Trubus.id— Durian bisa diolah menjadi beragam produk olahan yang lezat. Selain nikmat, produk olahan durian memiliki keunggulan memiliki daya simpan yang lama. Florentius Budi Hendrawan, mengolah sang raja buah menjadi produk olahan durian kering.
Ia mengolah durian kering itu sejak 2015. “Rasa, aroma, dan tekstur minim mengalami perubahan,” kata Florentius.
Kapasitas produksi 300—500 kg setara 17.500 kemasan per pekan. Bahan baku berasal dari durian lokal di Gunungpati dan Ambarawa, keduanya di Jawa Tengah. Syarat bahan baku bertekstur legit, manis, warna kuning, dan beraroma khas durian.
Bahan baku juga mesti lolos sortir. Misalnya kandungan Escherichia coli harus maksimal di 1 × 10¹. Hasil pengolahan pengeringan beku itu tahan hingga 18 bulan (1,5 tahun). Namun, pengemasan harus menggunakan bahan tertentu.
Florentius menggunakan 3 laminasi yaitu polyethylene terephthalate (PET), alufoil, dan linear low-density polyethylene (LLDPE). Produk itu ada di bawah PT Petropack Agro Industries.
Produsen lain, PT Industri Jamu Borobudur selain mengolah durian kering juga memfasilitasi alat pengeringan beku dengan menyediakan mesin freeze drying. Wakil Direktur PT Industri Jamu Borobudur, Sylvie Sarwono, menuturkan bahwa freeze drying menggunakan suhu rendah -50°C sehingga perubahan rasa dan warna minimal.
Setelah pengolahan, kadar air daging durian itu kurang dari 5%. Prinsipnya pengeringan beku itu melalui proses sublimasi atau perubahan bentuk padat es menjadi gas berupa uap air.
Namun, tanpa melalui bentuk antara yaitu cairan. Perusahaan di Semarang, Jawa Tengah, itu pun mengadopsi teknologi freezer drying untuk pengeringan sayuran dan buah seperti durian. Kapasitas mesin 80 kg sekali proses selama 15 jam.
Tekanan diatur sangat rendah 0,1—0,2 bar. Setiap 100 kg basah menjadi 27 kg kering. Biaya pengeringan untuk kapasitas 80 kg itu Rp4,5 juta. Sylvie dan tim juga memproduksi olahan durian kering dengan kapasitas produksi 500 kg basah setara 100 kg kering. Pengeringan beku itu terstandar Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
