Friday, January 16, 2026

Ceplukan untuk Penyakit Lupus

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Siti Noni Evita kerap merasa lemas dan sangat lelah. “Rasa lelah itu diiringi sakit perut, diare, hingga pingsan,” tutur warga Bandung, Jawa Barat, itu. Akhirnya keluarga membawa Noni ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan.

“Hasil pemeriksaan saya tidak ada apa-apa. Tidak ada yang aneh di badan saya. Namun, justru itu yang aneh hingga saya diminta untuk cek laboratorium,” tutur Noni mengenang peristiwa pada 2005.

Hasil tes laboratorium menunjukkan Noni terdiagnosis systemic lupus erythematosus (SLE) atau lupus. Menurut ahli penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. dr. Nyoman Kertia, Sp.PD, KR, gejala lupus sangat beragam.

“Oleh karena itu, lupus juga sering disebut penyakit seribu wajah,” tutur Nyoman.

Ragam gejala lupus antara lain nyeri sendi seperti rematik, kulit pipi bercak-bercak merah, sariawan, rambut rontok, dan demam. Jika lupus menyerang organ dalam tubuh, gejalanya bisa perut bengkak, sesak napas, hingga mata menguning.

Serigala liar—makna lupus dalam bahasa Latin—berarti penyakit kekebalan tubuh yang menyerang sel tubuh sendiri. “Ibaratnya ada tentara di sebuah negara tidak menyerang musuh, tetapi malah menyerang masyarakat negaranya sendiri,” tutur dokter spesialis penyakit dalam yang pernah kursus akupuntur di Beijing, Tiongkok, itu.

Beruntung Noni menghadiri peluncuran produk herbal untuk membantu orang dengan lupus (odapus) pada 2016. “Karena produk herbal, saya langsung beli waktu itu. Kalau obat-obatan kimia seperti steroid saya takut efek sampingnya,” tutur Noni.

Herbal berbentuk kapsul itu mengandung buah ceplukan (Physalis angulata). Noni mengonsumsi kapsul herbal itu sehari dua kali saat pagi dan siang. Sekali minum dua kapsul. Keesokan hari stamina Noni meningkat.

“Entah sugesti atau memang khasiatnya seperti itu, tetapi saya langsung merasa enak, semangat, dan stamina saya stabil,” tutur dosen di salah satu perguruan tinggi di Bandung, Jawa Barat, itu.

Biasanya selesai mengajar, Noni langsung tidur pulas sesampai di rumah karena kelelahan. Namun, sejak mengonsumsi herbal itu, ia mampu beraktivitas lain seperti membersihkan rumah hingga memasak.

Herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Yayuk Ambarwulan juga menggunakan ceplukan untuk meningkatkan kesehatan orang dengan lupus (odapus). “Saya tidak meresepkan tunggal tetapi kombinasi dengan herbal lain,” tutur Yayuk.

Yayuk menggunakan 50 g tapak liman, 20 g pegagan, 30 g temulawak, dan 20 g ceplukan. Berikut cara meramunya : masukkan semua bahan itu dalam 700 ml air dan rebus dengan api kecil hingga mendidih.

Kemudian tunggu hingga air mendidih lagi dan mulai hitung sekitar 5 menit, lalu matikan api. Sarannya, minum herba itu 2—3 kali sehari. Ganti bahan tanaman obat setiap hari untuk hasil yang lebih baik.

Menurut Yayuk, tapak liman menjaga kesehatan hati, ginjal, dan kandung kemih. Temulawak juga untuk hati dan lambung. Sementara pegagan untuk revitalisasi sel yang rusak. “Cecendet (ceplukan) bersifat antibiotik alami dan menjaga kesehatan kulit,” tutur Yayuk.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img