonoid pada putri malu. Beberapa senyawa flavonoid dan alkaloida menghambat kerja xantin oksidase sehingga pembentukan asam urat dalam tubuh pun turut terhambat.
