Tuesday, May 5, 2026

Jagung Baru : Dua Rasa dalam Satu Tongkol

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Dua rasa jagung dalam satu tongkol itulah keunggulan jagung varietas 19ES101. Jagung baru rakitan pemulia PT BISI International, Azis Rifianto itu memiliki rasa jagung pulut dan jagung manis.

Uniknya menurut Azis, persentase biji dalam satu tongkol yaitu 75% biji jagung pulut dan 25% biji jagung manis. Tingkat kemanisan jagung 19ES101 tinggi mencapai 9—13°brix.  Ia menuturkan potensi produktivitas tinggi mencapai 13,47 ton per hektare (ha).

Keunggulan lain jagung varietas baru itu tahan hawar daun dan karat daun.  “Itu merupakan dua penyakit utama pada tanaman jagung, selain penyakit bulai,” jelas Azis.

Lebih lanjut ia menuturkan jagung 19ES101 merupakan jagung hibrida dari hasil persilangan antara jagung pulut sebagai tetua jantan dan jagung manis sebagai tetua betina. Ia mengatakan bahwa jagung 19ES101 memang didesain untuk menghasilkan dua rasa dalam satu tongkol jagung.

Menurut Azis jagung pulut salah satu jenis jagung yang memiliki keunggulan pada kualitas rasa yang pulen seperti ketan. Bahkan orang-orang menyebut jagung pulut sebagai jagung ketan. Adapun keunggulan jagung manis tentu pada rasa manis.

Azis menuturkan, kedua tetua itu  kedua tetua itu menurunkan keunggulan masing-masing pada jagung 19ES101. Jagung pulut mewariskan gen ketahanan penyakit. Sementara jagung manis menurunkan gen tingkat kemanisan dan potensi produktivitas tinggi.

Jagung 19ES101 sukses didapatkan setelah pemuliaan selama 4 tahun. Dimulai sejak 2019 dan resmi rilis pada Januari 2023.

“Pemuliaan berlangsung 4 tahun karena kami memiliki banyak plasma nutfah. Kalau peneliti baru yang plasma nutfahnya belum banyak, kemungkinan bisa lebih dari 4 tahun,” ujar Azis.

Jagung baru itu sudah melalui uji multilokasi, terutama di daerah-daerah yang menjadi sentra jagung pulut seperti di Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Ada peningkatan 11—39% dibandingkan dengan hibrida yang ada di komersial. Jika dibandingkan dengan varietas jagung pulut lokal, jagung 19ES101 ini lebih tinggi 23— 53%,” kata warga Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur, itu.

Jagung 19ES101 cocok ditanam di ketinggian menengah, 400—700 meter di atas permukaan laut (m dpl). Adapun usia panen 66—74 hari setelah tanam (hst).

“Sebenarnya tidak masalah, jagung ini ditanam di dataran tinggi, cuma seingat saya saat pengujian jagung ini ditanam di dataran menengah, jadi rekomendasinya di dataran menengah,” kata Azis.

Ia menuturkan  ada beberapa catatan jika penanaman jagung 19ES101 di dataran tinggi seperti umur panen menjadi lebih panjang. Selain itu potensi serangan hawar daun lebih tinggi. Oleh karena itu, Azis merekomendasikan sesuai dengan hasil pengujian, yakni cocok di dataran menengah.

Azis menuturkan, jagung 19ES101 sudah diedarkan secara komersial dengan nama dagang Srikandi. Petani yang tertarik untuk membudidayakan jagung 19ES101 perlu memperhatikan teknik budidaya.

Alasannya budidaya sangat memengaruhi produktivitas. Sebagus apapun varietas yang ditanam, jika tidak menerapkan budidaya yang baik, hasilnya pun kurang optimal.


Artikel Terbaru

Cara Memilih Jeruk Manis di Pasar: Ciri Fisik, Aroma, dan Mutu

Menurut Said dan rekan dalam artikel Physicochemical Quality Indicators of Citrus Fruits, mutu jeruk manis ditentukan oleh kombinasi karakter...

More Articles Like This