Saturday, January 24, 2026

Kayuputih Versus Korona

Rekomendasi
- Advertisement -
Minyak kayuputih membantu kesembuhan penderita virus korona.

Minyak kayuputih membantu kesembuhan penderita virus korona.

Rubiyo Adiwiharjo menyuling sekaligus mengonsumsi minyak kayuputih.

Menjalani profesi sebagai perawat di sebuah rumah sakit swasta di Jawa Tengah sama artinya dengan menempatkan diri di garis depan pertahanan melawan pandemi. Andini Rahayu—narasumber meminta namanya disamarkan untuk menghindari persepsi negatif dari masyarakat—sepenuhnya menyadari hal itu. Ia tidak menyangka justru suaminya—pewarta salah satu media cetak dan daring nasional—yang duluan terpapar virus korona pemicu pagebluk sedunia itu. Suaminya dinyatakan positif usai menjalani tes rutin seusai perjalanan dinas dari daerah.

Sesuai aturan pemerintah, Andini (30) pun menjalani tes dan hasilnya positif. Lantaran tidak menunjukkan maupun merasakan gangguan kesehatan, pasangan itu menjalani isolasi di salah satu penampungan di kota mereka. Melalui sambungan telepon, mertua Andini menyarankan mereka mengonsumsi minyak kayuputih. Keduanya menurut. Mereka mencampurkan 3–7 tetes minyak kayu putih ke dalam air putih atau teh hangat lalu meminumnya. Mereka melakukan itu setiap pagi, siang, sore, dan malam.

Minum kayu putih

Menjalani 10 hari dalam isolasi, mereka lolos dua kali uji usap sehingga diizinkan pulang. Andini menyatakan, “Kami tidak mengonsumsi obat atau suplemen lain selama dalam penampungan. Hanya makanan bergizi, olahraga, dan berjemur setiap pagi. Konsumsi minyak kayu putih pun atas inisiatif sendiri.” Namun, pengalaman itu terpaksa mereka simpan rapat lantaran sebagian tetangga menganggap penderita Covid sebagai penyebar penyakit. Kepada tetangga, mereka mengaku menyambangi kerabat di luar kota yang baru menikahkan anaknya.

Ketua Inovasi Tani Makmur (ITM) 95, kelompok tani penyuling minyak kayuputih di Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, Rubiyo Adiwiharjo membeberkan kisah lain. Sejak ITM 95 menyuling minyak kayuputih pada Oktober 2019, produk mereka merebut tempat di hati masyarakat Paliyan. Maklum, kandungan produk mereka 100% minyak kayuputih, nihil campuran bahan lain. Banyak dari mereka, termasuk anggota ITM 95 dan keluarganya, mengandalkan minyak Melaleuca cajuputi subsp. cajuputi itu untuk mencegah masuk angin.

Aplikasinya pun tidak sekadar topikal (mengoleskan di kulit, red.) tapi juga oral. Caranya persis seperti yang dilakukan Andini. Saat libur Tahun Baru 2021, banyak diaspora dari berbagai kota besar menyempatkan pulang dan berlibur di Gunung Kidul. Setelah itu banyak warga mengeluhkan kehilangan kepekaan indera penciuman dan perasa—salah satu gejala terjangkit Covid-19. Rubiyo mengisahkan di salah satu lingkungan dengan 90 jiwa, 62 orang merasakan gejala itu. Namun, mereka belum menjalani uji Covid-19.

Kebun kayuputih di lokasi penyulingan Inovasi Tani Makmur (ITM) 95.

Perangkat lingkungan setempat membeli minyak produksi ITM 95 untuk konsumsi warganya. Semua penderita gejala itu mengatakan, kepekaan indera mereka kembali pulih paling lama sehari pascakonsumsi minyak kayuputih. “Beberapa malah merasakan perbaikan tidak sampai enam jam setelah meminum teh hangat plus kayu putih,” kata Rubiyo. Sayang, tidak satu pun warga mau bersedia ditemui Trubus lantaran malu atau takut ditanya macam-macam.

Bagi masyarakat Maluku, khususnya Kabupaten Buru di Pulau Buru, konsumsi oral minyak kayu putih mereka lakukan turun-temurun sejak pemerintah Kolonial Belanda menyuling daun menjadi minyak pada abad XVIII. Produsen minyak kayu putih di Kabupaten Buru, Amina Kurniasi Alu menyatakan minyak kayu putih lekat dengan keseharian warga Buru. “Setelah makan, kami cuci tangan dengan air lalu mengoleskan minyak kayu putih di tangan,” katanya.

Masyarakat Pulau Buru mengoleskan minyak kayuputih untuk menghilangkan aroma amis. Maklum, makanan sehari-hari mereka sebagian besar terdiri atas produk laut. Topografi Pulau Buru yang bervariasi antara pegunungan, dataran tinggi, dan pantai menjadikan perbedaan suhu tajam antara siang dan malam. Minyak kayu putih salah satu andalan mereka menjaga kebugaran. “Kadang kami mengoleskan bawang merah dicampur minyak kayu putih untuk mengatasi masuk angin,” kata Amina. Hal itu rutin mereka lakukan terlepas ada atau tidak ada Covid.

