Sunday, July 14, 2024

Aroma Parfum Alami

Rekomendasi
- Advertisement -

Sebagai anak buah kapal (ABK), Arie Cahyadi hanya bisa turun ke darat sebulan sekali. Ketika pada 2005 seorang pekebun di Sikka, Nusa tenggara Timur, menawarinya polong vanili segar, ia ragu-ragu. Namun, Arie berubah pikiran setelah sang pekebun menceritakan ia berjalan kaki sejauh 23 km dari Kecamatan Nita sambil memanggul karung berisi 60 kg vanili. Setelah tawar-menawar, Arie membeli dengan harga Rp55.000 per kg.

Arie lantas menuju warung internet di Sikka untuk berselancar mencari cara pengeringan vanili sekaligus mencari alamat pembeli. Ia hanya punya waktu sebulan lebih seminggu sebelum tiba di Surabaya, Jawa Timur. Ia lantas menyewa dek di kapal itu yang lazimnya digunakan untuk mobil pribadi. Dek ia sekat menjadi berukuran 3 m x 3 m.

Ia minta rekan ABK membuatkan rak dari bahan kayu beralas kain hitam untuk menata polong-polong segar itu. Selama 4 minggu, tempat pengeringan itu terpapar panas mesin kapal dan angin laut. Di malam hari, Arie membuka polong-polong itu, memijit-mijitnya sembari meluruskan yang bengkok. Sebulan kemudian, sepekan sebelum sandar di Surabaya, proses pengeringan usai. Arie memperoleh 16 kg vanili kering.

Ia memberikan 1 kg untuk sang kapten sebagai tanda terima kasih. “Terserah dia mau jual atau sekadar disimpan,” kata pria 34 tahun itu. Sepekan itu, kabin sang kapten dipenuhi aroma vanili. Pakaian kapten pun wangi vanili, sampai-sampai sang nahkoda tidak pernah lagi menggunakan parfum. Arie Cahyadi membuktikan, pengeringan vanili tidak perlu dijemur seperti gabah. Cukup angin dan hangat untuk menghasilkan kualitas prima. (Argohartono Arie Raharjo)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tiga Bahan Alami untuk Ternak Ayam

Trubus.id—Lazimnya kunyit sebagai bumbu masakan. Namun, Curcuma domestica itu juga dapat menjadi bahan untuk menambah nafsu makan ayam....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img