Trubus.id—Akibat serangan busuk daun petani kentang dapat merugi bahkan gagal panen. Serangan awal Phytophthora infestans menimbulkan gejala bercak kecil berwarna hijau keabu-abuan pada permukaan daun.
Serangan yang lebih parah, bercak itu berubah menjadi hitam. Lama-kelamaan tanaman menjadi busuk dan mati. Penyakit cepat berkembang di lahan bersuhu 18—21oC dengan kelembapan udara tinggi atau di atas 80%.
Saat kemarau basah, kelembapan juga tinggi. Penyakit busuk daun kerap muncul pada pergantian musim. Cendawan Phytophthora infestans, pemicu penyakit busuk daun atau lodoh, menular melalui udara dan percikan air.
Menurut Periset dari Ilmu dan Teknologi Biologi, National Pingtung University of Science and Technology, Taiwan, Satria Prima Budi Utama, M.Sc. petani dapat mencegah serangan cendawan anggota kelas Oomycetes itu dengan manipulasi lingkungan seperti penggunaan mulsa plastik hitam perak pada budidaya kentang.
Mulsa plastik dapat membantu menjaga kelembapan tanah. Pencucian hara tanah dan pemadatan tanah dapat terhindar berkat mulsa. Itulah sebabnya kesehatan tanah tidak mendukung perkembangan cendawan. Upaya pencegahan lain dengan musuh alami seperti Trichoderma sp.
Jenis yang lazim dijumpai di Indonesia antara lain Trichoderma aureoviride, T. hamatum, T. harzianum, T. koningii, T. longibrachiatum, dan T. psudokoningii. Trichoderma spp. merupakan cendawan asli tanah yang menguntungkan karena bersifat antagonis tinggi terhadap cendawan patogen tanaman budidaya.
Periset di Jurusan Biologi Universitas Diponegoro, Susiana Purwantisari menuturkan mekanisme pengendalian yang bersifat spesifik target dan mampu meningkatkan produksi tanaman. Pemberian Trichoderma spp. melalui tanah secara langsung, melalui perlakuan benih, atau melalui kompos.
Selain itu membiakkan Trichoderma spp. secara massal juga relatif mudah, mudah disimpan dalam waktu lama. Namun, jika cendawan telanjur menyerang melebihi ambang ekonomi Anda dapat menggunakan fungisida untuk mengendalikannya.
Larutkan 250 gram fungsida berbahan aktif fluopikolid 6% dan propineb 66.7% itu ke dalam 1 drum atau setara dengan 20 liter air. Aplikasi fungisida perdana pada tanaman berumur 20 hari. Penyemprotan terakhir pada tanaman berumur 90 hari. Interval penyemprotan setiap 5 hari pada musim hujan atau 8 hari saat kemarau.
