TRUBUS — Meski berharga jual relatif rendah, membudidayakan ubi jalar lebih menguntungkan daripada padi.
Kuanto, S.S.T., lebih memilih menanam ubi jalar ketimbang padi karena lebih menguntungkan. Jika menanam padi dengan jumlah panen 7 ton per hektare (ha) dan harga jual gabah Rp4.000 per kilogram (kg), maka Kuanto hanya meraup pendapatan Rp28 juta. Kalau menanam ubi jalar jumlah pendapatannya lebih tinggi, meski harga jualnya lebih rendah yakni Rp2.500/kg. Lahan 1 ha menghasilkan minimal 25 ton ubi jalar.
Jadi, pekebun ubi jalar di Banjarnegara, Jawa Tengah, itu memperoleh omzet Rp62,5 juta. Pantas bila Kuanto 12 tahun menekuni budidaya ubi jalar. Para tetangga pun berbondong-bondong mengikuti jejak Kuanto.
Kuanto mengembangkan 5 varietas ubi jalar yaitu rancing atau ubi cilembu, ase putih, gaul, kidal, dan jepang. “Dari kelima varietas itu ase putih yang paling banyak dikembangkan karena permintaan dan produktivitasnya lebih tinggi,” kata Kuanto.


(Imam Wiguna)
