Thursday, July 25, 2024

Batu Ginjal Hancur 7 Hari

Rekomendasi
- Advertisement -

Konsumsi kumis kucing menghancurkan batu ginjal sebesar 1,5 cm selama 7 hari.

Nina Novritaningsih—bukan nama sebenarnya—mengeluh sakit pinggang sejak 2017. Semula warga Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu berpikir hanya kecapaian. Namun, sakit itu tidak kunjung hilang. Rasa sakit makin parah jika ia berjalan jauh. “Pinggang saya sakit, untuk jalan sedikit saja rasanya capai,” ujar Nina.

Derita itu ternyata tidak segera hilang, bahkan rasa nyeri makin menyebar disertai rasa panas di sekitar pinggang. Akhirnya perempuan berusia 56 tahun itu memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat. Nina menjalani pemeriksaan ultrasonografi (USG) abdomen pada Agustus 2017. Dokter mendiagnosis ibu 5 orang anak itu menderita batu ginjal. Sebuah batu berukuran 1,5 cm bersarang di ginjal kanan.

Menolak operasi

Menurut dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit dr. Sardjito, Yogyakarta, Prof. Dr. dr. Nyoman Kertia, Sp.PD, batu ginjal terbentuk akibat penggumpalan kristal berukuran kecil seperti pasir dari zat-zat sisa hasil sekresi tubuh. Batu ginjal paling sering terbentuk dari kalsium yang berlebihan di dalam tubuh akibat terlalu sering mengonsumsi makanan berkalsium tinggi seperti kacang-kacangan dan minuman dengan pemanis buatan.

Untuk mencegah terbentuknya batu ginjal, dr. Nyoman Kertia menyarankan untuk mengonsumsi 2—3 liter air putih per hari. Air akan membantu membersihkan organ ginjal sehingga tidak ada penumpukan zat-zat hasil sekresi tubuh.

Konsumsi 2—3 liter air per hari dapat mencegah seseorang terkena batu ginjal.

Nina menolak saran dokter untuk operasi. “Saya trauma operasi,” ujarnya. Jika menyetujui untuk operasi ia juga harus melakukan serangkaian pemeriksaan laboratorium seperti diagnosis ginjal secara lengkap, tes darah, urine, dan kalsium. Tujuan rangkaian pemeriksaan itu untuk mengetahui jenis batu yang terdapat di ginjalnya. Dengan demikian dokter mampu mengatasi secara tepat.

Selain itu Nina juga harus menjalani pemulihan selama 4—6 pekan. Karena takut dan proses pemulihan yang panjang ia lebih memilih pengobatan herbal seperti saran kerabatnya. Pegiat herbal di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Agus Irwanto, menyarankan Nina untuk rutin mengonsumsi seduhan racikan masing-masing 10 gram kumis kucing, tempuyung, gempur batu, dan daun kersen.

Bahan lain adalah 5 gram kering pegagan dan daun sambiloto. Agus Irwanto mengeringkan dan meracik semua herbal itu menjadi satu ramuan untuk konsumsi selama 10 hari. Herbalis itu menyarankan Nina untuk menyeduh satu sendok makan herbal dengan air panas 200 ml. “Jangan aduk racikan itu dan tutup gelasnya. Setelah hangat kuku, aduk racikan, dan minum beserta ampasnya,” ujarnya.

Terbukti

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Nina harus rutin mengonsumsi 3 kali sehari sesudah makan. Meski pahit, Nina disiplin mengkonsumsi rebusan itu lantaran ingin sembuh. Dua hari kemudian, ia merasakan tubuhnya lebih lega dan lebih segar. Sepekan berselang, ia terkejut ketika berurine. Pada pukul 02.00, Nina berkemih, “Warnanya masih keruh dan ada kotoran kasar ikut keluar,” ujar Nina.

Dua jam kemudian ia ke kamar mandi lagi. “Urine saya sedikit jernih dan kotoran yang ikut keluar lembut seperti pasir,” ujar Nina. Keesokan harinya Nina datang ke rumah sakit dan menjalani USG lagi untuk melihat kondisi batu ginjal. Saat dokter menjelaskan hasil tes, dahinya mengernyit dan beberapa saat kemudian dia tersenyum. “Ia mengatakan kalau batu ginjalnya luruh,” ujar Nina mengenang.

Dengan begitu, “Saya tidak perlu lagi menjalani tindakan medis apa pun,” ujarnya semringah. Ia juga merasa itu sebuah kejutan karena selama mengonsumsi herbal itu, ia tidak merasakan sakit. Itu membuktikan keistimewaan racikan kumis kucing, gempur batu, dan herbal lainnya yaitu selain waktu peluruhan yang cepat hasil luruhan batu halus dan mudah terbawa urine keluar tubuh.

Agus Irwanto (kanan), pegiat herbal di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

Ampuhnya kumis kucing Orthosiphon aristatus terbukti meluruhkan batu kandung kemih. Sebanyak 40% pasien— total 23 orang—mengecil ukuran batu kandung kemihnya hingga 0,5 cm setelah rutin mengkonsumsi kumis kucing. Itu dibuktikan oleh periset Mahidol University Bangkok, Thailand, Muangmun. Tumbuhan anggota famili Lamiaceae itu mengandung orthosiphon glikosida, saponin, sapofonin, garam kalium, dan myoinositol.

Kadar sinensetin dalam daun kumis kucing yang tertinggi terdapat dalam daun tua yang berbunga (0,365%). Adapun kadar terkecil berasal dari daun muda yang berbunga (0,095%). Zat-zat itulah yang berperan sebagai antiinflamasi, diuretik, dan penggelontor endapan di ginjal. Agus Tri Cahyo dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada juga membuktikan keampuhan kumis kucing sebagai peluruh batu ginjal.

Pada kadar infus 5%, 7,5%, dan 10%, kadar kalsium batu ginjal terlarut dalam infus daun kumis kucing lebih baik daripada infus daun tempuyung. Namun, ketika kadar infus diturunkan menjadi 0,5%, 1%, dan 2%, kadar kalsium batu ginjal terlarut dalam infus daun tempuyung justru lebih baik.

Batu ginjal dapat terjadi karena fungsi ginjal sebagai penyaring zat-zat limbah yang terdapat di dalam tubuh yang akan dibuang melalui urine. Namun, pada kondisi kadar zat itu terlalu tinggi maka pembuangan tidak dapat secara sempurna sehingga masih mengendap di dalam ginjal. Endapan yang mengeras, mengkristal, itulah yang sering disebut dengan batu ginjal. (Tiffani Dias Anggraeni)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Kelapa Genjah Merah Bali, Eksotis dan Produktif

Trubus.id—Kelapa genjah merah bali merupakan kelapa baru yang eksotis dan produktif. Secara umum berbunga pada umur 2—2,5 tahun dan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img