Bawang Lanang Banyak Faedah

Rekomendasi

Redaman bawang lanang dalam madu memiliki beragam khasiat.

Lanjar membuktikan khasiat infusa madu bawang lanang dalam menguatkan kekebalan tubuh.

Permulaan 2019 menjadi saat bahagia bagi Sutarso (47). Warga Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, itu bakal menimang cucu pertamanya. Sayang, kebahagiaan Sutarso mesti tertunda. Ananda Srikandi—nama disamarkan atas permintaan narasumber—mesti berjuang keras sebelum menghirup udara segar. Saat melahirkan Srikandi, sang ibu mengalami kesulitan sehingga Srikandi meminum air ketuban.

Ia mesti menjalani hari-hari pertamanya dalam perawatan di unit neonatal intensive care unit (NICU) salah satu rumah sakit di Kota Surakarta, Jawa Tengah. Setelah 24 hari perawatan, dokter mengizinkan Srikandi pulang. Walau demikian, efek meminum air ketuban itu masih tampak. Ia mudah sakit, terutama ketika udara dingin. Padahal iklim Karangpandan yang berbukit-bukit sejuk cenderung dingin.

Mekonium

Praktis hampir setiap hari Srikandi rewel lantaran merasakan tubuhnya tidak enak. “Sering sekali kesulitan bernapas ketika udara dingin,” kata sang kakek, Sutarso. Meski pernah berpraktik pengobatan tradisional, Sutarso tidak berdaya lantaran usia Srikandi terlampau belia untuk mengonsumsi ramuan herbal.

Dunia medis menyebut fenomena bayi meminum air ketuban itu sebagai sindrom aspirasi mekonium (meconium aspiration syndrome, MAS). Dokter di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, dr. Ayutika Adisasmito, M.Res. menjelaskan bahwa mekonium adalah tinja bayi yang tercampur dalam air ketuban. Efek menelan mekonium adalah kesulitan bernapas. Gejala yang tampak salah satunya pernapasan bayi menjadi cepat dan kekuatan embusannya melebihi normal.

Bisa juga sebaliknya, napas bayi menjadi jarang dan lemah akibat sumbatan mekonium di jalan napas. Gejala yang mudah dikenali adalah bunyi napas yang tidak biasa, seperti mengeluh tiap mengembus. Dokter biasanya melakukan penanganan pertama dengan menyedot mekonium dari hidung atau mulut bayi. Perlakuan selanjutnya dengan menempatkan bayi dalam inkubator untuk menjaga suhu tubuh.

Infusa madu bawang lanang bisa dibuat sendiri. Siap konsumsi minimal setelah tiga minggu.

Kadang perawat memasangkan selang oksigen untuk membantu bayi bernapas. Jika kondisi bayi membaik pascaperlakuan itu, dokter melanjutkan observasi untuk memastikan tidak terjadi kekambuhan sebelum mengizinkan pasien pulang. Pascaperawatan di NICU, Srikandi mendapat asupan ASI eksklusif dan mulai mendapat makanan padat pada usia enam bulan lazimnya bayi lain. Namun, staminanya yang lemah membuat risau orang tua dan Sutarso.

Pada permulaan 2020, Sutarso berjumpa kawan lamanya, Lanjar yang memproduksi infusa bawang lanang atau bawang putih bersiung tunggal dalam madu. Sutarso yang aktif berkegiatan di lingkungan sekitar, kerap tidur larut malam dan beraktivitas sepanjang hari, kerap kecapaian sehingga mudah terserang flu. Ia lantas mencoba produk Lanjar. Tiap hari ia meminum sesendok madu dan mengunyah 2–3 siung bawang lanang.

“Waktunya tidak tentu, seingat saya saja tapi rutin setiap hari,” katanya. Sepekan mengonsumsi, ia tidak lagi penat saat bangun pagi meski malam sebelumya tidur larut. Pilek atau batuk pun jarang mengusiknya. Merasakan efek positif, Sutarso meminumkan sesendok makan madu itu setiap hari kepada Srikandi. Beberapa hari berselang ia melihat sang cucu asyik bermain padahal saat itu hujan dan angin kencang menerpa Karangpandan hampir setiap hari.

Madu kaya asam amino esensial dan nonesensial.

“Napasnya sama sekali tidak terganggu padahal biasanya dia rewel kalau udara dingin,” ungkap Sutarso. Ia makin meyakini khasiat infusa madu bawang lanang itu. Pada Januari 2021, Lanjar membuktikan sendiri khasiat produk infusanya. Menghadiri kontes tanaman hias di Yogyakarta, Lanjar berjumpa banyak pelaku tanaman hias. Asyik berbincang, makan bersama, dan berkumpul, ia abai protokol kesehatan. Malam harinya ketika pulang ke rumahnya di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, ia kehilangan kepekaan indera pencium dan perasa.

Sederhana

Esoknya Lanjar merasakan nyeri luar biasa di seluruh tubuh. Sebelum subuh ia berkali-kali buang air besar. “Belum pernah saya merasakan sakit seperti itu,” ungkapnya. Dokter keluarga, yang dihubungi istrinya, menyarankan Lanjar segera menjalani perawatan karena menunjukkan gejala positif virus korona. Lanjar menolak dan memilih mengisolasi diri di rumah sembari mengonsumsi infusa madu bawang lanang.

Dalam sehari ia menghabiskan dua botol berisi 250 ml infusa yang diblender oleh sang istri. Ia juga meminum teh manis yang ditetesi minyak kayu putih. Hari ketiga, Lanjar merasakan indera pencium dan perasanya pulih. Gejala lain pun lenyap. Hari kelima, 11 Januari 2021, ia pulih total dan mampu berlatih sepak bola, bahkan berlaga dalam turnamen sepakbola usia 35 tahun pada esok harinya.

Lanjar menggunakan madu dari peternak lebah di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kota kelahirannya. Adapun bawang lanang dari pemasok tetap. Ia mengupas siung bawang, memasukkan ke dalam madu di jeriken besar, lalu menutup rapat. Tiga pekan kemudian infusa ia kemas dalam botol 250 ml. Perendaman itu membuat warna madu memudar dan kekentalannya berkurang. Ketika dikunyah, rasa menyengat bawang lanang lenyap.

Cara itu sangat sederhana, siapa saja bisa melakukannya sendiri di rumah. Menurut penganjur apiterapi di Jakarta Selatan, dr. Hafuan Lutfie, madu kaya asam glukonat dan memiliki sembilan asam amino dan semua asam amino nonesensial kecuali asparagin dan glutamin. Sementara itu bawang lanang tinggi kandungan dialilsulfida yang bersifat antioksidan kuat yang memperkuat sistem kekebalan tubuh. (Argohartono Arie Raharjo)

Artikel Terbaru

Matoke dan Kelapa, Andalan Ekspor Uganda ke Pasar Dunia

Uganda memiliki komoditas khas berupa matoke, pisang lokal yang menjadi makanan pokok masyarakat setempat. Berbeda dengan pisang meja, matoke...

More Articles Like This