Tuesday, November 29, 2022

Bikin Benih Cepat Bangun

Rekomendasi

Asam sulfat menjadikan perkecambahan biji kayu afrika mencapai 96%.

Untuk membibitkan kayu afrika, Samhari Jaya, pembibit tanaman kayu di Kota Palembang, Sumatera Selatan, mendatangkan biji kering dari Provinsi Bengkulu. Selanjutnya, ia merendam biji-biji kayu afrika berukuran sedikit lebih kecil daripada kelereng itu di air mengalir selama 3 hari untuk mempercepat perkecambahan. Mengapa di air mengalir? Samhari menggunakan air mengalir untuk mencegah cendawan atau mikrob patogen melekat di biji sehingga mengurangi keberhasilan perkecambahan.

“Kalau direndam di air diam, penyakit pasti datang,” kata Samhari. Ia kemudian menjemur biji di bawah sinar matahari seharian. Keesokan hari, ia menyemai benih di media tanam berbahan tanah halus lalu menutup biji kayu manii itu dengan taburan tanah halus setebal 3—5 mm.  Berselang 15—20 hari, biji-biji itu bertunas mungil mirip jarum. Begitu tunas daun kedua muncul, sekitar 4—5 hari kemudian, Samhari memindahkan bibit-bibit belia itu ke polibag berukuran 10 cm.

Asam sulfat

Samhari menempatkan sebuah bibit di setiap polibag. Setelah kecambah menjadi bibit setinggi 20—25 cm, sekitar 2,5—3 bulan berselang, tanaman muda itu pun siap pindah tanam ke lahan. Menurut Dr Irdika Mansur MForSc, periset di Lembaga Penelitian Tanaman Kehutanan SEAMEO-Biotrop, perkecambahan Maesopsis eminii itu bisa mencapai 4 bulan dengan tingkat perkecambahan 65—80%. Pasalnya, kotiledon alias keping lembaga, yang nantinya tumbuh menjadi kecambah dan memunculkan tanaman baru, terlindung perikarp alias kulit keras.

“Perikarp yang keras mencegah biji lumat oleh organ dan enzim pencernaan satwa,” kata Irdika. Maklum, beragam satwa liar seperti burung, kelelawar, babi hutan, rusa, musang, dan tikus menyukai buah kayu afrika itu. Perikarp keras melindungi keping lembaga sehingga nantinya saat terbawa keluar bersama kotoran, biji tetap mampu tumbuh menjadi tanaman baru.

Sementara itu Satrio Yudhi di Kota Metro, Provinsi Lampung, menyemai benih kayu afrika dengan cara lain. Sebelum menyemai, Satrio menyortir biji sopsi dengan merendam dalam air bersih. Biji yang mengambang ia buang; yang tenggelam, ia rendam dalam air hangat bersuhu 40—500C selama 30—45 menit.

Menurut pria 37 tahun itu, sebanyak 90% biji sukses tumbuh menjadi kecambah. Pada 2003 Satrio coba-coba menanam langsung biji kerabat putsa itu tanpa perlakuan apa pun. Dari sekilogram biji yang ia beli, ia menyemai 300 g—ia tidak menghitung jumlah tepatnya—di bedeng penyemaian yang ternaungi jaring peneduh berkerapatan 50—60%. Ia menyiram setiap pagi dan sore. Alih-alih berkecambah, satu per satu biji justru ditumbuhi cendawan dan membusuk. Akhirnya, ia mengakhiri percobaan itu pada 40 hari pascasemai dan membuang semua biji yang ia semai. “Tanpa perlakuan semua biji bisa gagal berkecambah,” ujar ayah 2 anak itu.

Sejatinya, pembibit tidak perlu bersusah payah menunggu sampai berhari-hari untuk “membangunkan” biji kayu afrika dalam masa dormansi. Riset Tri Bekti Winarni dari Departemen Silvikultur Institut Pertanian Bogor membuktikan, dormansi bisa diakhiri hanya dalam 10 menit dengan merendam dalam asam sulfat. Tri meriset pengaruh perendaman biji dalam larutan air, air kelapa, asam sulfat 1%, dan larutan kalium nitrat 0,2% terhadap daya perkecambahan, kecepatan tumbuh kecambah, dan nilai perkecambahan.

