Strategi Peternak Sediakan Pakan Hijauan Saat Rumput Mulai Mengering

Rekomendasi

Musim kemarau 2026 diperkirakan menjadi tantangan serius bagi subsektor peternakan nasional. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika BMKG, musim kemarau berlangsung April–Juni dengan puncak pada Juli–September, terutama Agustus. Kondisi ini berpotensi menekan ketersediaan hijauan pakan ternak di berbagai daerah.

Guru Besar Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan IPB University sekaligus Pakar Tim Ahli Pakan Kementerian Pertanian, Prof. Luki Abdullah, menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini. Hal tersebut ia sampaikan dalam Webinar Pakan Series #7 yang diselenggarakan Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada 22 Juni 2026.

Ia menekankan penguatan sistem pakan berbasis sumber daya lokal sebagai strategi utama menghadapi kekeringan. Pengembangan kebun hijauan pakan, pemanfaatan lahan marginal, serta penyimpanan cadangan pakan saat musim hujan menjadi langkah penting yang perlu diperluas. Teknologi pengawetan seperti silase dan hay juga dinilai semakin krusial.

Dari sisi inovasi, peneliti IPB University mengembangkan berbagai pakan alternatif berbentuk wafer. Salah satunya adalah wafer kangkung kering hasil riset tim Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan IPB University yang dipimpin Prof. Yuli Retnani bersama tim peneliti lainnya. Produk ini memanfaatkan limbah pembenihan kangkung yang diolah menjadi pakan awet, tidak mudah busuk, dan lebih disukai ternak.

Inovasi lain berupa wafer berbahan habbatussauda untuk kambing perah serta Lactowaf untuk sapi perah yang dikembangkan tim mahasiswa IPB University di bawah bimbingan Prof. Yuli Retnani. Pakan berbentuk wafer ini dinilai lebih praktis, tahan lama, serta dapat meningkatkan efisiensi konsumsi pakan dan produksi susu.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan peternak menjadi kunci menjaga ketahanan pakan nasional di tengah perubahan iklim. Strategi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi ternak saat musim kemarau berkepanjangan.


Artikel Terbaru

Sukun Dinilai Superfood Lokal, Punya Potensi Jadi Pangan Masa Depan

Di tengah tantangan perubahan iklim dan upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, sukun dinilai memiliki potensi besar sebagai pangan masa...

More Articles Like This