Trubus.id—Penderita hipertensi dianjurkan mengurangi konsumsi garam dengan target kadar natrium 2.300 mg per hari. Garam berpengaruh terhadap tekanan darah. Jika garam berkurang, tekanan darah berkurang, begitu juga sebaliknya.
Pengidap hipertensi juga memiliki alternatif lain yakni mengonsumsi garam rendah natrium. Contoh garam rendah natrium adalah Gamy kreasi Prof. Dr. Ir. Nurjanah, M.S. dan rekan dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.
Kandungan kadar NaCl Gamy rata-rata 20—40%. Sementara syarat garam rendah natrium berkadar NaCl maksimal 60%. Selain mengubah pola hidup sehat, penderita dapat mengonsumsi obat herbal penurun tekanan darah tinggi.
Herbalis di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Yayuk Ambarwulan, meresepkan tanaman yang bersifat diuretik—obat untuk membuang garam dan air berlebih dari dalam tubuh melalui urine.
Khusus hipertensi sekunder atau yang diketahui penyebabnya, Yayuk meresepkan tapak liman, daun sukun, kumis kucing, pegagan, dan sambiloto. “Bisa meramu 3—6 tanaman, sesuai kebutuhan,” tutur Yayuk.
Jika hipertensi cenderung tinggi, penderita dapat mengonsumsi 3—5 gram daun pegagan, sambiloto, dan tapak liman. Masukkan ketiga herbal itu dalam 600— 800 ml air mendidih selama 10—15 menit.
Tunggu hingga air rebusan itu hangat, saring, dan minumlah. Frekuensi konsumsi rebusan daun itu dua kali sehari saat pagi dan sore. Yayuk juga menyarankan penderita hipertensi mengonsumsi air rebusan atau jus mentimun dan labu siam untuk menurunkan tekanan darah.
“Jika tekanan darah menurun, maka kurangi konsumsi mentimun,” kata Yayuk.
