Monday, August 8, 2022

Dampak Manis Minum Kayu Manis

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Kayu manis berfaedah sebagai imunostimulan berdasarkan hasil penelitian ilmiah dan bukti empiris. (Dok. Trubus)

Riset ilmiah membuktikan kayu manis berkhasiat imunostimulan.

Trubus — Meski terlahir dan hidup di negara subtropis, keseharian Ewa Owsianik Łuczak sangat akrab dengan kayu manis. Warga Kota Warsawa, Polandia, itu kerap memanfaatkan kayu manis pada beragam hidangan seperti makanan pencuci mulut, teh, wine panas, dan steak sapi. “Saya juga menggunakan kayu manis pada adonan pai apel khas Polandia yang disebut szarlotka,” kata Marketing and Domestic Relations Manager di Agencja Promocji Zieleni Sp z o.o. itu.

Ewa Owsianik Łuczak kerap menggunakan kayu manis dalam makanan dan minuman agar mendapatkan khasiat kesehatannya. (Dok. Ewa Owsianik Łuczak)

Menurut Ewa cynamon—sebutan kayumanis di Polandia—memberikan aroma khas dan cita rasa pedas pada makanan dan minuman. Manfaat lainnya yakni, “Menghangatkan tubuh saat musim dingin dan bagus dikonsumsi ketika tubuh tidak fit,” kata perempuan yang kerap mengunjungi pameran hortikultura dan florikultura di berbagai negara di Benua Eropa itu. Ewa pun makin berharap bisa terus merasakan khasiat kesehatan kayu manis terutama di tengah pandemi orona virus disease 2019 (Covid-19) yang juga melanda negaranya.

Imunostimulan

Harapan Ewa itu bukanlah hal mustahil. Selain bermanfaat dalam kuliner, kulit kayu tanaman kerabat avokad Persea americana itu juga berfaedah sebagai herbal. Kayu manis berperan dalam sistem pengobatan tradisional di India Ayurveda sejak 100 tahun sebelum masehi, yakni untuk mencegah influenza dan mengurangi kejang pada penderita dispepsia. Dispepsia—dys berarti buruk dan peptei atau pencernaan—sekumpulan gejala nyeri, perasaan tidak enak pada perut bagian atas yang menetap disertai gejala lain seperti kembung dan bersendawa.

Hasil penelitian terbaru membuktikan kulit batang tanaman anggota famili Lauraceae itu berpotensi sebagai peningkat sistem imunitas (imunostimulan). Itulah hasil riset dr. Astika Widy Utomo, M.Sc., dan rekan dari Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah. Astika menguji pengaruh ekstrak kulit batang kayu manis terhadap aktivitas dan kapasitas fagositosis tikus wistar jantan yang diinduksi Staphylococcus aureus.

Szarlotka, pai apel khas Polandia yang salah satu bahan bakunya dari kayu manis. (Dok. Ewa Owsianik Łuczak)

Total jenderal ada 25 tikus wistar jantan sebagai objek penelitian yang terbagi ke dalam lima kelompok. Tim periset memberikan pakan dan minum secara ad libitum. Kelompok pertama sebagai kontrol negatif tidak mendapatkan perlakuan sama sekali. Tikus kelompok kedua memperoleh 2,5 mg obat berefek imunostimulan, levamisol, per kg bobot tubuh.

Sementara kelompok ketiga hingga kelima menerima masing-masing 100 mg, 200 mg, dan 400 mg ekstrak kulit batang kayu manis Cinnamomum burmanii. Perlakuan diberikan selama 7 hari. Selanjutnya tim peneliti membedah tikus pada hari ke-9. Hasil penelitian itu menunjukkan, aktivitas fagositosis tertinggi didapat pada kelompok ketiga dengan rerata 62,8. Bandingkan dengan kelompok kontrol yang bernilai 23,2.

Kelompok keempat memiliki kapasitas fagositosis tertinggi mencapai 1,783, sedangkan terendah diraih kelompok kontrol yang bernilai 1,178. Fagosit merupakan sel yang dapat menelan patogen. Sel utama yang berperan sebagai fagosit adalah neutrofil dan makrofag. Astika menyatakan ekstrak kayu manis memiliki kecenderungan untuk meningkatkan aktivitas fagositosis jika diberikan dalam dosis rendah.

Beberapa faktor yang mengaktivasi makrofag antara lain mikrob dan produknya, antigen, sel mati, membran protein limfosit T, dan sitokin. Kemudian makrofag aktif memproduksi sitokin-sitokin (TNF-α, IL-1, IL-6) yang memicu inflamasi akut. Berikutnya monosit dan neutrofil dari pembuluh darah bergerak menuju tempat infkesi. Beberapa jalur aktivasi makrofag yang terbukti dipengaruhi oleh ekstrak kayu manis yakni peningkatan sel T CD4+ serta adesi neutrofil, level Ig serum, dan titer antibodi.

Menurut Astika kapasitas fagositosis pun meningkat lantaran bertambahnya makrofag di tempat infeksi. Selain itu, opsonisasi (penandaan) bakteri memudahkan makrofag mengenali targetnya. Dengan kata lain lebih banyak bakteri yang difagosit sehingga kapasitas fagositosis juga meningkat.

Kayu manis mudah ditemukan di dalam negeri karena Indonesia salah satu eksportir kayu manis terbesar di dunia. (Dok. Trubus)

Kombinasi

Beberapa penelitian menyatakan ekstrak cannelle—sebutan kayumanis di Prancis meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kekebalan tubuh yang baik sangat diperlukan untuk menangkal serangan infeksi virus dan bakteri. Fagositosis oleh makrofag merupakan respons imunitas utama untuk melawan infeksi. Menurut Astika aktivitas dan kapasitas fagositosis menunjukkan kemampuan sistem kekebalan tubuh menghadapi infeksi.

Ia mengingatkan belum ada penelitian efek imunostimulan pada manusia. Masyarakat tidak perlu mengonsumsi ekstrak kayu manis untuk mendapatkan faedah imunostimulan. Gunakan saja kayu manis secukupnya dalam makanan atau minuman seperti Ewa. “Manfaat kayu manis jelas ada asal penggunaannya tepat dan tidak berlebihan,” kata dosen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, itu.

Meski begitu penggunaan kayu manis mesti dibarengi tanaman herbal lain. Herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Lukas Tersono Adi, mengatakan penggunaan herba yang mengandung minyak asiri atau bersifat aromatik seperti kayu manis mesti dibatasi. “Jika berlebihan hati bakal kesulitan untuk memproses sehingga terjadi penumpukan,” kata alumnus Universitas Diponegoro itu. Lukas menyarankan, penggunaan obat tradisional tidak pernah tunggal. Tujuannya supaya dampak buruk dalam suatu tanaman obat bisa dinetralisir oleh herba lain. Misal kombinasi kayu manis dan rimpang kunyit untuk menjaga fungsi hati. (Riefza Vebriansyah)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img