Riset

Periset Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BBPBPTH) Yogyakarta, Prastyono.

Periset Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BBPBPTH), Prastyono juga menjumpai masyarakat yang mengonsumsi minyak kayuputih itu di Ambon. Saat itu Prastyono merupakan bagian tim yang mengumpulkan plasma nutfah kayuputih untuk ditanam di kebun koleksi. Cara konsumsinya selalu dengan meneteskan minyak ke dalam air putih atau teh. “Tidak ada yang langsung meminum minyak dari botol,” katanya.

Pada awal pandemi virus korona merebak, periset di Universitas Hue, Vietnam, Dr. Tran Thi Ai My dan rekan meneliti kemampuan minyak kayuputih menghambat virus korona. Periset itu menggunakan pemodelan komputer untuk mengungkap tiga zat dalam minyak kayuputih yang mampu menghambat virus pemicu Covid-19. Ketiga senyawa aktif itu terpineol, guaiol, dan linalool. Zat-zat dalam minyak kayu putih itu secara sinergis menghambat pembentukan protein tertentu yang digunakan virus untuk melekat di sel target.

Riset Tran mengungkap total 10 zat dalam minyak kayuputih yang secara sinergis menghambat serangan virus pemicu Covid-19. Sementara itu sineol yang dominan (31,6%) dalam minyak kayuputih justru tidak terlalu kuat kinerjanya. Namun, pada riset lain sineol dalam eukaliptus justru bersifat antivirus. Kepala Balai Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), ujar Dr. Ir. Evi Savitri Iriani, M.Si. bekerja sama dengan Balai Besar Penelitian Veteriner (Baliitvet) dan Balai Besar Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen) juga meriset obat antivirus untuk mengendalikan korona.

Ketua umum Perhimpunan Dokter Penganjur Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Dr.(Cand). dr. Inggrid Tania, M.Si(Herbal).

Periset menguji eukaliptus yang mengandung senyawa sineol pada virus betakorona dan gammakorona dengan berbagai konsentrasi dan hasilnya 80—100% mati. Evi Savitri Iriani menuturkan, bahan aktif sineol menghalau replikasi virus karena struktur molekulnya mampu berikatan dengan protein virus korona yang berupa spike. “Dari sana virus sulit bereplikasi hingga akhirnya mati,” kata doktor Ekologi Industri alumnus Pertanian, Institut Pertanian Bogor. (baca: Eukaliptus Versus Virus Trubus Juni 2020)

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Penganjur Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Dr (Cand). dr. Inggrid Tania, M.Si. menyatakan, minyak kayuputih mengandung berbagai zat yang berpotensi menghambat Covid-19. Dokter alumnus Universitas Indonesia itu menyatakan, sinergi berbagai zat itu mungkin menghambat virus pemicu Covid menempel di sel target. Namun, Inggrid menyarankan untuk berhati-hati mengonsumsi minyak kayu putih secara oral.

Menurut Inggrid penderita asma rentan kambuh lantaran menghirup minyak kayu putih. “Biasanya penderita asma alergi terhadap faktor tertentu. Aroma kayuputih salah satu pemicu alergi beberapa penderita asma,” kata Inggrid. Ketua Bidang Pengembangan Pelayanan Primer Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Jakarta itu menyarankan konsumsi rebusan daun minyak kayuputih jika ada pohon kayuputih di sekitar rumah karena lebih aman (baca boks: ). Ambil 12 gram daun kayu putih, rebus dalam dua gelas air sampai mendidih dan tersisa segelas. Setelah dingin, konsumsi rebusan itu.

Penyuling minyak kayu putih di Kabupaten Buru, Amina Kurniasi Alu.

Dengan cara itu, konsumen mengasup minyak asiri kayu putih murni plus zat aktif bermanfaat dalam daun. Orang sehat pun boleh mengonsumsi rebusan daun kayuputih. Salah satunya warga Desa Dlingo, Kabupaten Dlingo, Yogyakarta, Yatimin. Setiap pagi sebelum beraktivitas, kakek tiga cucu itu rutin meneteskan minyak kayu putih ke teh hangat. Hal sama ia lakukan saat istirahat sore. Ia membibitkan berbagai jenis tanaman perkebunan penghasil minyak asiri seperti sereh wangi, serai, nilam, sirih, atau cengkih.

Yatimin (70) mampu menggarap pekerjaan yang sarat gerakan jongkok berdiri itu seharian. Dalam sehari ia membuat ratusan bibit tanaman. Maklum, tiap tahun purnatugas Dinas Kehutanan Yogyakarta itu memproduksi 80.000 bibit tanaman. Yatimin mengaku tidak merasakan efek samping dari kebiasaannya meneteskan minyak kayuputih dalam minuman. Amina mengemukakan hal senada. “Tidak ada orang sakit atau meninggal akibat konsumsi minyak kayuputih. Justru yang sakit menjadi sehat,” katanya. Syaratnya mengonsumsi minyak kayu putih murni. (Argohartono Arie Raharjo)

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img