Trubus.id-Banyak faedah konsumsi kopi untuk kesehatan, asalkan diminum tanpa tambahan gula. Menurut peneliti dari Ethiopian Institute of Agricultural Research, Hailu Lire Wachamo, rutin mengonsumsi kopi dapat mengurangi risiko stroke, kanker hati, kanker prostat, parkinson, diabetes melitus, penyakit jantung, dan demensia.
Faedah lainnya, kopi juga dapat meningkatkan kinerja fisik dan membantu membakar lemak. Konsumsi kopi juga berdampak pada kondisi psikis, seperti mencerahkan suasana hati, melawan depresi, dan menurunkan risiko bunuh diri hingga 50%.
Menurut Wachamo, meminum kopi secara rutin dapat memperpanjang durasi latensi tidur atau waktu dari persiapan tidur hingga tertidur. Selain itu, kopi juga mengefektifkan kualitas tidur normal.
Secangkir kopi atau sekitar 10 gram bubuk kopi mengandung 2,75% atau sekitar 150—200 miligram kafeina. Namun, konsumsi kopi berlebihan dapat menyebabkan jantung berdebar karena kafeina merangsang otot jantung secara langsung.
Menurut Wachamo, konsumsi kopi yang optimal untuk kesehatan adalah sekitar empat cangkir per hari. Jika dikonsumsi berlebihan, kopi bisa menurunkan nafsu makan, meningkatkan risiko keguguran bagi ibu hamil, menyebabkan insomnia, dan gangguan pencernaan.
Dokter di Yogyakarta, dr. Sidi Aritjahja, menjelaskan bahwa kafeina bersifat simpatomimetik atau merangsang kondisi siaga tubuh. Kafeina juga merupakan neurostimulan yang mempercepat aktivitas saraf.
Rangsangan saraf akibat kafeina dapat meningkatkan metabolisme lemak dalam tubuh. Hal ini membantu proses pembakaran lemak menjadi energi.
Syarat utama agar manfaat kopi terasa maksimal adalah tidak menambahkan gula, seperti kebiasaan Jang Hansol. Vlogger yang pernah tinggal di Malang, Jawa Timur itu rutin meminum kopi hitam rendah kalori.
Faedahnya terbukti membakar lemak lebih efektif, terutama bagi orang yang rutin olahraga atau fitnes. Untuk pelajar, kopi hitam juga membantu meningkatkan konsentrasi dan mengatasi rasa kantuk.
Setelah makan, kadar gula darah meningkat yang menyebabkan rasa kantuk. Oleh karena itu, Hansol meninggalkan kebiasaan meminum kopi instan.
Satu saset kopi instan mengandung sekitar 250 kilokalori, hampir setara dengan semangkuk nasi. Hal ini karena produsen biasanya menambahkan gula dan krimer ke dalam produk kopi instan.
Kini semakin banyak generasi milenial yang rutin mengonsumsi es kopi tanpa gula. Tujuannya untuk menjaga bentuk tubuh dan menghindari asupan kalori berlebih.
Kapan waktu terbaik untuk minum kopi tanpa gula? Menurut dr. Sidi Aritjahja, idealnya kopi dikonsumsi 10–30 menit setelah makan.
Ia menyarankan agar lambung tidak kosong saat minum kopi, cukup diisi minimal satu hingga dua sendok makan. Minum kopi setelah makan lebih aman bagi lambung dibandingkan sebelum makan.
Hal ini penting karena kopi bersifat asam dan jika dikonsumsi saat perut kosong dapat memicu gastritis atau radang lambung. Kebiasaan ini juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan dalam jangka panjang.
Menurut barista di Bandarlampung, Muhammad Harun, penikmat kopi terbagi menjadi beberapa tingkatan. Mulai dari pemula yang biasanya menyukai kopi dengan tambahan susu, gula, dan krim seperti latte, mochaccino, dan cappuccino.
Pemula umumnya belum terbiasa dengan rasa pahit alami kopi. Oleh karena itu, mereka lebih memilih varian kopi dengan rasa yang lebih ringan dan manis.
Sebaliknya, penikmat profesional sudah bisa menikmati rasa pahit kopi tanpa tambahan apa pun. Bahkan mereka mampu mengidentifikasi rasa khas dalam kopi seperti kacang, lemon, atau sayuran.
