Sunday, July 14, 2024

Agar Panen Melambung

Rekomendasi
- Advertisement -
Padi menjadi komoditas pangan utama yang permintaannya terus meningkat. (Dok. Trubus)

Zat perangsang tumbuh meningkatkan produktivitas padi.

Trubus — Panen terakhir pada September 2018, Zulkifli menuai 8 ton gabah kering per hektare. Ia mengelola lahan 2 hektare. Produksi itu melonjak 75% dibandingkan dengan panen-panen sebelumnya yang rata-rata hanya 6 ton per hektare. Petani di Desa Bontomani, Kecamatan Rilauale, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, bungah memperoleh lonjakan panen. Padahal, pria 41 tahun itu membudidayakan varietas yang sama, yakni cigeulis dan ciliwung.

Petani padi di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Zulkifli memanfaatkan zat perangsang tumbuh untuk meningkatkanproduksi padi. (Dok. Zulkifli)

Peningkatan produksi yang signifikan itu setelah Zulkifli memanfaatkan suplemen Gibro 10 sp. Selama masa budidaya padi atau 95 hari, Zulkifli 2 kali memberikan suplemen—pada umur 45 hari dan 65 hari setelah tanam. Ia menuangkan 1 gram suplemen dalam 15 liter air bersih, mengaduk rata, lalu menyemprotkan ke sekujur tanaman. Perawatan lain relatif sama dengan penanaman sebelumnya.

                                                                                                                                                                                                                                                                                                             

Tetap untung

Menurut Zulkifli kebutuhan suplemen hanya 20 gram suplemen per hektare. Ia mengencerkan 1 sachet atau 1 gram suplemen dalam bentuk serbuk itu dalam air 15 liter air bersih. Keruan saja ia mesti menambah biaya produksi total Rp100.000 untuk pengadaan suplemen per hektare. Zulkifli dua kali memberikan suplemen sehingga total biaya tambahan mencapai Rp200.000 per hektare. Harga suplemen itu Rp5.000 per gram.

Namun, tambahan biaya produksi itu relatif kecil dibandingkan dengan lonjakan produksi, mencapai 2 ton per hektare. Zulkifli memperoleh tambahan laba hingga Rp9 juta per hektare. Artinya tambahan biaya produksi yang Rp200.000 per hektare itu relatif kecil dibandingkan dengan tambahan laba akibat lonjakan produksi. Itulah sebabnya Zulkifli tetap akan menggunakan suplemen itu pada penanaman yang akan datang.

Haryanto, manajer produk PT Nufarm
Indonesia. (Dok. Trubus)

Ia bukan satu-satunya petani yang merasakan manfaat suplemen bagi tanaman. Mulyono di Desa Karanganyar, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang, Jawa Barat, merasakan hal serupa. Petani berusia 44 tahun itu sebelum menggunakan suplemen, paling banter ia menuai 5 ton gabah kering setiap 1 bau setara dengan 7.000m2. Namun, sejak menggunakan suplemen pada 2015 produksi gabah meningkat 500 kg per bau.

Menurut Mulyono yang menjadi petani sejak 2006, suplemen itu memacu pertumbuhan tanaman sekaligus menekan risiko serangan penyakit kresek di wilayahnya. “Logikanya agar kelebihan unsur nitrogen dapat segera dipakai oleh tanaman,” ujar Mulyono. Penyakit akibat bakteri Xanthomonas campestris itu sering menyerang tanaman pada kondisi nitrogen berlebih.

Suplemen yang digunakan oleh Zulkifli dan Mulyono itu sama, merupakan zat pengatur tumbuh (ZPT) produksi PT Nufarm Indonesia. Larutan itu berbahan aktif asam giberelat 10%. Itulah sebabnya suplemen mampu memacu pertumbuhan tanaman dan meningkatkan persentase isi gabah. Formulasi soluble powder (sp) sangat mudah larut dalam air dibandingkan dengan formulasi lainnya.

Pengisian gabah

Menurut Manajer Produk PT Nufarm Indonesia, Haryanto, pemberian suplemen pada saat tanaman berumur 45 hari karena masa primordia atau petani kerap menyebutnya dengan bunting. Mempersiapkan lahirnya padi, maka pemberian suplemen diperlukan agar biji yang diproduksi lebih banyak dan malai lebih panjang. Berselang 10 hari, petani memberikan suplemen lagi.

Setelah pemberian yang kedua diharapkan pembungaan tanaman serempak dan malai akan makin panjang. Malai yang lebih panjang akan menghasilkan bulir gabah yang lebih banyak. Oleh karena itu, produksi padi pun meningkat. Jangankan memetik panen yang melonjak, “Belum panen saja saya sudah puas karena penampakan tanaman padi lebih bagus. Tanaman lebih tinggi, lebih kuat serta malai lebih panjang dan pengisian gabah lebih maksimal,” ujar Zulkifli.

PT Nufarm kini juga merilis suplemen anyar Gibro panen yang mengandung bahan aktif 2 kali gibro 10sp. Haryanto berharap, aplikasi suplemen memaksimalkan produksi padi. Meski demikian penggunaan suplemen bukan berarti pemberian pupuk berkurang atau malah ditambah. Menurut Haryanto banyak petani yang masih salah pengertian. Giberelin sejatinya hanya memaksimalkan proses penyerapan unsur hara agar lebih maksimal.

Sebab, “Seiring bertambahnya umur tanaman, produksi giberelin makin berkurang,” kata Haryanto. Penambahan giberelin itu terbukti memaksimalkan produksi tanaman. (Hanna Tri Puspa Borneo Hutagaol)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Presiden dan Mentan Kunjungi Kebun Kopi di Lampung Barat, Pacu Produksi Demi Kesejahteraan Petani

Trubus.id—Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau perkebunan kopi di Desa Kambahang, Kecamatan Batubrak,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img