Monday, November 28, 2022

Daun Wuluh Antidiabetes

Rekomendasi

Kadar gula darah Ahid Iwanuddin normal setelah rutin konsumsi daun belimbing.

Mobilitas Ahid Iwanuddin sangat tinggi. “Hari ini saya bisa di Jakarta, besok bisa  di Mataram, dan lusa ke Bandung,” kata Ahid Iwanuddin menggambarkan pergerakannya. Tuntutan pekerjaan itu mengubah pola makan Ahid. Pria 42 tahun itu sering menyantap makanan siap saji yang berkadar lemak tinggi. Kebiasaan selama bertahun-tahun itu membuat bobot tubuhnya melonjak, menjadi 80 kg dari sebelumnya 70 kg.

Dampaknya mulai terasa pada akhir 2011. Ahid sering kelelahan, mudah mengantuk, dan pandangan matanya buram. Bobot tubuhnya mendadak anjlok menjadi 69 kg dalam sebulan. “Kepala sering sakit dan kaki kesemutan,” ujar Ahid yang menduga penyebabnya karena kecapaian. Namun, sejak berhenti berpergian, keluhan itu masih berlangsung, bahkan timbul  gatal-gatal di kaki yang menimbulkan luka yang  susah kering.

Sindrom metabolik

Mengetahui gejala-gejala itu Ahid mengkhawatirkan dirinya mengidap diabetes mellitus. Kekhawatiran Ahid terbukti setelah ia memeriksakan diri di klinik kantornya. Hasil pemeriksaaan kadar gula  penggemar bunga adenium itu mencapai 425 mg/dl. Keruan saja ia cemas dengan hasil itu. Ia berharap hasil itu keliru sehingga mengulangi pemeriksaan di klinik berbeda. Sayang, pemeriksaan kedua ternyata hasilnya sama. Dokter mendiagnosis Ahid mengidap diabetes tipe  2, asam urat, kolestrol, dan hipertensi.

"Pola hidup bersih dan sehat mencegah diabetes," ujar dr Primal Sudjana SpPD“Saya terkaget-kaget dengan hasil itu, apalagi di keluarga tidak ada riwayat penyakit gula,” kata ayah satu putra itu. Menurut dokter spesialis penyakit dalam dari Rumahsakit Hasan Sadikin di Bandung, Jawa Barat, dr Primal Sudjana SpPD, pasien dengan kadar gula darah 425 mg/dl termasuk tinggi bagi pengidap diabetes. “Diabetes terjadi bila kadar gula darah di atas 200 mg/dl yang diukur setelah makan,” kata alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran itu.

Primal menjelaskan penyebab diabetes bisa karena keturunan dan gaya hidup. Penderita diabetes karena gaya hidup cenderung diikuti penyakit lain seperti asam urat dan hipertensi. “Itu disebut sebagai sindrom metabolik,” kata Primal.

 

Daun belimbing

Ahid berupaya menyembuhkan penyakit itu. Ia rutin berkonsultasi pada dua dokter berbeda. “Saya minum banyak obat dokter,” katanya. Sayangnya, efek obat-obatan itu tidak lama. Begitu Ahid menghentikan konsumsi obat, maka kadar gula darahnya perlahan naik. “Kalau  sudah begitu tangan saya bisa sampai bergetar tidak terkendali,” kata Ahid yang takut bergantung pada obat-obatan.

Pada 2013, seorang rekan menyarankannya konsumsi herbal. Karena berharap sembuh, Ahid menuruti saran itu. Pilihannya jatuh pada daun belimbing wuluh. Sejak Februari 2013, pegawai negeri sipil itu rutin mengonsumsi seduhan daun belimbing wuluh.

Berolahraga secara teratur bisa menurunkan risiko diabetes mellitusAhid menyeduh 25 mg daun belimbing wuluh segar dengan 250 ml air panas setiap hari. Setelah mendiamkan beberapa saat, ia meminumnya. Frekuensi  konsumsi dua kali sehari masing-masing 1 gelas. “Diminum pagi dan malam hari sebelum tidur,” ujarnya. Selagi konsumsi seduhan daun belimbing wuluh, Ahid mulai rutin berolahraga. Ia juga mengubah pola makannya dengan banyak mengonsumsi buah–buahan seperti apel dan jambu biji. “Saya sekarang makan sehari 2 kali,” tambahnya.

Menurut Primal upaya Ahid berolahraga dan mengatur pola konsumsi memang disarankan untuk mengobati diabetes yang berdampak sindrom metabolik.  Setelah sebulan mengonsumsi, Ahid mulai merasakan efeknya. Kadar gula darahnya mulai berangsur menurun menjadi 177 mg/dl pada April 2013. Dampak positif lain kadar kolesterol dan asam uratnya turut normal.

Yang menggembirakan lagi, lukanya sekarang mengering dan gatal-gatal hilang. Membaiknya kesehatan Ahid itu selaras denga hasil riset Peter Natesan Pushparaj dari Fakultas Kedokteran, Universitas Nasional Singapura pada 2000. Penelitian yang memakai ekstrak daun belimbing wuluh memperlihatkan kemampuan tanaman anggota keluarga Oxalidaceae itu dalam menurunkan kadar gula dalam darah mencit hingga 50%.

Selain untuk mengatasi diabetes, daun belimbing wuluh juga berkhasiat untuk mengatasi gangguan pernapasan seperti batuk dan asma. Herbalis di Jakarta Utara, Maria Anjarwati, meresepkan daun belimbing wuluh untuk mengatasi kedua penyakit itu. Anjarwati biasa meraciknya dengan cara memetik daun ke-3 sampai ke-7 sebanyak 2 tangkai ditambah bunga belimbing wuluh dengan perbandingan seimbang. Campuran itu kemudian direbus dengan campuran 3 gelas air hingga mendidih dan tersisa  2 gelas. Racikan herbal itu kemudian bisa diminum 2 kali sehari. (Nurul Aldha Mauliddinna Siregar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id— “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari, Kecamatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img