Saturday, January 24, 2026

Cuan dari Olahan Bandeng

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Midah Dahmalia mengolah ikan bandeng menjadi satai bandeng. Pembuatan satai dilakukan bergantian dengan produk olahan lainnya.

Setiap hari ia mengolah 100 kg bandeng. Dari jumlah itu dihasilkan sekitar 300 tusuk satai bandeng.

Ada satai bandeng beku seharga Rp40.000 per tusuk. Sementara satai bandeng yang diolah menggunakan autoklaf dijual seharga Rp50.000 per tusuk.

Dengan harga tersebut, Midah mengantongi omzet sekitar Rp12 juta setiap kali produksi. Omzet itu berasal dari penjualan satai bandeng dalam jumlah besar.

Masa simpan satai bandeng merek Bilvie semula hanya 24 jam. Namun kini bisa mencapai enam bulan berkat teknologi pengolahan.

“Adanya teknologi itu membantu menjangkau konsumen kami yang jauh,” kata Midah. Ia adalah produsen aneka olahan bandeng di Kota Serang, Provinsi Banten.

Produk olahan bandeng lainnya yang paling laku adalah abon dan kerupuk bakso ikan. Dari 100 kg bandeng, dihasilkan 30 kg abon dan 60 kg kerupuk bakso ikan.

Harga abon kemasan 80 gram adalah Rp25.000. Sementara harga kerupuk bakso ikan kemasan 150 gram sebesar Rp20.000.

Midah memasarkan produknya melalui sekitar 40 reseller di berbagai daerah. Konsumen Bilvie juga berasal dari hotel dan restoran.

Sejak 2022, abon dan bakso ikan Bilvie mulai menyasar pasar Malaysia. “Paling banyak kerupuk bakso ikan, sekitar 500 kemasan dikirim ke Malaysia,” ujarnya.

Pengiriman ke Malaysia dilakukan setiap dua bulan secara tentatif. Selain itu, Midah aktif mengikuti pameran dalam dan luar negeri untuk memperluas pasar.

Pasokan bandeng berasal dari petambak di Serang dan sekitarnya. Midah tertarik mengolah bandeng karena merupakan ikon Kota Serang dan memiliki peluang pasar besar.

Banyak wisatawan yang datang ke Serang, sehingga berpotensi menjadi konsumen. Midah optimis prospek olahan bandeng akan terus berkembang di masa mendatang.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img