Nilai perkecambahan adalah indeks yang menyatakan kecepatan dan kesempurnaan perkecambahan. Semakin tinggi nilainya, semakin cepat dan sempurna kecambah yang muncul. Air kelapa mengandung sitokinin yang mendukung perkembangan embrio. Kandungan lainnya ada unsur makro berupa karbohidrat (glukosa, fruktosa, sukrosa), protein (asam amino), serta unsur mikro (kalium, natrium, kalsium, magnesium, fosfor, dan belerang).

Adapun asam sulfat alias H2SO4 dapat melunakkan kulit biji, tapi waktu perendaman harus pas agar larutan asam tidak mematikan embrio. Perendaman selama 1—10 menit belum mampu mematahkan dormansi, sedangkan perendaman selama 60 menit atau lebih bisa merusak bakal biji. Bahan lain, larutan kalium nitrat alias KNO3, merupakan jenis perangsang perkecambahan yang lazim digunakan dalam berbagai produk zat perangsang tumbuh (ZPT).

Efektif

Tri membagi percobaan menjadi 12 kelompok, dengan masing-masing kelompok menggunakan 50 biji. Ia menyemai biji di media campuran tanah liat dengan pasir dengan perbandingan 1:1. Semua perlakuan menunjukkan daya perkecambahan lebih dari 65%. Hasil tertinggi diperoleh pada perendaman dengan asam sulfat 1% selama 10 menit, yang mencapai 96,67% (lihat tabel).

Artinya, cara itu lebih efektif ketimbang perendaman benih dalam air hangat yang dilakukan Satrio Yudhi. Toh, meski berhasil meningkatkan tingkat perkecambahan, tapi riset itu tidak meningkatkan kecepatan munculnya kecambah. Pengalaman Samhari  dan  Satrio, biji berkecambah 1—3 minggu pascasemai, sementara dalam riset itu biji berkecambah pada hari ke-13.

Hasil riset itu tentu menjadi angin segar bagi pembibit. Asam sulfat—yang dijual sebagai accu zuur alias bahan pengisi aki kendaraan bermotor—relatif murah dan mudah diperoleh di toko otomotif. Hanya saja, kadar asam sulfat dalam accu zuur terlalu tinggi, mencapai 25%. Padahal, dalam percobaan Tri menggunakan asam sulfat 1%. Menurut Ir Endang Dwi Siswani MT, dosen Jurusan Kimia Universitas Negeri Yogyakarta, itu soal mudah.

Untuk mendapatkan seliter asam sulfat 1%, ambil 4 ml—jika menggunakan pipet, 1 ml kira-kira 1 tetes—accu zuur dan larutkan dalam seliter air. Namun, Endang mewanti-wanti agar hati-hati saat mengencerkan. “Asam sulfat dalam accu zuur cukup pekat sehingga bisa menyebabkan luka bakar jika terkena kulit,” ujarnya. Itu berarti, seliter accu zuur—yang harganya setara sepiring nasi di warung  kakilima—bisa menghasilkan      250 l larutan asam sulfat 1%. Meski murah, hasilnya terbukti ampuh mempercepat dan meningkatkan keberhasilan penyemaian biji sopsi. (Argohartono Arie Raharjo)

 

FOTO:

 

  1. Dr Irdika Mansur MForSc: Buah kayu afrika terlindung perikarp alias kulit kerang
  2. Kayu afrika menghasilkan buah yang disukai satwa liar
  3. Biji kayu afrika terlindung perikarp keras
  4. Accu zuur mudah diperoleh di hampir semua toko otomotif

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Mencetak Petani Milenial, untuk Mengimbangi Perkembangan Pertanian Modern

Trubus.id — Perkembangan pertanian modern di Indonesia harus diimbangi dengan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Dalam hal ini...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img